Suami yang baik = suami yang ringan tangan membantu urusan rumah tangga meski telah mencari nafkah

Bekerja di luar memang penuh stres dan tekanan. Tapi siapa bilang bekerja di rumah tidak melelahkan?

2,336 views   |   18 shares
  • Kebudayaan Indonesia yang masih menganut paham patriarki, membuat kita jarang melihat para suami melakukan pekerjaan rumah tangga. Karena, masih kental pemahaman yang ada di benak masyarakat bahwa suami memiliki tanggung jawab mencari nafkah dan istri yang bertanggung jawab atas segala urusan rumah tangga termasuk anak-anak.

  • Sayangnya peran 'pencari nafkah' dalam keluarga telah bergeser tidak hanya untuk suami, tetapi kini istri juga dapat bekerja dan menjadi pemberi nafkah dalam keluarga. Mirisnya, pergeseran tersebut tidak diikuti dengan pandangan bahwa suami juga dapat berperan dalam mengurus rumah tangga. Seringkali karena gengsi, para pria menolak untuk mengambil alih peran 'wanita' tersebut.

  • Tepatkah demikian? Apakah menurut Anda, para suami tidak seharusnya melakukan pekerjaan rumah? Berikut tanggapan beberapa orang yang berhasil yang wawancarai:

  • "Bagi saya itu adalah tradisi yang kuno. Zaman sekarang, suami-istri harus bekerja sama (dalam segala hal). Tidak peduli suami bekerja dan istri tidak, ia tetap harus membantu istri jika dibutuhkan." - Dian 25 Tahun, Pengusaha.

  • "Memangnya dipikir istri di rumah tidak capek? Bukan karena kami tidak bekerja di kantor dan menghasilkan uang, lalu dikira kami tidak bekerja. Justru pekerjaan kami jauh lebih berat, karena tidak memiliki jam kerja layaknya orang kantoran. Kami bekerja dari bangun tidur sampai tidur lagi. Bayangkan lelahnya jika semua dilakukan seorang diri tanpa bantuan suami. Belum lagi jika harus mengurus rumah yang besar dan anak-anak yang banyak dan masih kecil pula. Keterlaluan kalau ada suami yang tidak mau membantu istri jika seperti itu." - Aninta, 29 Tahun, IRT.

  • "Dalam berumah-tangga, Anda dan pasangan haruslah kompak. Termasuk dalam mengurus rumah bersama. Akan semakin ringan dan menyenangkan ketika suami dan istri mengurus rumah bersama-sama." - Debby, 30 Tahun, IRT.

  • "Selama ini tradisi tersebut salah menurut saya. Lihat saja orang-orang yang tinggal di Barat, meskipun suami bekerja mereka tetap mau membantu istri mencuci baju, membersihkan taman atau mengurus anak dan sebagainya sepulang kerja. Justru melakukan hal tersebut akan membuat mereka semakin kompak dan selalu terasa dekat. Anak-anak mereka pun tumbuh mandiri dan mau ikut membantu orang tuanya sejak usia dini." - Lisa, 30 Tahun, IRT.

  • "Awalnya suami saya tidak pernah mau menginjakkan kaki di dapur atau menyentuh pekerjaan rumah. Selama 23 tahun pernikahan kami, saya selalu melayaninya. Namun setelah anak-anak menikah, dia melihat bahwa suami dari anak-anak mampu melakukan pekerjaan rumah tangga demi membantu istrinya. Dia merasa tergerak dan pelan-pelan berubah ikut turun tangan membantu pekerjaan rumah. Sekarang suami menjadi lebih mandiri dan tidak begitu tergantung pada saya. Ini tentu lebih meringankan beban saya dan kami pun semakin kompak dengan suami yang lebih pengertian." Nurmala Ely, 55 Tahun, IRT.

  • Advertisement
  • Saya sendiri tidak setuju dengan tradisi yang selama ini diterapkan dalam masyarakat kita. Menurut saya seorang suami juga mesti bisa melakukan pekerjaan rumah. Saya dan suami pun telah menerapkan ini. Meskipun di luar saya terlihat seperti istri yang tidak pengertian karena telah membuat suami saya bekerja di dalam dan luar rumah, namun justru dengan memulai kebiasaan ini kami jadi lebih kompak sebagai pasangan. Baik suami maupun saya sama-sama saling pengertian dan menghargai peran masing-masing di dalam berumah-tangga. Namun semuanya kembali lagi kepada kondisi tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam keluarga. Kalau suami Anda lembur atau terlalu banyak pekerjaan sehingga pulang larut malam, ya tidak perlu dipaksakan untuk ikut membantu di rumah juga.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Saya lulus dari Institut Kesenian Jakarta, dengan Jurusan Musikologi. Kebahagiaan saya adalah membangun rumah tangga harmonis bersama suami dan bersamanya membesarkan putra semata wayang kami. Menjadi guru musik dan dapat berbagi pengalaman hidup dengan menulis adalah kegemaran saya.

Suami yang baik = suami yang ringan tangan membantu urusan rumah tangga meski telah mencari nafkah

Bekerja di luar memang penuh stres dan tekanan. Tapi siapa bilang bekerja di rumah tidak melelahkan?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr