7 sikap Anda yang justru mempermalukan diri Anda sendiri di hadapan anak

Pasrah begitu saja menghadapi nasib tanpa ada upaya untuk mengatasi, hanya akan makin memperjelas pribadi Anda yang lemah.

1,362 views   |   3 shares
  • Orangtua adalah sosok panutan terbaik bagi anak. Oleh karena itu, dalam kehidupan sehari-hari orangtua tidak boleh bertindak gegabah, orangtua wajib bertindak hati-hati dalam menjaga setiap tutur kata serta perbuatan.

  • Sayangnya, tidak setiap orangtua memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga perilaku. Kadang orangtua dengan seenaknya bertindak sesuka hati, seakan-akan tidak mempedulikan keberadaan anak yang sedang menyaksikan apa yang sedang orangtua lakukan.

  • Bahkan, dalam kehidupan sehari-hari ada perilaku orangtua yang justru membuat anak merasa sebal. Kadang, ada juga perilaku orangtua yang membuat anak merasa malu dan akhirnya tumbuh menjadi pribadi rendah diri.

  • Jangan korbankan masa depan anak-anak, berusahalah menjadi orangtua panutan di mana tutur kata serta perilaku Anda patut untuk diteladani. Berikut beberapa sikap orangtua tanpa disadari telah mempermalukan diri sendiri di hadapan anak-anak.

  • 1. Bertindak sok tahu

  • Orangtua yang sok tahu menunjukkan karakter dominan yang tidak ingin dikalahkan. Padahal, dengan bersikap sok tahu akan membuat orangtua makin tidak memperoleh simpati dari anak-anak. Kenyataannya, sebagai manusia biasa orangtua tidak luput dari berbuat kesalahan. Jujur mengakui kelemahan adalah salah satu cara terbaik untuk menyelamatkan harga diri Anda sebagai orangtua di hadapan anak-anak.

  • 2. Banyak bicara sedikit tindakan

  • Anak-anak sesungguhnya lebih mudah menerima didikan melalui tindakan daripada kata-kata. Anak-anak melihat tindakan sebagai suatu perbuatan nyata yang dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, ketika orangtua tidak mampu mempertanggungjawabkan apa yang telah diucapkannya, maka anak-anak hanya akan menganggap orangtua sebagai seorang pecundang.

  • 3. Kepo terlalu berlebihan

  • Knowing Every Particular Object (KEPO) adalah sikap ingin mengetahui segala sesuatu secara berlebihan. Dalam kehidupan sehari-hari memiliki sikap kepo memang bagus, tapi jika sudah menyangkut ranah pribadi orang lain hal tersebut menjadi tidak wajar. Oleh karena itu, jangan mempermalukan diri sendiri, bahkan di hadapan anak-anak sekalipun, dengan memiliki sikap demikian.

  • 4. Tidak jujur

  • Sekalipun demi kebaikan, berbohong bukanlah perbuatan yang baik. Berbohong mengenai sesuatu hanya akan menimbulkan perasaan tidak simpati pada orang lain. Sebuah pepatah mengatakan, "Sepandai-pandainya tupai meloncat pada akhirnya ia akan jatuh juga, secerdik-cerdiknya seseorang menyembunyikan sesuatu - suatu saat baunya pasti akan ketahuan."

  • Advertisement
  • 5. Terjebak dalam pikiran-pikiran negatif

  • Mungkin Anda tidak menyadari bahwa terjebak dalam pikiran-pikiran negatif bisa merusak citra diri di hadapan orang lain, semisal: "Aku pasti akan gagal" atau "Aku sepertinya tidak mampu mengatasi masalah ini." Nah, sikap pesimis semacam ini bukanlah contoh yang baik bagi anak-anak. Pasrah begitu saja menghadapi nasib tanpa ada upaya untuk mengatasi, hanya akan makin memperjelas pribadi Anda yang lemah.

  • 6. Tidak berani bicara terbuka di hadapan orang lain

  • Berani menyampaikan pendapat di hadapan umum adalah sikap yang baik. Keberanian semacam ini merupakan teladan positif bagi anak-anak untuk mampu melakukan hal yang sama ketika mereka sudah tumbuh dewasa kelak. Namun sebaliknya, ketika orangtua tidak berani mengutarakan isi hatinya atau dengan kata lain mengalami fobia sosial, maka secara tidak langsung anak-anak akan menganggap orangtuanya sebagai seorang pengecut.

  • 7. Tidak merawat diri dan memerhatikan penampilan

  • Dalam bahasa Jawa ada peribahasa mengatakan, "Ajining diri saka lathi, ajining raga saka busana." Harga diri seseorang dinilai dari apa yang ia ucapkan dan ia kenakan. Ketika seseorang tidak mampu merawat dirinya sendiri dan memerhatikan apa yang ia kenakan, sebetulnya ia tidak hanya sedang mempermalukan dirinya sendiri, tetapi juga keluarganya.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

7 sikap Anda yang justru mempermalukan diri Anda sendiri di hadapan anak

Pasrah begitu saja menghadapi nasib tanpa ada upaya untuk mengatasi, hanya akan makin memperjelas pribadi Anda yang lemah.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr