Kenali ciri-ciri “social climber”; orang-orang yang ingin terlihat kaya di media sosial

Untuk memperkuat kesan mewah para pelaku social climber gemar memamerkan barang-barang mewah dan bermerek mulai dari pakaian, sepatu, tas, kendaraan hingga perangkat elektronik.
Aug 14, 2017

2,144 views   |   6 shares
  • Media sosial akhir-akhir ini menjadi ajang pamer beberapa orang untuk menunjukkan status sosial mereka, tidak sedikit yang bahkan rela merogoh kocek dalam-dalam hanya untuk mendapat pengakuan status "Kaya Raya". Selama mampu memang tidak ada salahnya dengan kebiasaan tersebut, tetapi menjadi tidak biasa jika dilakukan untuk tujuan pamer oleh orang-orang yang mengaku kaya padahal kenyataan tidak berkata demikian.

  • Adalah social climber julukan untuk mereka-mereka yang ingin menunjukkan "kekayaan" melalui media sosial. Beragam tujuan mereka miliki mulai dari yang hanya untuk iseng, hingga tujuan-tujuan negatif semacam penipuan.

  • Oleh karena itu, agar tidak tertipu ada baiknya kita kenali apa saja ciri-ciri para social climber. Tujuannya tentu bukan untuk memvonis mereka atau kemudian mem-bully, tetapi sebagai pengetahuan dan lebih penting supaya tidak tergoda untuk melakukan kebiasaan serupa.

  • 1. Gemar memamerkan barang-barang mewah dan bermerek

  • Untuk memperkuat kesan mewah para pelaku social climber gemar memamerkan barang-barang mewah dan bermerek mulai dari pakaian, sepatu, tas, kendaraan hingga perangkat elektronik. Akan muncul kepuasaan ketika ada orang lain memberikan komentar dan iri dengan apa yang dimilikinya.

  • 2. Kerap mengunjungi tempat-tempat mewah

  • Sebaiknya jangan buru-buru terpesona ketika ada kenalan kerap mengunggah foto-foto dirinya berada di tempat-tempat prestisius semacam hotel bintang 5, kolam renang mewah, rumah makan terkenal, nongkrong di pusat-pusat perbelanjaan terkenal dan sebagainya. Jika merasa penasaran, tidak ada salahnya memastikan kebenaran tersebut dengan membuntuti ke mana tujuan kenalan berikutnya, tetapi sebaiknya hal tersebut tidak perlu dilakukan.

  • 3. Kerap bergaya bak "penari balet"

  • Agar terlihat elegan di depan kamera tak jarang para pelaku social climber memaksakan diri dengan bergaya bak "penari balet". Bahkan, di beberapa situs tetangga menjuluki mereka dengan sebutan yang tidak kalah sadis "Bertingkah seperti merpati sakit diare". Perilaku demikian mereka lakukan semata-mata ingin tampil sempurna dan membuat orang lain percaya dengan status khayalannya.

  • 4. Bersahabat hanya dengan orang-orang tertentu

  • Para pelaku social climber biasanya hanya senang bergaul dengan orang-orang tertentu saja, tak jarang pula mereka menjadi sahabat hanya ketika seseorang sedang berada di puncak dan kemudian mencampakkanya begitu saja ketika sedang jatuh terpuruk.

  • Advertisement
  • 5. Memposting komentar-komentar inspirasional

  • Kadang mereka mencoba meyakinkan orang lain melalui komentar-komentar inspirasional, sehingga orang lain merasa kagum dan percaya dengan apa yang dimilikinya. Tak jarang pula mereka memamerkan perbuatan-perbuatan amal untuk makin memperkuat kesan bahwa mereka bukan dari golongan yang membutuhkan bantuan.

  • 6. Menutup diri dari pergaulan sosial yang sesungguhnya

  • Agar kedok yang dibangun tidak diketahui oleh orang lain, maka sebisa mungkin para pelaku social climber menolak untuk berinteraksi secara sosial dalam masyarakat pada umumnya. Bahkan, para pelaku social climber menutup diri dari persahabatan dengan teman-teman di sekolah maupun rekan-rekan di tempat kerja.

  • 7. Alergi dengan apa yang dimiliki oleh orang lain

  • Jika mendapati kenalan kerap sirik dengan apa yang dimiliki oleh orang lain, padahal dirinya juga tidak kurang-kurang dengan apa yang dipamerkannya, maka tidak menutup kemungkinan dirinya adalah salah satu pelaku social climber. Kenapa? Umumnya orang yang benar-benar memiliki kekayaan menganggap tidak terlalu penting menunjukkan apa yang dimilikinya, bahkan mengomentari hal-hal yang dimiliki oleh orang lain, orang yang benar-benar memiliki kekayaan tidak akan mudah panik ketika ada kenalan atau sahabat membeli kendaraan baru, tapi bagi para pelaku social climber hal tersebut sudah bisa membuatnya kebakaran jenggot.

Baca, hidupkan, bagikan!

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Kenali ciri-ciri “social climber”; orang-orang yang ingin terlihat kaya di media sosial

Untuk memperkuat kesan mewah para pelaku social climber gemar memamerkan barang-barang mewah dan bermerek mulai dari pakaian, sepatu, tas, kendaraan hingga perangkat elektronik.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr