Marah pada anak boleh saja, tetapi jangan sampai melupakan hal ini setelahnya

Sulit menahan emosi atas tindakan anak? Anda sebagai orangtua pasti pernah mengalaminya. Nah, jangan lupa untuk selalu melakukan hal-hal di bawah ini, setelah Anda dan dia merasa lebih tenang.

6,428 views   |   32 shares
  • Seringkali kita sebagai orang tua suka kelepasan, tidak dapat menahan emosi dan menjadi marah dengan anak. Saya pun menyadari, betapa sakit hati dan kecewanya orangtua setelah memarahi anak. Sebagai orang tua, kita semua pasti tidak ingin melakukan hal tersebut. Namun bagaimanapun, kita juga adalah manusia biasa yang memiliki batas kesabaran.

  • Saya pernah memiliki pengalaman ini. Ketika anak saya terus-terusan menangis sepanjang malam karena sakit, saya yang merasa lelah akhirnya frustrasi dan emosi. Akhirnya saya membentak anak saya yang saat itu masih bayi dan belum mengerti apa-apa. Bukannya diam, dia malah semakin keras menangis. Mungkin karena batinnya menyadari kemarahan saya. Saat itu juga saya merasa sangat kecewa dengan diri sendiri karena memarahi dan menyakiti anak saya yang tidak mengerti apa-apa. Saya merasa seakan menjadi seorang ibu yang buruk dan itu menyakitkan.

  • Pengalaman seperti itu pasti pernah Anda alami juga sebagai orang tua. Saat hal itu terjadi, lakukan hal-hal ini setelahnya:

  • Meminta maaf

  • Akuilah juga bahwa Anda salah karena telah membentak atau memarahinya. Banyak orang tua yang merasa gengsi melakukan hal yang satu ini. Pantang mengucapkan maaf pada anak karena merasa paling benar. Sekalipun Anda marah demi kebaikan anak, jangan pernah lupa untuk meminta maaf karena jika tidak maka hal itu akan berdampak pada psikologis anak. Anak bisa saja memendam rasa benci atau dendam terhadap Anda dan trauma ini bahkan dapat berlanjut hingga mereka dewasa nanti.

  • Mencium dan memeluknya

  • Ciuman dan pelukan adalah bahasa cinta yang meskipun tidak diucapkan namun dapat dirasakan. Anak akan tetap merasakan cinta Anda, sekalipun Anda telah memarahinya.

  • Berikan dia kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya

  • Jika anak sudah mengerti atau dewasa, berikan mereka kesempatan untuk menjelaskan atau mengungkapkan perasaannya. Sekalipun salah, Anak juga ingin didengarkan dan dimengerti. Bagaimanapun pasti ada alasan di balik apa yang mereka lakukan tersebut.

  • Setelah itu, jelaskan kesalahannya

  • Setelah melakukan hal-hal di atas, berikan mereka penjelasan tentang alasan di balik kemarahan Anda. Sama seperti anak yang punya alasan untuk melakukan kesalahan, Anda juga tentu punya alasan untuk marah. Jelaskan pada mereka apa yang jadi kesalahannya dan bagaimana perasaan Anda terhadap itu.

  • Mengembalikan moodnya

  • Untuk mengembalikan mood atau suasana yang damai antara Anda dan anak, jangan lupa untuk memberikan anak 'sogokan' agar perasaannya kembali baik. Misalnya dengan memasakkan atau membelikan makanan kesukaannya, atau mengajaknya nonton film favoritnya, atau melakukan kesenangan lainnya bersama.

  • Advertisement
Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Saya lulus dari Institut Kesenian Jakarta, dengan Jurusan Musikologi. Kebahagiaan saya adalah membangun rumah tangga harmonis bersama suami dan bersamanya membesarkan putra semata wayang kami. Menjadi guru musik dan dapat berbagi pengalaman hidup dengan menulis adalah kegemaran saya.

Marah pada anak boleh saja, tetapi jangan sampai melupakan hal ini setelahnya

Sulit menahan emosi atas tindakan anak? Anda sebagai orangtua pasti pernah mengalaminya. Nah, jangan lupa untuk selalu melakukan hal-hal di bawah ini, setelah Anda dan dia merasa lebih tenang.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr