Jangan mainkan semua peran, suatu saat kita akan meninggalkan anak-anak

Jikalau bala bantuan selalu datang, maka anak-anak akan menjadi manja. Anak-anak tidak akan memiliki keterampilan ketika suatu hari tiba-tiba “bencana” sesungguhnya datang.

1,147 views   |   12 shares
  • Anda tidak akan pernah mengetahui bahagianya menjadi orangtua sebelum benar-benar menjadi orangtua. Ungkapan barusan menggambarkan kepada kita betapa tugas serta tanggung jawab sebagai orangtua adalah pekerjaan terbaik di dunia ini.

  • Ketika anak-anak lahir ke dalam dunia, maka kita memasuki sebuah masa yang akan membawa kita ke dalam periode pengasuhan. Kita akan melihat bagaimana anak-anak tumbuh, belajar, meniti karier dan akhirnya membangun rumah tangga. Semua itu adalah mukjizat serta keajaiban yang akan membuat kita selalu bersyukur telah diberi kesempatan menjadi orangtua.

  • Memang ada kalanya kita merasa khawatir dengan apa yang ada dalam kehidupan ini. Beragam kejadian serta pengalaman pahit yang pernah kita alami semoga tidak terjadi terhadap anak-anak kita. Oleh karena itu, kadang kita akan melakukan berbagai macam cara untuk memastikan anak-anak jangan sampai mengalami kemalangan yang mungkin pernah kita hadapi.

  • Seorang psikolog dan konsultan senior, Universitas Indonesia, Elly Risma, mengatakan "Kita tidak pernah tahu anak-anak akan terlempar ke bagian bumi yang mana nanti, maka izinkan mereka belajar menyelesaikan masalahnya sendiri." Janganlah memainkan semua peran untuk anak, maksudnya: Ya menjadi ayah, ibu, tukang masak, asisten rumah tangga, supir dan sebagainya. Anda bukan anggota tim tanggap darurat, anak Anda tidak sedang dalam bahaya, tidak pula ada sinyal minta pertolongan (SOS) darinya, jadi jangan terlalu memaksakan diri untuk selalu membantu dan ikut campur dalam setiap urusan dalam kehidupan anak-anak kita, ujar Elly.

  • Lebih lanjut Elly menjelaskan. Ketika anak Anda mengeluh karena mainannya rusak, maka jangan langsung menjawab "Sini ayah/ibu bantu memperbaiki!". Ketika anak kesulitan membuka tutup minuman, Anda langsung mengambil alih "Sini mama saja yang buka!" atau ketika anak kesulitan mengikat tali sepatunya Anda pun tidak tega dan langsung membantunya.

  • Jika situasi semacam ini terus berlanjut, maka akan muncul pertanyaan, "Kapan anak Anda bisa mandiri?"

  • Jikalau bala bantuan selalu datang, maka anak-anak akan menjadi manja. Anak-anak tidak akan memiliki keterampilan ketika suatu hari tiba-tiba "bencana" sesungguhnya datang dan Anda kebetulan sedang tidak berada di dekatnya.

  • Ayah dan Bunda, berikan kepada anak-anak kita kesempatan untuk mengatasi sendiri tantangan yang sedang dihadapinya. Berikan kepada mereka kesempatan untuk menemukan solusi bagi diri mereka sendiri.

  • Ada banyak keahlian yang harus mereka kuasai, seperti: Kemampuan mengatasi stres, menyelesaikan masalah dan kemudian mencari solusinya. Hal-hal semacam ini wajib dikuasi anak-anak sebelum mereka benar-benar beranjak dewasa. Kemampuan semacam ini butuh waktu, tidak bisa dikuasi dalam waktu sekejap.

  • Advertisement
  • Kemampuan untuk menyelesaikan persoalan dan bertahan ketika kesulitan demi kesulitan menghadang akan membentuk karakter anak-anak. Kualitas mereka ditempa seiring bertambahnya usia, hingga akhirnya mereka dengan percaya diri mampu mandiri bahkan mungkin menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang serupa.

  • Mungkin dari Anda ada yang menyanggah dan mengatakan "Apa salahnya jika saya membantu anak-anak?" Memang tidak ada yang salah, itu merupakan hak prerogatif Anda sebagai orangtuanya. Akan tetapi, jika setiap saat Anda selalu bergegas menyelematkan anak-anak dari kesulitan hidup, secara tidak langsung Anda telah membentuk buah hati Anda menjadi ringkih dan mudah hancur."

  • Oleh karena itu, izinkanlah anak-anak belajar melewati dan mengatasi sendiri kesulitan hidup. Biarkanlah anak-anak menangis, biarkan mereka merasa kecewa, putus asa dan frustrasi. Cobalah untuk menahan diri sejenak untuk menjadi "ibu peri" bagi mereka yang selalu setiap saat ada guna membantu dan menyelesaikan segala persoalan yang sedang mereka hadapi.

  • Memang sulit untuk tidak mengintervensi, naluri sebagai orangtua akan lebih dominan dan membuat Anda tidak tega ketika menyaksikan anak-anak menderita.

  • Akan tetapi, sadari bahwa apa yang Anda lakukan hari ini sangat menentukan bagaimana karakter serta masa depan dari anak-anak Anda di masa depan. Hidup memang tidak mudah, masalah demi masalah akan selalu ada. Berkacalah terhadap diri Anda sendiri, anak-anak harus mampu melewati semua kesulitan ini. Ketika tiba masa bagi kita untuk pergi dari dunia, setidaknya kita boleh merasa tenang dan lega karena telah mengajarkan kepada mereka apa itu ketegaran hati.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Jangan mainkan semua peran, suatu saat kita akan meninggalkan anak-anak

Jikalau bala bantuan selalu datang, maka anak-anak akan menjadi manja. Anak-anak tidak akan memiliki keterampilan ketika suatu hari tiba-tiba “bencana” sesungguhnya datang.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr