Beragam jenis refleks bayi yang wajib dipahami orangtua

Setiap periode tumbuh kembang seorang bayi sangat menarik untuk dipelajari. Refleks-refleks yang mereka tunjukkan juga bisa menjadi indikator apakah seorang bayi tumbuh dengan normal atau tidak.

2,107 views   |   4 shares
  • Pernahkah Anda menyaksikan seorang bayi kaget secara tiba-tiba padahal suasana saat itu sedang tenang atau pernahkah Anda melihat seorang bayi tiba-tiba membuka mulutnya lebar-lebar padahal ibunya hanya menyentuh bagian pipi dan bibirnya?

  • Kejadian unik tersebut merupakan bentuk-bentuk refleks pada bayi. Menurut Berk, Laura. E, dalam bukunya berjudul Child Development, 8th. USA, Pearson, 2009, mengatakan "Refleks pada bayi baru lahir bisa beraneka macam. Refleks-refleks tersebut sangat primitif dan merupakan bagian dari persiapan bayi dalam menghadapi masa-masa adaptasi terhadap lingkungan barunya. Refleks yang ditunjukkan oleh bayi baru lahir juga dapat membantu orangtua tetap merasa nyaman terhadap bayinya, sebab refleks yang ditunjukkan akan mendorong bayi untuk mengendalikan diri dalam upaya menerima dan menanggapi stimulasi maupun rangsangan dari sekitarnya."

  • Ada beragam jenis refleks bayi dan pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit mengulas beberapa di antaranya. Orangtua perlu memahami hal ini, sehingga diharapkan tidak perlu merasa panik ketika melihat bayinya melakukan gerakan "aneh" secara tiba-tiba.

  • 1. Reflex Moro

  • Adalah gerakan terkejut yang muncul ketika bayi mendengar suara keras, saat ibu melakukan gerakan secara tiba-tiba, bahkan saat suasana sedang tenang dan tidak ada apa pun di sekitar yang mengganggu. Ketika menunjukkan reflex moro, kaki dan tangan bayi bergerak secara bersamaan, bahkan ketika ibu menyodorkan tangannya bayi akan langsung menggenggamnya erat-erat. Untuk menenangkannya, ibu bisa menepuk bagian pantat atau punggung bayi dengan lembut, membelainya dan sambil berbisik sssh..sshh...sshhh.

  • 2. Reflex Rooting

  • Adalah gerakan bayi untuk memperoleh makanan. Saat daerah di sekitar bibir, pipi dan hidung bayi disentuh secara refleks bayi akan langsung membuka mulutnya lebar-lebar, bayi juga kadang menengok ke kanan dan ke kiri mengikuti dari mana arah datangnya sentuhan dan berusaha menemukan sesuatu untuk dihisap.

  • 3. Reflex Sucking

  • Adalah gerakan refleks menghisap yang umum dialami oleh bayi baru lahir. Selain puting susu ibu, apapun akan dihisap oleh bayi baru lahir termasuk jari tangan, empeng bayi dan karet botol susu.

  • 4. Reflex Stepping

  • Adalah gerakan refleks melangkah ketika telapak kaki bayi menyentuh permukaan yang keras, gerakan ini akan menghilang dengan sendirinya seiring dengan kemampuan bayi berjalan yang biasanya diawali proses merangkak, berdiri dengan bantuan, merambat dengan bantuan dan akhirnya melangkah tanpa bantuan.

  • Advertisement
  • 5. Reflex Grasping

  • Adalah gerakan refleks menggenggam ketika telapak tangan bayi memperoleh stimulus dari benda-benda di sekelilingnya. Banyak yang percaya reflex grasping merupakan salah satu metode pertahanan bayi dari bahaya. Reflex grasping akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia dan selanjutnya respons menggenggam akan lebih dipenggaruhi oleh kemampuan visual bayi yang semakin meningkat.

  • 6. Reflex Crawling

  • Adalah gerakan merangkak yang ditunjukkan oleh bayi ketika orangtua berusaha menengkurapkan posisi bayi. Gerakan ini masih dipengaruhi oleh insting bayi ketika dirinya masih berada di dalam perut ibu. Reflex crawling akan hilang dengan sendirinya seiring berkembangnya kemampuan bayi untuk menggerakan anggota tubuhnya, terutama ketika bayi sudah mampu menggerakkan tubuh seperti miring ke kanan dan ke kiri.

  • 7. Reflex Swallowing

  • Adalah gerakan menelan ketika mulut bayi memperoleh rangsangan dari benda-benda di sekitarnya, refleks ini memiliki tujuan untuk membantu bayi mempelajari kemampuan menelan ketika masa MPASI telah tiba.

  • Setiap periode tumbuh kembang seorang bayi sangat menarik untuk dipelajari. Refleks-refleks yang mereka tunjukkan juga bisa menjadi indikator apakah seorang bayi tumbuh dengan normal atau tidak. Jika orangtua merasa refleks yang ditunjukkan oleh buah hatinya sangat sedikit atau menetap meskipun bayi telah bertambah usia, maka konsultasikan ke dokter anak supaya bisa memperoleh penanganan dengan segera.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Beragam jenis refleks bayi yang wajib dipahami orangtua

Setiap periode tumbuh kembang seorang bayi sangat menarik untuk dipelajari. Refleks-refleks yang mereka tunjukkan juga bisa menjadi indikator apakah seorang bayi tumbuh dengan normal atau tidak.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr