Mengajarkan anak berinvestasi lewat permainan monopoli

Percaya atau tidak, permainan monopoli ternyata dapat mengajarkan kita cara berinvestasi. Latihlah dengan cara sederhana ini pada anak Anda.

152 views   |   shares
  • Mengajarkan berinvestasi kepada anak sejak dini, tidak sesusah yang dibayangkan. Anda dapat menggunakan belajar sambil bermain, misalnya lewat permainan monopoli. Ini adalah permainan papan (board game) yang menarik dan dapat mengasah otak. Permainan ini digemari dan banyak dimainkan orang-orang di seluruh dunia, mulai yang muda -sejak usia 6 tahunan- hingga yang tua.

  • Dalam permainan monopoli, semua pemain harus berusaha menguasai setiap petak di atas papan dengan melakukan transaksi pembelian, penyewaan dan pertukaran properti (tanah, rumah, hotel dan bangunan lainnya). Mengapa saya bilang mengasah otak, karena permainan ini membutuhkan strategi serta pemahaman akan sistem ekonomi agar bisa menjadi pemenang yang kaya raya.

  • Percaya atau tidak, permainan monopoli ternyata dapat mengajarkan cara berinvestasi. Jika mengajarkan permainan ini kepada anak sejak usia dini, mereka akan memperoleh pemahaman tentang berinvestasi seperti di bawah ini:

  • 1. Berinvestasi memerlukan modal

  • Pelajaran pertama yang akan diperoleh anak melalui permainan monopoli adalah, setiap investasi pasti memerlukan modal. Di awal permainan monopoli, setiap pemain akan mendapatkan modal untuk nantinya dipakai berinvestasi membeli properti yang ada di setiap papan. Besar ataupun kecilnya sebuah investasi, tetap memerlukan modal di awalnya. Anda bisa sambil mengajarkan anak untuk sedapat mungkin tidak berhutang di awal untuk modal.

  • 2. Berinvestasi pada hal yang disukai

  • Berinvestasi juga sebaiknya pada sesuatu yang disukai agar dapat digarap dengan maksimal. Misalnya saat bermain monopoli, anak membeli negara yang tidak disukainya, maka saat perlu berinvestasi dia akan malas untuk membangun negara tersebut karena bukan negara kesukaannya. Sama halnya dengan makanan, jika kita tidak menyukai makanan tersebut, tentu tidak ingin memakannya kan? Sama halnya dengan berinvestasi, ajarkan anak untuk kelak berinvestasi atas hal yang mereka sukai dan inginkan.

  • 3. Berinvestasi untuk jangka panjang

  • Tujuan dari permainan monopoli adalah dengan menjatuhkan atau membuat bangkrut lawannya dan menjadi yang paling sukses di antara semuanya. Untuk menjadi paling kaya, diperlukan strategi membeli negara-negara dengan lokasi strategis, memiliki pajak paling mahal dan mengumpulkan sebanyak mungkin negara lalu membangunnya. Sehingga ketika pemain lain melewati negara Anda, mereka perlu membayar uang sewa yang besar (ini seperti membayar pajak masuk ke sebuah negara). Hal ini dapat mengajarkan anak untuk jeli melihat peluang atau keuntungan di masa depan. Jadi ingatkan kembali saat anak berinvestasi nantinya, mereka juga perlu memikirkan jangka panjangnya.

  • Advertisement
  • 4. Berinvestasi juga perlu bijak mengelola uang

  • Untuk berinvestasi juga diperlukan manajemen keuangan yang baik. Selain berinvestasi, pemain juga perlu menyimpan uang dan mengelolanya dengan baik sambil menyusun strategi untuk kemungkinan terburuk. Seperti halnya dalam permainan monopoli, jika hanya terus-terusan berinvestasi tanpa menyimpan uang atau tabungan maka saat Anda harus berhenti di negara lawan Anda tidak dapat membayar denda sehingga aset Anda dapat diambil bank. Sama halnya investasi, jika Anda bangkrut dan tidak dapat membayar utang maka investasi yang telah Anda lakukan bisa saja ludes disita atau terpakai untuk membayar utang. Ingatkan anak untuk selalu bijak mengelola uangnya saat berinvestasi.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Ezra adalah seorang suami yang bekerja dalam bidang digital marketing di sebuah perusahaan asing. Dia menggemari olahraga, traveling, membaca, menonton film, teknologi dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ikuti akun Twitternya di .

Mengajarkan anak berinvestasi lewat permainan monopoli

Percaya atau tidak, permainan monopoli ternyata dapat mengajarkan kita cara berinvestasi. Latihlah dengan cara sederhana ini pada anak Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr