Berkomunikasi dengan Baik dan Benar

Rumah kita hendaknya menjadi tempat berlindung dari kata-kata kasar, bukan tempat di mana cemoohan, baik bercanda maupun bertengkar, ditolerir.

1,586 views   |   shares
  • Pernahkah Anda berteriak pada air?

  • Mungkin tidak, tetapi bagi ilmuwan Jepang, Masaru Emoto, berteriak ke arah air hanyalah bagian dari penelitiannya. Dalam studinya, dia menemukan bahwa kata-kata positif seperti, “cinta,” “damai,” dan “terima kasih” membentuk formasi es yang indah. Dia juga menerima hasil serupa setelah berdoa di atas molekul air dan bermain musik yang menggembirakan.

  • Namun, ketika mengatakan kata-kata yang kasar dan negatif ke arah air, Emoto menemukan bahwa molekul yang terbentuk kacau dan tidak teratur. Meskipun penelitiannya masih bersifat teori, Emoto mengklaim dari hasilnya, “Itu bisa saja kombinasi sederhana dari hidrogen dan oksigen, tetapi seluk-beluk air adalah jauh lebih kompleks.”

  • Air membentuk hingga 60 persen tubuh orang dewasa. Pada bayi baru lahir, air membentuk hingga 75 persen. Jika kata-kata Anda dapat menciptakan kombinasi molekul air yang indah atau kacau, bayangkan apa yang dapat kata-kata lakukan terhadap anggota keluarga Anda. Selain merasa terpengaruh oleh jumlah air dalam tubuh, manusia juga punya emosi yang rapuh, yang dapat terluka ketika kata-kata menyakitkan tertuju kepada mereka.

  • Dalam momen penuh tekanan, sangatlah mudah untuk larut dalam emosi dan menyakiti orang-orang terkasih kita tanpa benar-benar memikirkan akibatnya. Ungkapan lama “kayu dan batu dapat mematahkan tulangku, tetapi kata-kata tidak akan menyakitiku” sebenarnya tidak berlaku bagi kebanyakan orang. Lama setelah perban dilepas dari lengan yang patah, kata-kata ejekan dari taman bermain dapat terus menyengat di hati.

  • Rumah kita hendaknya menjadi tempat berlindung dari kata-kata kasar, bukan tempat di mana cemoohan, baik bercanda maupun bertengkar, ditolerir.

  • Ketika pertengkaran terjadi, adalah bijaksana untuk berusaha menyelesaikannya dengan diskusi damai. Baru-baru ini, seorang polisi di Rochester, N.Y. memulai terobosan baru ketika dia mengirimkan surat-surat kepada anggota geng, dengan sopan meminta mereka untuk menghentikan kegiatan ilegal mereka. Meskipun dampak surat-surat ini tidak diketahui, komunikasi terbuka untuk berdamai dengan orang-orang di sekitar kita sangatlah penting.

  • Advertisement
  • Apa pun tantangan yang keluarga Anda hadapi sekarang, duduklah dan bahaslah bersama. Namun, pastikan Anda berhati-hati memilih kata-kata Anda. Masalah pernikahan. Anak-anak tidak jujur. Anak remaja yang bergumul dengan depresi. Semua masalah ini dapat diatasi dengan bantuan komunikasi yang penuh kasih dan kesabaran.

  • Ada video yang memperlihatkan seorang wanita yang mengganti tulisan pada papan seorang tunawisma. Alih-alih berbunyi, “Saya buta, tolong saya,” wanita ini menulis, “Ini hari yang indah dan saya tidak bisa melihatnya.”

  • Setelah tulisan pada papan tunawisma itu diganti, banyak orang yang lewat memberikan uang receh. Tersentuh karena tunawisma ini tidak dapat menikmati indahnya hari, orang-orang memutuskan untuk memberinya uang. Jika papan itu hanya bertuliskan, “Saya buta,” orang-orang pasti akan terus berjalan. Ini adalah contoh luar biasa bagaimana perkataan kita, ketika dipikirkan dengan baik-baik, dapat menjadi sangat berpengaruh.

  • Lain kali Anda berkomunikasi dengan keluarga Anda, berbicaralah dengan pelan dan pilihlah kata-kata yang tepat. Baik Anda menulis surat cinta untuk suami Anda, maupun mendisiplinkan anak remaja yang memberontak, nyatakan kasih alih-alih cemoohan yang menyakitkan. Ini akan membantu Anda memperlihatkan perasaan Anda dan menjadi pembawa damai di rumah Anda.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli “Words matter Carefully crafting communication” oleh Alysa Kleinman.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Alysa Kleinman is a journalism student at Brigham Young University and an intern at Deseret Digital Media.

Berkomunikasi dengan Baik dan Benar

Rumah kita hendaknya menjadi tempat berlindung dari kata-kata kasar, bukan tempat di mana cemoohan, baik bercanda maupun bertengkar, ditolerir.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr