Lima Hal Sederhana untuk Pernikahan Bahagia

Hal-hal yang sederhana yang kadang sering terlupa, tanpa kita sadari ternyata bisa memperkuat pernikahan kita.

34,416 views   |   85 shares
  • Usia pernikahan saya dan suami saya belumlah lama, belum genap 5 tahun. Dan banyak yang mengatakan istilahnya sekolah belum lulus kelas dasar. Apalagi kami belum memiliki anak, status kami masih dikatakan bulan madu, walaupun sudah hitungan tahun menikah. Tetapi yang mengherankan, sering sekali saya mendapat pertanyaan dari beberapa teman yang sudah menikah jauh lebih lama, atau malah dari mereka yang masih lajang. Pertanyaan yang sering membuat saya tertawa bingung sejujurnya. Mereka bertanya tentang apa sih resep dari pernikahan yang bahagia. Percayalah, sampai sekarang saya sendiri masih mencari resep pernikahan yang paling jempolan karena menurut saya proses untuk membentuk suatu pernikahan yang bahagia itu bukan karena resep tertentu, itu di bangun dari pembelajaran, dari menjalani pernikahan itu sendiri, dan saya yakin hal itu berbeda bagi masing-masing orang.

  • Hanya saja, meski saya tidak tahu resep untuk pernikahan bahagia, pertanyaan dari teman-teman saya itu membuat saya memikirkan tentang apa yang penting untuk sebuah pernikahan yang sehat, yang bahagia. Izinkan saya membagikan pemikiran saya meski saya sendiri juga masih terus belajar untuk membangun sebuah pernikahan yang bahagia. Berikut adalah lima hal sederhana yang menurut saya adalah penting untuk sebuah pernikahan yang bahagia dan langgeng:

  • Rasa hormat dan menghargai terhadap pasangan

  • Mari kita lewatkan perasaan cinta, karena asumsi kita semua sudah tidak asing dengan hal itu. Saya akan lebih berfokus pada saling menghargai dan menghormati. Terkadang itu terlupakan. Saling menghormati termasuk juga dengan tutur kata kita. Jangan sampai karena kita menganggap pasangan kita bukan "orang lain" , kita jadi tidak menjaga bahasa dan perkataan kita. Terkadang sebuah pertengkaran dimulai dari perkataan yang tanpa sadar menyinggung. Bukannya saya menyarankan untuk menggunakan bahasa formal atau kata-kata yang tertata dan menurut ejaan yang disempurnakan dengan pasangan kita, tetapi jagalah agar kata-kata kita tidak menyinggung atau menyakiti pasangan kita. Menghormati juga termasuk sikap dan perilaku kita. Sangat tidak baik jika salah satu dari pasangan merasa lebih superior dari yang lain. Perlu diingat bahwa suami dan istri itu kedudukannya sejajar. Meski memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda, tetapi satu sama lain tidak ada yang lebih penting atau kurang penting.

  • Berbicara berdua

  • Komunikasi adalah hal yang krusial dalam pernikahan. Bicarakan semua hal bersama. Bahkan ketika salah satu dari pasangan kita bukanlah orang yang suka berbicara. Ketika kita berusaha untuk menjadikan bicara sebagai sebuah kebiasaan, bahkan seorang yang pendiam pun lama kelamaan akan terbiasa untuk berbagi pemikiran dan cerita. Saya mengalaminya. Saya dan suami adalah 2 tipe yang berbeda, saya suka berbicara. Bahkan berbicara hal yang tidak penting dan random sekalipun. Sebaliknya suami saya tipe pendengar yang tidak suka bicara. Memang membutuhkan proses, tetapi lama kelamaan kami mulai membangun kebiasaan untuk saling bercerita dan mendengarkan cerita. Suami saya belajar untuk sedikit lebih banyak bicara dan membuka diri, dan saya belajar untuk mendengar dan sedikit mengerem cerocosan saya, memberi kesempatan kepadanya untuk berbicara. Dengan berbicara, kita akan tahu apa yang disukai, apa yang tidak. Apa yang membuat nyaman, apa yang tidak. Apa yang sedang dipikirkan, dirasakan, dihadapi ketika sedang tidak bersama. Dan hal itu menghindari kesalahpahaman yang bisa menjurus ke pertengkaran.

  • Advertisement
  • Berkencan atau menghabiskan waktu berdua

  • Ini adalah hal yang sering terlupakan atau mungkin sengaja tidak dilakukan lagi oleh pasangan yang sudah menikah. Apalagi ketika sudah ada anak-anak yang semakin membuat ide untuk berduaan semaikn mustahil kecuali ketika berada di kamar. Padahal hal ini bisa menjadi hal yang penting untuk menjaga romantisme dalam pernikahan. Ingatkah kita, sebelum menikah, sesibuk apa pun kita akan meluangkan waktu untuk berkencan . Walau kadang itu hanya berupa duduk di beranda rumah dan mengobrol. Dan bagaimana bahagianya ketika melakukan hal itu. Itulah tujuannya, mengingatkan betapa kita bahagia untuk menghabiskan waktu dengan pasangan. Terkadang rutinitas kita dan pasangan yang sama-sama padat membuat kita lupa betapa bersyukurnya kita memiliki satu sama lain. Mungkin bagi Anda yang sudah memiliki anak, apalagi yang masih kecil dan lebih dari satu, akan segera menggelengkan kepala untuk ide berkencan berdua. Entah itu karena alasan tidak bisa meluangkan waktu, atau tidak tega meninggalkan anak-anak Anda. Bahkan ada seorang teman saya yang memberi alasan tidak tahu 'mesti ngapain' kalau cuma keluar berdua tanpa anak-anak. Padahal landasan dari keluarga yang kuat adalah pernikahan yang sehat dan pernikahan yang sehat mencakup meluangkan waktu berdua. Dan sebenarnya jika kita mau sedikit berpikir kreatif, kita akan menemukan banyak kencan yang tidak harus dilakukan di luar rumah. Seorang teman yang memiliki 2 orang anak yang masih balita, bercerita bagaimana dia dan suaminya berkencan. Mereka melakukannya 2 minggu sekali. Dan berusaha untuk sebisa mungkin tidak meninggalkan rumah kecuali ada saudara yang datang dan bisa menjaga anak-anak mereka. Terkadang mereka akan menyiapkan di halaman belakang rumah mereka. Di lain waktu, mereka akan mencari film yang bagus dan menontonnya di rumah berdua sambil menikmati popcorn atau es krim. Atau kadang hanya duduk di ruang tamu sambil menikmati susu jahe sambil sang suami bermain gitar. Dan semua itu dilakukan setelah anak-anak mereka tidur. Sekali lagi intinya adalah menghabiskan waktu berdua, hanya berdua dan untuk beberapa saat keluar dari rutinitas rumah tangga.

  • Milikilah waktu prbadi

  • Hal ini sama pentingnya dengan meluangkan waktu untuk berdua. Setiap dari pasanagn butuh untuk berhenti sejenak dan menyegarkan dirinya dengan waktu pribadi. Usahakan untuk bisa memberi pasangan kita waktu pribadinya. Semisal sekali dalam seminggu mungkin si ayah bisa menjaga anak-anak di rumah dan memberi waktu bagi si ibu untuk melakukan apa yang dia suka sendiri. Atau kalau memang itu pun tidak memungkinkan, ambil waktu beberapa menit saja setiap harinya untuk melakukan sesuatu bagi diri Anda sendiri. Semisal bangun lebih pagi sebelum semua penghuni yang lain bangun untuk berjalan selama 10-30 menit di halaman atau di depan rumah. Apa pun kegiatannya, yang terpenting adalah masing-masing dari pasangan memiliki waktu untuk "bernafas", sehingga tidak akan menjadi sumpek yang bisa berujung stres.

  • Advertisement
  • Candaan yang sehat

  • Saya adalah orang yang percaya bahwa beban apa pun akan bisa ditanggung jika hati gembira. Dan saya bersyukur memiliki pasangan yang bisa tertawa bersama saya baik saat sehat ataupun sakit, susah maupun senang, kaya maupun miskin. Bagi saya candaan yang sehat dan menghibur sama pentingnya dengan berbicara. Itu adalah saat kita berbagi tawa dan melepaskan sedikit ketegangan dan beban. Bahkan seandainya sedang menghadapi masalah pun, senyum dan tawa terasa lebih membantu daripada air mata. Hanya perlu diingat untuk tidak bercanda di luar batas. Tetaplah menjaga perasaan pasangan kita. Jangan sampai candaan kita menyakiti perasaanya meskipun itu tidak secara sengaja.

  • Nah, itulah 5 hal sederhana yang menurut saya bisa membantu memperkuat pernikahan. Mungkin bagi orang lain akan berbeda. Mungkin Anda memiliki 5 hal Anda sendiri, tidak masalah. Yang penting adalah lakukan yang terbaik untuk membuat pernikahan kita bahagia.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

It is my sincere desire and hope that my writing will positively influence readers, and help them be better and happier.

Lima Hal Sederhana untuk Pernikahan Bahagia

Hal-hal yang sederhana yang kadang sering terlupa, tanpa kita sadari ternyata bisa memperkuat pernikahan kita.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr