Merasa tertekan karena Anda terpaksa bekerja lebih giat dibandingkan suami?

Pada jaman ini tidak jarang wanita memiliki lebih banyak pekerjaan daripada suaminya; Bila Anda termasuk salah satunya, haruskah terjebak dalam frustrasi?

467 views   |   shares
  • Pada jaman ini tidak jarang wanita memiliki lebih banyak pekerjaan daripada suaminya, bila Anda wanita yang seperti itu apakah Anda harus merasa frustrasi? Lalu ketika Anda sibuk bekerja di luar, siapa yang mengurus rumah tangga? Pembantu, ataukah suami Anda banyak mengatur urusan anak-anak dan pekerjaan rumah tangga lainnya. Bila demikian mengapa Anda harus merasa frustrasi

  • Tetap menghargai jerih payah suami

  • Meski Anda adalah pencari nafkah utama dalam rumah tangga Anda, namun janganlah meremehkan peran suami Anda. Mungkin penghasilannya tidaklah sebesar Anda namun dia tetap adalah kepala keluarga di rumah. Anda juga harus menghargai jerih payahnya di rumah dalam mengurus anak-anak maupun pekerjaan rumah tangga lainnya. Anda hendaknya tetap menaruh rasa hormat kepadanya dan mengajarkan anak-anak untuk menghormatinya sebagai kepala keluarga. Janganlah Anda semena-mena mengambil keputusan besar tanpa meminta pendapatnya. Meski yang akan Anda pakai adalah uang hasil jerih payah Anda sendiri, tetapi tetaplah perlakukan suami Anda sebagai tiang rumah tangga. Uang Anda adalah uang dia dan begitu juga sebaliknya, ini untuk menjaga supaya dia tidak kehilangan harga diri.

  • Mintalah dia mengaji kebutuhan r.t

  • Jika Anda sudah berusaha, namun anggaran belanja tetap morat marit dan Anda beranggapan bahwa dia dapat mengubah hal itu, berembuklah baik-baik dan berikan usulan di mana dia dapat mengubah cara berpikirnya sehingga dia dapat memperoleh pekerjaan yang lebih baik. Tetapi lakukan semua ini secara bijak, jangan sekali-kali bertengkar atau menyinggung harga dirinya. Ajaklah dia menilai kebutuhan rumah tangga Anda dan mintalah usulan bagaimana hal itu dapat diperbaiki.

  • Mintalah nasihat orangtua

  • Jika Anda sudah berusaha berbicara dengan dia namun tidak ada tanggapan yang serius, mintalah bantuan orangtuanya untuk membahas hal ini, mungkin dia akan lebih mendengarkan nasihat mereka. Namun jangan sekali-kali mendesak dia dan meributkan selalu hal ini. Biarkan dia menyadari hal itu dengan sendirinya sesudah Anda atau orangtuanya membahas masalah tersebut bersamanya.

  • Jika Anda tidak dapat mengubahnya

  • Apa boleh buat, janganlah putus asa, usahakan sendiri untuk mencari jalan keluar bagi rumah tangga Anda. Berdoalah agar dia sadar dan memahami kesulitan Anda. Jangan memaksakan kehendak Anda, bersabarlah saja dan percayalah jika dia mencintai Anda dia akan mencari jalan keluar dan tidak akan membiarkan Anda sendirian berjuang mati-matian.

  • Advertisement
  • Tetap mencintainya

  • Peliharalah cinta Anda pada saat-saat Anda menghadapi kesulitan keuangan atau kesulitan lainnya. Tidak ada yang lebih bermanfaat dalam rumah tangga Anda selain hubungan yang harmonis antara suami istri. Karena itu ketika menghadapi persoalan Anda dan pasangan Anda perlu bernegosiasi dan mencari jalan keluar bersama. Perkawinan adalah usaha bersama untuk mencapai goal kebahagiaan berumahtangga. Janganlah menyerah begitu saja ketika menghadapi kesulitan-kesulitan. Tekad untuk menegakkan bahtera kehidupan bersama ditambah anak-anak yang sudah ada akan memperkuat keputusan Anda dalam mengarungi samudra rumah tangga.

  • Iman

  • Kehidupan beragama akan membantu Anda mengatasi kesulitan hidup, entah dalam hal keuangan maupun dalam hal apa saja. Jika Anda mengandalkan perkawinan Anda pada Tuhan YME Anda akan lebih sabar dan tawakal. Tidak ada masalah yang terlalu besar untuk diatasi bila Anda bersandar kepada Allah.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Merasa tertekan karena Anda terpaksa bekerja lebih giat dibandingkan suami?

Pada jaman ini tidak jarang wanita memiliki lebih banyak pekerjaan daripada suaminya; Bila Anda termasuk salah satunya, haruskah terjebak dalam frustrasi?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr