Sudahkah Anda mempersiapkan anggaran Lebaran untuk keluarga kecil Anda dengan cerdas dan tepat?

Gunakan uang THR dengan bijak. Waspadai konsumerisme sebagai musuh besar Anda.

432 views   |   3 shares
  • Bulan ini, tiga huruf yang paling dinanti adalah THR. Ya, tunjangan hari raya bagi mereka yang merayakan Idul Fitri adalah "rezeki nomplok" dan "bahan bakar" Anda menghadapi hari raya. Dibagikan paling lambat 7 hari sebelum Lebaran, pertambahan pundi-pundi Anda setidaknya sebesar satu bulan gaji pokok ini kerap menyilaukan mata siapa yang menerimanya.

  • Apalagi, sudah menjadi rahasia umum, menjelang Lebaran, hampir semua orang mendadak meningkat drastis dalam segi pola konsumsi. Tak heran, obral dan diskon bertebaran di mana-mana, dan banyak pedagang yang meraup untung dengan mudah di masa emas ini.

  • Supaya Anda dapat memanfaatkan dana Lebaran dengan sebijak mungkin, mari susun anggaran Lebaran dengan cerdas untuk keluarga kecil Anda.

  • 1. Sisihkan untuk zakat

  • Sebagai salah satu kewajiban seorang muslim dan muslimah, begitu Anda menerima THR maka kewajiban zakat adalah yang menjadi prioritas utama. Zakat fitrah yang paling utama diperhitungkan senilai 2,5 kg dari beras yang biasa Anda konsumsi. Selain itu, Anda dapat menambahkan infak dan sedekah untuk membantu kaum yang tidak mampu. Anda dapat menyalurkan zakat secara langsung atau melalui lembaga lain seperti mesjid dan badan amil zakat terpercaya. Indahnya berbagi rezeki adalah cara terbaik untuk bersyukur atas karunia yang dilimpahkan Tuhan kepada kita.

  • 2. Investasi dan pelunasan hutang sebelum berbelanja

  • Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan masa depan. Setidaknya, ambil 10 persen dari THR Anda untuk menambahkan dana investasi. Anda dapat memilih berbagai instrumen sesuai tujuan investasi Anda. Beberapa yang dapat Anda pilih :

    • Tabungan untuk menyisihkan dana Idul Adha yang akan datang kurang lebih 2 bulan lagi

    • Tabungan dana darurat yang idealnya nanti berisi minimal 6 kali gaji pokok bulanan Anda

    • Menambahkan dana pada reksadana Anda (top-up) atau menambahkan produk reksadana baru dalam portofolio Anda

  • Selain itu, gunakan tambahan pundi Anda untuk melunasi sebagian atau seluruh hutang Anda. Anda dapat menambahkan pembayaran cicilan KPR, melunasi hutang kartu kredit, pembayaran angsuran konsumsi lainnya, setidaknya ekstra satu bulan lebih cepat. Semakin besar Anda menyisihkan uang untuk pos ini, maka semakin selamat Anda dari ancaman konsumtif berlebihan di bulan suci.

  • Advertisement
  • 3. Amankan pengeluaran rutin bulanan

  • Terlalu bergembira melihat saldo rekening yang menggemuk, tiba-tiba Anda lepas kendali dan melupakan hal yang penting. Gajian bulan berikutnya masih lama dan Anda sudah habis-habisan berbelanja, padahal pengeluaran bulanan belum terpenuhi seluruhnya. Amannya, gandakan anggaran rutin bulanan Anda, seperti pembayaran listrik, air, telepon, belanja kebutuhan sehari-hari, termasuk pembayaran uang sekolah anak.

  • 4. Menyiapkan THR untuk para pekerja

  • Jika Anda memperkerjakan orang lain, seperti asisten rumah tangga (ART), supir pribadi, pengasuh anak, atau tukang kebun, maka Anda perlu menyisihkan anggaran untuk memberikan THR kepada mereka. THR ini biasanya berupa dua jenis, uang senilai satu bulan gaji dan bingkisan lebaran (kue-kue, peralatan ibadah, atau pakaian). Bila dihitung, besarannya termasuk tidak sedikit. Namun, ini adalah hak mereka yang perlu Anda persiapkan. Perhitungkan juga ongkos perjalanan mereka untuk kembali ke rumah Anda, apabila Anda belum menyisihkannya di bulan sebelumnya.

  • 5. Dana mudik yang terorganisir

  • Baiknya, Anda tidak mendadak mempersiapkan dana mudik Lebaran, mengingat jumlahnya yang rawan membengkak. Untuk transportasi, jika Anda menggunakan sarana umum, Anda dapat membeli tiket jauh hari, sehingga mendapatkan harga normal, bukan harga berlipat yang terkena tuslah. Begitu pula dengan akomodasi, apabila Anda harus menginap di hotel atau penginapan. Manfaatkan diskon yang diberlakukan di beberapa situs pemesanan atau Anda dapat menyewa akomodasi dengan harga yang lebih bersahabat dengan membaginya bersama beberapa keluarga dan sanak saudara. Prita Ghozie dari ZAP Finance, menyarankan penggunaan dana tidak lebih dari 20 persen THR untuk alokasi anggaran mudik. Oleh karena itu, untuk menambal kekurangan, Anda dapat membuat pos mudik dari bulan-bulan sebelumnya, sehingga Anda memiliki cadangan dana jika terjadi keadaan darurat dalam perjalanan.

  • 6. Bingkisan dan "salam tempel" untuk kerabat

  • Sebuah tradisi yang melekat di Nusantara, memberikan uang kepada sanak saudara, terutama anak-anak. Dengan nama salam tempel, karena untuk mendapatkannya anak-anak wajib bersalaman dahulu dengan sang pemberi yang dituakan. Meskipun nominal per orang tidak besar, namun bayangkan jika ada hingga 20 anak yang harus Anda berikan salam tempel ini. Ditambah lagi, hantaran Lebaran untuk kerabat yang dikunjungi. Anda dapat membeli sebagian hantaran pada bulan sebelumnya, saat harga belum melambung tinggi. Pilih barang yang cukup tahan lama, seperti kue kering dan peralatan ibadah. Atau, Anda dapat membuat sendiri makanan Lebaran tersebut guna menghemat pengeluaran.

  • Advertisement
  • 7. Belanja tersier bila perlu

  • Langkah paling tepat adalah menempatkan pos belanja tersier pada akhir penyusunan anggaran. Berapapun yang tersisa dari 6 pos di atas, itulah jatah belanja Anda. Namun ingat, meskipun jumlah uang tunai yang tersisa terbatas, bukanlah menjadi pembenaran Anda dapat leluasa menggesek kartu kredit Anda untuk jatah belanja tambahan. Lebaran harus dilalui dengan segala barang yang serba baru. Padu padankan pakaian lama Anda yang masih baik dan layak pakai. Jika Anda ingin membeli sesuatu, batasi pada satu jenis barang dan utamakan yang mudah dipadu padankan serta dapat bertahan lama pemakaiannya.

  • Soal tahan-menahan dan mengendalikan diri, ini adalah sebuah karakter yang perlu selalu dipupuk, tak hanya kala berpuasa saja. Bijaksana mengelola keuangan keluarga akan membawa ketentraman dan kenyamanan di hari kemenangan, dimana Anda mengalahkan hawa nafsu bernama konsumerisme.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Sudahkah Anda mempersiapkan anggaran Lebaran untuk keluarga kecil Anda dengan cerdas dan tepat?

Gunakan uang THR dengan bijak. Waspadai konsumerisme sebagai musuh besar Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr