Mengapa Hutang Kartu Kredit Begitu Mengerikan

Suku bunga kartu kredit, tidak sama seperti suku bunga deposito yang bisa dikurangi. Hal ini efektif membuatnya lebih mahal.

6,016 views   |   3 shares
  • Kartu kredit itu menakjubkan. Sebuah kartu kredit mampu menyelamatkan kehidupan anda. Tanpa harus membawa uang, Anda bisa membeli sesuatu – hampir apa saja – pada saat Anda membutuhkannya. Jika hal tersebut terjadi kepada seseorang yang perlu ambulans, secara harfiah kartu kredit mampu menyelamatkan nyawanya. Tetapi, hutang yang terkumpul sebagai hasil pembelian dengan menggunakan kartu kredit bisa menjatuhkan Anda layaknya sebuah jangkar.

  • Karena kartu kredit sangat mudah untuk diperoleh dan sangat mudah digunakan, kartu kredit tampak tidak berbahaya – bahkan justru membantu. Banyak orang menggunakan kartu kredit sesekali untuk rekreasi atau untuk belanja di hari besar dan mengatur pembayaran hutangnya setiap tahun sebelum tahun berikutnya bergulir (Seharusnya dengan menyimpan uang di muka alih-alih menggunakan kartu kredit justru akan menghemat uang yang terbuang percuma untuk membayar bunga setiap tahun). Kebanyakan orang keadaannya lebih buruk.

  • Banyak orang tidak mampu berhenti menggunakan kartu kredit bahkan ketika kemampuan mereka untuk membayar kembali sedang kacau. Itulah saat ketika hutang semakin bertumpuk.

  • Kartu kredit diciptakan untuk kemudahan. Kartu kredit memiliki pembayaran minimum rendah yang kadang hanya sedikit di atas bunganya. Akibatnya kartu kredit sebesar Rp 50 juta bisa memerlukan banyak tahun untuk melunasinya.

  • Akibatnya kemudahan kartu kredit menjadi bagian dari masalah

  • Kebanyakan kartu kredit memiliki suku bunga yang relatif tinggi. Jika kartu anda memiliki waktu pembayaran yang longgar, kemungkinan anda harus membayar lebih dari 12% bunga tahunan (jika nilai kredit Anda bagus). Jika kartu Anda berjangka pendek, Anda mungkin harus membayar bunga sekitar 20%. Jika anda terlambat membayar, Anda bisa harus membayar lebih dari 24% bunga. Bandingkan dengan hutang rumah atau mobil yang bunganya hanya sekitar 4 - 8%.

  • Suku bunga kartu kredit, tidak sama seperti suku bunga pinjaman rumah yang bisa mengurangi pajak. Hal ini membuatnya lebih mahal.

  • Jika Anda mengendalikan keuangan dengan menghentikan pengeluaran karena hutang yang diberikan kartu kredit sudah habis, itu membutuhkan biaya yang tinggi. Jika Anda bisa mengontrol pengeluaran Anda sesuai dengan pendapatan Anda, tanpa kartu kredit – maksudnya jika Anda tidak memiliki hutang kartu kredit yang menuntut pembayaran bunga – maka Anda akan memiliki uang lebih yang bisa Anda manfaatkan.

  • Sebagai contoh, jika batas kartu kredit Anda Rp 10 juta dan Anda memakai hampir seluruhnya, tanpa melunasinya tiap bulan, maka Anda akan membayar sekitar Rp 200 ribu setiap bulan untuk bunganya dan pertahunnya Rp 2,4 juta. Itu menyia-nyiakan uang dalam jumlah yang banyak. Bukankan jumlah sebesar itu bisa digunakan untuk rekreasi keluarga Anda? Bagaimana kalau untuk merayakan hari besar?

  • Advertisement
  • Bahkan ketika Anda bisa mengontrolnya, hutang kartu kredit merupakan beban yang menyakitkan. Jika anda tidak bisa mengontrolnya, Anda terus mengajukan permohonan untuk kartu yang baru, meminta untuk meningkatkan jumlah hutangnya dan dengan demikian menambah hutang kartu kredit Anda setiap bulan, tanpa sadar Anda akan berada di tebing jurang finansial. Suatu hari, tidak akan ada lagi pinjaman kredit yang tersedia dan Anda tidak bisa terbebas dari kesulitan.

  • Kartu kredit adalah sarana menakjubkan yang memudahkan seseorang untuk belanja dengan bijak. Memiliki sumber untuk keadaan darurat dapatlah dimengerti dan merupakan bagian dari hidup keluarga yang bijaksana. Tetapi memakai kartu kredit untuk membayar belanja di hari besar bukanlah cara yang benar. Adalah bijaksana untuk menabung terlebih dulu.

  • Meminjam sedikit lebih banyak setiap bulan adalah beban berat, bunuh diri keuangan secara perlahan. Jauhilan jurang keuangan, kendalikan hutang kartu kredit anda sebelum hal itu menguasai Anda.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Agung Candra Setiawan dari artikel asli “Why is credit card debt so bad” karya Devin Thorpe.

Bantu kami menyebarkan

Devin Thorpe is the author of Your Mark On The World and is a Forbes Contributor.

Mengapa Hutang Kartu Kredit Begitu Mengerikan

Suku bunga kartu kredit, tidak sama seperti suku bunga deposito yang bisa dikurangi. Hal ini efektif membuatnya lebih mahal.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr