Tolong! Pasanganku menjadi pribadi yang berbeda di depan umum. Apa yang harus saya lakukan?

Ia menjadi seseorang yang begitu baik di mata publik. Mengapa ia begitu berbeda ketika kami bersama?

1,507 views   |   4 shares
  • Sebuah permasalahan yang lumrah kita hadapi saat hidup, salah satunya menyangkut inkonsistensi.

  • Faktanya, sebenarnya kita menyadari bagaimana seharusnya (dan apa yang menjadi ekspektasi) kita memperlakukan pasangan dan anggota keluarga. Namun, kenyataan yang terjadi di lapangan, perlakuan yang kita berikan malah bertolak belakang dengan kemauan tersebut.

  • Simak dua skenario berikut, apakah Anda familier dengan situasi ini?

  • Skenario 1

  • Jon adalah seorang dokter gigi yang dikagumi dan dicintai para pasien serta staf kerjanya. Ia adalah seorang pria yang baik hati, penuh pengertian, perhatian, dan tak pelit akan pujian. Jon gemar menyemangati siapa saja yang bekerja sama dengannya. Pendek kata, Jon kaya akan aura positif dan selalu bahagia.

  • Istri Jon, Maggie, suatu hari datang ke tempat praktik Jon. Maggie hendak mengambil barang dan tak sengaja melihat bagaimana Jon berinteraksi saat bekerja. Kala itu, salah seorang pegawai baru di tempat Jon bekerja, Rachel, sedang membutuhkan pertolongan. Jon begitu ringan tangan, menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan Rachel dengan sabar. Bahkan, Jon meyakinkan Rachel (yang sepertinya tak enak hati karena banyak bertanya) bahwa ia tidak keberatan dan menganggap pertanyaan-pertanyaan Rachel adalah hal yang wajar.

  • Maggie terhenyak. Dalam hati kecilnya, Maggie berharap Jon berlaku seperti itu padanya ketika mereka bersama. Di rumah, Jon berubah menjadi seorang suami yang tidak sabaran. Setiap Maggie bertanya, Jon menunjukkan reaksi "terganggu", tidak suka akan Maggie yang bertanya ini-itu, terutama ketika Maggie membutuhkan petunjuk dalam mengerjakan sesuatu.

  • Di lain sisi, Maggie mencoba menghargai kebaikan hati Jon di kantor. Maggie sangat paham mengapa Jon begitu dihargai dan dipuja oleh semua orang, yang bahagia mendapatkan kebaikan hati Jon. Tetap saja, Maggie begitu ingin Jon menunjukkan sisi penuh cinta tersebut, tidak hanya di kantor, namun juga ketika di rumah bersamanya.

  • Skenario 2

  • Amber adalah seorang wirausahawati yang sukses mengelola perusahaan real estate. Berkat prestasinya, Amber sering mendapatkan kehormatan menjadi pembicara pada seminar dan konferensi. Amber pun sedang menyelesaikan buku perdananya mengenai bisnis yang digelutinya ini.

  • Sang suami, Sam, melihat Amber tidak selalu menjadi sang ratu yang berkilau. Perangai Amber yang begitu ceria, teratur, dan tenang saat bekerja, berubah 180 derajat kala menjalani perannya sebagai istri di rumah. Amber berubah menjadi wanita serampangan yang berantakan, gemar mengkritik, dan pengeluh.

  • Advertisement
  • Sam yang turut membantu Amber menjalani bisnisnya, mulai merasa iri, kecewa, dan frustrasi. Mengapa Amber tidak bisa menunjukkan sisi terbaiknya saat bersamaku? Begitu isi benak Sam. Sam yakin, ketika Amber mampu bersikap konsisten, menjadi istri sebaik usahanya menjadi wirausahawati, pernikahan mereka akan membaik.

  • Inkonsistensi citra publik dan pribadi

  • Sedihnya, banyak yang bergelut dengan inkonsistensi pencitraan antara di depan publik dan dalam ruang pribadi. Sebuah realita yang begitu menohok. Berusaha untuk menyelaraskan citra tentu juga telah dicoba, seiring dengan kesadaran Anda untuk menunjukkan diri yang terbaik setiap saat. Namun, tidak sedikit juga yang memilih untuk menyimpan keburukan dan memakai "topeng" demi membuat pencitraan paling positif yang Anda bisa ciptakan.

  • Dalam kedua skenario di atas, Jon dan Amber dapat saling bekerja sama menciptakan keselarasan citra yang sama positifnya di depan publik dan secara pribadi. Sedangkan, Maggie dan Sam perlu berbicara dari hati ke hati dan memperbaiki persepsi satu sama lain, sehingga mereka memiliki pandangan positif terhadap pasangan.

  • Kenyamanan di rumah

  • Alasan utama mengapa seseorang bisa menunjukkan perilaku yang berbeda dan inkonsisten adalah kenyamanan dan keamanan yang mereka rasakan di rumah. Rumah adalah tempat yang tepat untuk "menjadi diri sendiri", tidak perlu jaim, dan bebas menunjukkan sisi terapuh sekalipun.

  • Di rumah, kita dapat belajar, tumbuh, sekaligus menjalani penderitaan melalui pengalaman-pengalaman. Sepedih dan sepahit apapun yang kita lalui, Anda akan menghadapi kelemahan Anda dan berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik.

  • Bersama keluarga di rumah, Anda mendapatkan suasana penuh cinta. Anda diterima apa adanya, tanpa syarat. Namun, apabila Anda merasa terganggu akan perbedaan drastis yang Anda hadapi dari sikap pasangan Anda di dalam dan di luar rumah, tiga hal ini dapat Anda terapkan untuk memperbaikinya.

  • 1. Tunjukkan sisi terbaik Anda

  • Perlakukan pasangan sebagaimana Anda ingin mereka memperlakukan Anda. Jika Anda mengharapkan pasangan untuk menjadi yang terbaik, maka usaha tersebut perlu Anda lakukan lebih dahulu. Apakah Anda telah memperlakukannya dengan penuh hormat? Temukan kelemahan Anda dan mulailah memperbaiki diri sedikit demi sedikit. Tonjolkan kelebihan Anda dan poleslah menjadi sesuatu yang membuat Anda lebih bersinar di depan pasangan.

  • 2. Fokus kepada sisi baik

  • Kesalahan kecil seringkali membesar dan menutupi sisi-sisi baik yang dimiliki oleh pasangan Anda. Meskipun mereka terlihat lebih baik di depan publik daripada di rumah, tetap saja, pastilah ada kebaikan yang mereka turut bawa ke dalam keluarga. Mulailah peka dan hargai hal-hal kecil yang dilakukannya. Ia membantu membereskan piring-piring kotor setelah makan? Meninggalkan catatan penyemangat kala Anda berduka? Tiba-tiba membelikan Anda es krim favorit, hanya karena ia ingat kesukaan Anda tanpa sebab? Pasangan Anda adalah seseorang yang lebih baik dari yang Anda bayangkan. Hargai dan puji mereka atas kebaikan-kebaikan ini. Menjadi sempurna bukanlah fitrah manusia. Saling mendukung, menyemangati, dan selalu berusaha memperbaiki diri akan mendatangkan kebahagiaan hakiki ke dalam rumah tangga Anda.

  • Advertisement
  • 3. Jadilah pemaaf dan penyabar

  • Belajar memaafkan adalah sebuah proses pendewasaan diri yang sangat mulia. Sesuaikan ekspektasi Anda dengan kenyataan, tidak ada manusia yang sempurna, termasuk Anda dan dia. Pasangan Anda mungkin saja telah berjuang dan berusaha sekeras mungkin untuk membahagiakan serta mempertahankan pernikahan ini. Mereka terus maju, karena percaya Anda juga akan terus berada di sisi mereka, memperjuangkan hal yang serupa. Bersabarlah, hasil tidak akan mengkhianati usaha. Menjadi suami istri bukan hanya menyorot kelebihan dan kekurangan. Anda mendukung satu sama lain, tumbuh dan berkembang bersama. Bahtera rumah tangga Anda akan melalui lautan, menghadapi badai dan ujian. Percayalah, akan ada langit cerah menanti Anda di depan sana, kala Anda tidak menyerah begitu saja dengan emosi yang menggebu. Memulai dari satu kebaikan kecil, sekarang juga. Pernikahan adalah cinta dan kasih sayang yang perlu dipelihara. Waktu akan menjawab, kebaikan yang Anda tabur saat ini akan berbuah manis di masa mendatang.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi dari artikel FamilyShare karya Aaron dan April Jacob berjudul "Is your spouse a different person in public than in private?"

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Tolong! Pasanganku menjadi pribadi yang berbeda di depan umum. Apa yang harus saya lakukan?

Ia menjadi seseorang yang begitu baik di mata publik. Mengapa ia begitu berbeda ketika kami bersama?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr