Ia selalu mencium mesra sang istri setiap akan berpisah meski hanya sekejap. Ini alasan menggetarkan di balik semua itu

Dipuja dan dicintai begitu dalam oleh sang suami, tak lantas membuatnya bahagia. Inilah kisah sendu yang mengungkapkan arti sebuah cinta.

4,191 views   |   12 shares
  • Siapa wanita yang tak ingin dicintai dan dipuja? Apalagi oleh pasangan tersayang, lelaki yang telah berjanji setia sehidup semati bersama. Entah mengapa, untukku kondisi seperti ini tidak selalu mendatangkan kebahagiaan. Ada kalanya, cinta seperti ini malah membuatku terbebani dan menjauh dari pria yang kucintai.

  • 26 Maret 1985. Tanggal yang tidak akan terlupa karena hari itu hidupku tak lagi sama. Suamiku, Clive Wearing, mengalami sebuah kondisi mengejutkan pada dirinya. Sebelumnya, dokter mendiagnosa Clive menderita flu. Namun, pagi itu, Clive bangun dalam keadaan mengenaskan. Ia bahkan tak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana. Meskipun dokter berusaha menenangkanku, naluri seorang istri tak pernah salah. Benar saja, Clive meninggalkan rumah tanpa sepengetahuanku dan ditemukan berkeliaran tanpa tujuan di jalanan.

  • Ensefalitis, itulah yang sebenarnya menyerang Clive. Otaknya membengkak hingga menghancurkan tempurung kepala. Sebuah bagian pada otaknya, bernama hipokampus, rusak. Clive tidak memiliki ingatan jangka panjang selayaknya manusia normal. Menyedihkan, seorang musisi brilian, mendadak hanya memiliki ingatan yang bertahan kurang dari semenit.

  • Ajaibnya, meskipun banyak kenangan yang hilang begitu saja dari dalam kepalanya, ada hal luar biasa yang tetap melekat dalam memorinya. Bahwa ia memiliki seorang istri dan sangat dicintainya, itu aku. Clive bagaikan berulang kali jatuh cinta, setiap kali ia memandangku. Hanya karena itulah hal terakhir yang tertinggal dalam ingatannya sebelum menghilang tiap menitnya.

  • "Where is Home?" "Yesterday, Home is Yesterday." The mind of #CliveWearing .

    A post shared by Eäruviel (@preciousrings) on

  • Advertisement
  • Pertama kali menghadapi Clive dalam kondisinya ini, aku terpaku. Berulang kali aku berteriak dalam hati, "Deborah! Pernikahanmu tak seperti dulu lagi!" Sulit bagiku untuk memahami ini semua. Seakan aku tenggelam dalam palung tanpa dasar. Apa yang harus kulakukan, menemani pria ini hingga maut memisahkan kami?

  • Bayangkan, menghadapi pesan telepon beberapa menit sekali. Mendengarkan suara suamimu yang menyampaikan kata-kata yang kurang lebih sama. Ia tidak ingat apa yang dikatakannya baru beberapa menit berselang. Begitu saja, terus-menerus terulang, hingga kau tak sanggup lagi mendengarnya.

  • Aku mampu bertahan selama 9 tahun. Aku tak kuasa lagi. Kutinggalkan Clive dan pergi ke Amerika Serikat. Aku butuh hidup yang baru. Cinta yang baru, takkan kutampik jika bisa mengembalikanku menjadi wanita yang bahagia.

  • Hubungan demi hubungan kujalin. Teman-teman baru, lelaki-lelaki baru yang singgah di hati. Tetapi, ternyata aku salah besar. Hatiku tak pernah pergi dari Inggris. Bersemayam di dalam sanubari seorang lelaki bernama Clive Wearing. Cinta sejatiku, cinta abadiku.

  • Advertisement
  • Aku memutuskan untuk kembali ke sisi Clive. Di pertemuan pertama kami kembali, aku merasakan ada sesuatu yang berbeda. Biasanya, Clive akan menyambutku dengan sangat antusias. Memelukku bahkan mengangkatku, seakan sang pangeran bertemu dengan putri impiannya. Namun, saat itu, ia terdiam. Diam yang menunjukkan bahwa ia mencoba memahami situasi yang terjadi. Bahwa aku pernah pergi meninggalkannya, meskipun mungkin dalam benaknya aku hanya pergi sebentar ke kamar mandi.

  • Titik balik

  • Untung saja, Clive tak sadar kalau aku pernah mengajukan cerai. Ketika aku memintanya memperbarui janji suci kami dan menikah ulang, ia sangat gembira akan ide ini. Suatu pagi di hari Paskah, kami kembali menjadi suami dan istri yang resmi.

  • Meskipun aku tak pernah ragu akan kesungguhan hati Clive mencintaiku, namun tetap saja rumah tangga yang kami jalani bukanlah sesuatu yang normal. Kuteringat pada suatu waktu, ketika kami menginap di sebuah hotel, aku begitu ketat menjaga keamanan lokasi. Alarm pintu yang tak berfungsi membuatku terpaksa menumpuk kursi dan meja. Aku tidak ingin Clive melarikan diri dari kamar hotel. Kehilangan Clive dalam kondisinya seperti ini, adalah hal terakhir yang kuinginkan terjadi.

  • Kata-kata Clive selalu terngiang di telinga. Setiap kali kuingatkan Clive tentang rasa cintaku, ia akan membalas dengan sangat manis.

  • "Sayang, kita adalah satu. Kau adalah bagian dari detak jantungku. Ini cinta yang abadi. Selamanya aku akan mencintaimu."

  • Sedetik yang berlalu di ingatanmu tentang kita, Clive. Itu adalah cinta tulus yang tak akan kulupakan selamanya.

  • Diadaptasi oleh Ratih Arawinda dari artikel Familyshare berjudul "Man showers his wife with kisses every time she enters the room, even if she's been gone only a few minutes; here's the chilling reason why" karya Melinda Fox.

Baca, hidupkan, bagikan!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Ia selalu mencium mesra sang istri setiap akan berpisah meski hanya sekejap. Ini alasan menggetarkan di balik semua itu

Dipuja dan dicintai begitu dalam oleh sang suami, tak lantas membuatnya bahagia. Inilah kisah sendu yang mengungkapkan arti sebuah cinta.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr