10 potret anak yang tidak semestinya Anda publikasikan di sosial media dan alasannya

Tanpa kita sadari, ternyata kita sendiri dapat menjerumuskan anak kita kedalam bahaya melalui foto-foto yang kita pajang di sosial media.

2,837 views   |   6 shares
  • Memiliki anak yang sedang lucu-lucunya dan sekaligus memiliki kamera yang canggih dapat membuat para orangtua sibuk mengabadikan setiap momen dalam kehidupan sang buah hati. Setiap foto yang terekam rasanya ingin seluruh dunia tahu dan melihat betapa menggemaskannya buah hati kita. Handphone yang telah dilengkapi dengan kamera berkualitas bagus tentu membuat para orangtua terutama yang suka fotografi sekaligus aktif di sosial media mudah untuk meng-upload foto-foto tersebut.

  • Namun, tahukah Anda bahwa apa yang kita lakukan ini terkadang dapat membahayakan anak kita? Maraknya penculikan anak serta kasus pedofil membuat para orangtua was-was dan melarang anak keluar rumah, harus dengan pengawasan dari orang dewasa yang menemani anak kita. Tapi, ternyata dengan meng-upload jenis-jenis foto tertentu, kita justru menjerumuskan anak kita ke dalam bahaya. Jenis foto seperti apakah yang seharusnya tidak kita pajang di sosial media kita?

  • 1. Foto sedang mandi

  • Foto-foto ini memang terkadang tampak menggemaskan. Meskipun masih sangat bayi dan Anda ingin menunjukkan Anda telah dapat memandikan bayi, ada baiknya Anda tidak memajang jenis foto anak sedang telanjang seperti ini, meskipun Anda menutup kemaluannya dengan stiker. Ini dapat memancing para pedofil untuk berbuat lebih. Lagipula, Anda perlu menghargai privasi anak Anda.

  • 2. Foto sedang buang air

  • Berhasil toilet training tidak berarti Anda perlu memajang foto anak sedang buang air di sosial media. Cukuplah menjadi konsumsi dan kenangan Anda dan suami saja. Anda juga tidak inginkan foto Anda sedang buang air beredar di sosial media? Nah, begitu juga anak Anda.

  • 3. Foto dengan lokasi

  • Pastikan Anda tidak menyalakan geotags ketika Anda akan meng-upload foto anak Anda. Anda akan mudah ditemukan lewat lokasi tersebut. Tentu Anda tidak ingin para pedofil ini menemukan lokasi Anda.

  • 4. Foto dengan identitas sekolah

  • Hindari memajang foto seragam sekolah apalagi emblem sekolah serta gedung sekolah tempat anak Anda bersekolah. Para penculik anak dapat mencari dan menculik anak Anda dari sekolah berdasarkan foto dengan indentitas sekolah anak Anda.

  • 5. Foto anak orang lain

  • Bila Anda mempunyai acara dan mengundang teman-teman anak Anda, pastikan Anda meminta izin terlebih dahulu kepada para orangtuanya sebelum Anda akan memajang foto-foto tersebut di sosial media. Ada beberapa tipe orangtua yang tidak ingin memajang foto anaknya di sosial media dan kita perlu menghargai hal tersebut.

  • Advertisement
  • 6. Foto dengan momen memalukan

  • Foto ketika ia jatuh dari sepeda, foto ketika ia mengompol atau ia menggunakan dot padahal sudah sekolah SD, atau momen memalukan lainnya cukuplah menjadi konsumsi dari Anda dan suami atau keluarga inti saja. Terutama bila anak Anda telah bersekolah karena meskipun buat kita menggemaskan, ia dapat saja diejek oleh teman-temannya.

  • 7. Foto dengan kegiatan yang memicu kontroversial

  • Foto dengan posisi Anda sedang menyetir 1 tangan sambil menggendong bayi Anda yang sedang tertidur mungkin buat Anda sesuatu yang membanggakan atau foto anak Anda yang sedang memanjat tinggi. Bisa saja teman yang melihat foto-foto tersebut akan meniru Anda padahal ia tidak terlalu mahir menyetir. Ataupun foto anak yang sedang memanjat tinggi tentu akan menimbulkan berbagai reaksi, terutama bila orangtua dari teman anak Anda mem-follow akun sosial media Anda. Lebih baik Anda tidak memajang foto-foto jenis seperti ini jika Anda tidak mau direcoki oleh berbagai komen-komen dari para follower Anda.

  • 8. Foto yang tidak disetujui anak

  • Hargailah apa yang anak Anda katakan sekalipun ia baru berumur 4 tahun. Bila ia tidak memberi izin Anda memajang fotonya maka turutilah sekalipun menurut Anda itu adalah foto yang biasa dan menggemaskan.

  • 9. Foto yang memicu bullying

  • Foto ia mengompol ketika tidur, atau memberi caption dengan julukan seperti 'gendut' atau yang Anda tahu dapat memicu bullying lebih baik tidaklah dipajang dan menjadi konsumsi publik. Bisa saja teman-temannya atau teman Anda ataupun om dan tantenya melihat foto-foto tersebut dan mengolok-olok dia.

  • 10. Foto dengan data pribadi anak

  • Piagam atau penghargaan yang berhasil diraih anak Anda tentu membanggakan Anda. Namun, berhati-hatilah jika Anda akan meng-uploadnya ke sosial media. Pastikan tidak ada data pribadi seperti nama lengkap, tanggal lahir ataupun alamat rumah di piagam tersebut untuk menghindari hal yang tidak diinginkan seperti penculikan anak. Jika memang Anda ingin memajang piagam tersebut, Anda dapat memblur atau menutup data-data tersebut.

  • Nah, Bunda pastikan Anda tidak lagi memajang 10 jenis foto di atas untuk menjaga keamanan anak Anda.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Setelah lulus dari kuliah IT, saya menjadi guru TK selama 7 tahun. Tidak jarang selain menghadapi murid saya juga memberi masukan kepada orangtua murid dari sisi seorang guru. Membaca, menulis dan musik adalah hobi saya. Setelah menikah saya langsung dikaruniai 1 putera yang lucu, saya menjadi ibu penuh waktu dan mulai mengembangkan hobi dan talenta saya yaitu membuat kue atau memasak. Saya senang mengumpulkan berbagai resep dan mencobanya di waktu senggang (yang tidak banyak) saya.

10 potret anak yang tidak semestinya Anda publikasikan di sosial media dan alasannya

Tanpa kita sadari, ternyata kita sendiri dapat menjerumuskan anak kita kedalam bahaya melalui foto-foto yang kita pajang di sosial media.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr