Sudah siapkah sistem pencernaan Anda menjelang 'bombardir' menu Lebaran sarat santan?

Godaan hamparan masakan lezat kaya santan dan bercita rasa pedas memang menghadirkan masalah tersendiri bagi isi perut Anda. Siapkan dahulu pencernaan denagn 5 langkah ini untuk Lebaran yang lebih sehat.

290 views   |   shares
  • Ketika hari kemenangan tiba, setelah sebulan berpuasa, apakah Anda termasuk yang bersorak gembira? Apalagi melihat aneka hidangan meriah menghiasi meja makan? Ya, tradisi Lebaran yang paling dinanti adalah menikmati kelezatan menu Idul Fitri yang lengkap tersaji. Sebut saja, ketupat, opor ayam, gulai sapi, sambal goreng hati sapi, dan sederet hidangan khas yang rata-rata memiliki benang merah yang serupa : bersantan, pedas, dan kaya akan lemak.

  • Jujur saja, setiap tahun, masalah yang saya hadapi terus berulang. Dua hingga tiga hari berturut-turut, saya menyantap hidangan Lebaran yang berakhir dengan rasa tidak enak pada perut. Sekali waktu, pernah juga saya menghabiskan libur dengan memulihkan pencernaan yang terganggu karena terlalu banyak makan masakan pedas dan bersantan. Obat diare, oralit, dan minuman probiotik tak absen dari kotak P3K spesial yang saya siapkan setiap Lebaran tiba.

  • Sebelum pencernaan Anda bekerja super keras menghadapi bombardir menu Lebaran yang pedas dan sarat santan, mari kita persiapkan dengan 5 langkah ini.

  • 1. Berolahraga teratur

  • Melakukan latihan fisik secara teratur, 30 menit sehari dapat meningkatkan fungsi pencernaan Anda. Aliran darah ke seluruh organ tubuh menjadi lebih lancar. Otot-otot saluran pencernaan juga turut terstimulasi untuk bekerja lebih baik. Olahraga ringan seperti berjalan, bersepeda, berenang, dan naik-turun tangga adalah beberapa latihan yang dapat Anda coba karena mudah dilakukan di sekitar lingkungan tempat tinggal. Olahraga juga membuat mood Anda lebih baik, sehingga menurunkan risiko emotional eating yang cenderung membuat Anda makan berlebihan.

  • 2. Batasi konsumsi garam dan gula

  • Makanan yang mengandung terlalu banyak garam dan gula akan memberatkan pencernaan Anda. Selain lebih lambat untuk dicerna, mereka akan tinggal lebih lama di dalam saluran pencernaan. Akibatnya, terjadi gangguan-gangguan seperti perut kembung, mulas, bahkan diare. Sebagai pengganti garam dan gula dalam masakan, Anda dapat menambahkan lebih banyak bumbu herba. Bumbu herba memberikan rasa khas dan lebih sehat daripada garam serta gula buatan. Kandungan nutrisinya pun lebih lengkap, seperti vitamin dan mineral.

  • Advertisement
  • 3. Membiasakan diri dengan porsi kecil

  • Kalap, ini yang biasa terjadi saat melihat hamparan hidangan lezat, termasuk saat Lebaran. Anda dengan menggebu, makan lebih sering dan porsi lebih besar dari biasanya. Malah, kebiasaan makan tak terkendali ini, jika dirunut, telah kelepasan Anda lakukan sejak bulan Ramadan. Apabila saat berbuka puasa, Anda cenderung makan seperti melampiaskan nafsu yang tertahan seharian, besar kemungkinan Anda akan sama kalapnya di hari Lebaran. Biasakan untuk makan dengan porsi kecil yang berulang dalam frekuensi waktu yang konstan. Seperti yang diperintahkan dalam agama, berhenti sebelum kenyang. Kunyahlah makanan dengan lebih lama dan lambat. Semakin panjang waktu kontak antara makanan dengan indera perasa Anda, maka muncul rasa puas dan kenyang lebih cepat dari mengunyah makanan cepat-cepat.

  • 4. Perbanyak konsumsi buah dan sayur

  • Serat, air, dan kandungan kaya nutrisi dari buah serta sayur sangat bermanfaat untuk menyehatkan pencernaan. Awali menu Lebaran Anda dengan menyantap salad dari buah dan sayuran segar. Beri selang waktu satu jam, sebelum Anda menyantap hidangan utama. Dua jam sesudah makan besar, isi perut kembali dengan buah dan/atau sayur segar. Pilihlah di antaranya buah dan sayuran yang dapat "mengenyangkan" seperti alpukat dan pisang, selain buah yang kaya air dan serat. Dengan demikian, Anda lebih aman dari godaan menyantap hidangan utama kaya santan secara berlebihan, karena kalori Anda telah terpenuhi sebagian besar oleh buah dan sayur tersebut.

  • 5. Menu baru untuk Lebaran sehat

  • Saat meracik hidangan Lebaran pun, Anda dapat "mendobrak" tradisi dengan menyajikan hidangan yang lebih sehat. Misalnya, dengan mengganti cara memasak menjadi memanggang, mengukus, merebus, atau menggunakan teknik slow cooking. Resep ayam tanpa santan dan kue-kue gluten-free ini dapat Anda coba sebagai variasi Lebaran sehat tahun ini.

  • Advertisement
  • Ingatlah selalu bahwa di Hari Kemenangan, pengendalian diri tetap harus dimiliki. Berakhirnya bulan Ramadan bukan berarti harus dirayakan dengan kebebasan tanpa aturan. Justru, hingga Ramadan berikutnya, adalah sebuah tantangan bagi kita untuk mengaplikasikan "pelajaran" di bulan Ramadan menjadi aksi nyata dalam kehidupan. Selamat menikmati hidangan Lebaran dengan bertanggung jawab!

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Sudah siapkah sistem pencernaan Anda menjelang 'bombardir' menu Lebaran sarat santan?

Godaan hamparan masakan lezat kaya santan dan bercita rasa pedas memang menghadirkan masalah tersendiri bagi isi perut Anda. Siapkan dahulu pencernaan denagn 5 langkah ini untuk Lebaran yang lebih sehat.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr