Lagu "Laki-laki kardus". Pantaskah digemari anak-anak?

Dunia maya saat ini menyumbang pengaruh paling besar bagi perkembangan psikologi anak-anak. Orangtua seharusnya tidak boleh tinggal diam ketika menemukan sesuatu yang berbahaya bagi mereka.

208 views   |   2 shares
  • Era 90-an adalah masa kejayaan lagu anak-anak. Sebut saja sederet penyanyi anak terkenal waktu itu, seperti: Chikita Meidy, Maissy Pramaisshela, Geofanny Tambunan, Saskia, Tasya Kamila, Agnes Monica dan Leony. Di masa itu anak-anak bisa dibilang sangat dimanjakan, setiap hari mereka bisa puluhan kali mendendangkan lagu-lagu kesayangan dari penyanyi favorit mereka.

  • Lagu anak-anak di era 90-an juga sarat pendidikan moral, lagu-lagu anak pada masa itu bukan hanya sebagai sarana hiburan semata, tetapi juga sebagai sarana penyampaian edukasi yang sangat positif. Para penciptanya juga bukan orang-orang sembarangan, sebut saja: Ibu Sud, Ibu Kasur, Pak Kasur, A.T Mahmud, dan Daljono.

  • Namun, waktu terus berjalan dan era keemasan lagu anak-anak makin lama semakin pudar. Anak-anak di zaman sekarang sudah sangat jarang mendengarkan lagu anak-anak, bahkan mereka lebih sering mendengarkan dan menyanyikan lagu-lagu romantis dari band-band orang dewasa yang seharusnya belum cocok untuk usia mereka.

  • Sedih sekali tentunya melihat fenomena semacam ini. Dunia anak-anak yang seharusnya penuh dengan keceriaan, rasa ingin tahu dan impian kini telah berubah total. Ditambah lagi, belakangan muncul sebuah lagu yang sangat jauh dari rasa pantas dinyanyikan oleh anak-anak, bahkan syair lagu yang ada sama sekali tidak mendidik dan berbahaya bagi perkembangan emosional mereka.

  • Lagu yang dimaksud berjudul "laki-laki kardus", Anda bisa menyaksikannya langsung melalui video berbagi Youtube, berikut ini:

  • Setelah menyaksikan lagu tersebut, bagaimana kira-kira tanggapan Anda sebagai orangtua? Apa yang Anda rasakan jika lagu semacam itu sampai didengar oleh putra-putri Anda dan mereka menyanyikannya dengan riang?

  • Miris, itu menurut saya. Anak-anak zaman sekarang bisa dikatakan tengah mengalami krisis keteladanan. Pencipta lagu "laki-laki kardus" sama sekali tidak memikirkan dampak dari lagu ciptaannya tersebut bagi perkembangan psikologi anak-anak.

  • Unsur eksploitasi anak juga sangat kental dalam lagu tersebut. Penyanyi "laki-laki kardus" diketahui bernama Nova Rizqi Romadhon, saat menyanyikan lagu tersebut Nova berusia sekitar 13 tahun dan masih duduk di bangku sekolah dasar.

  • Pelajaran bagi orang dewasa

  • Advertisement
  • Anak-anak perlu dilindungi dari hal-hal yang dapat merusak mental dan psikologi mereka. Orangtua harus bisa memberikan edukasi yang benar berkaitan dengan lagu-lagu yang boleh mereka dengar serta nyanyikan.

  • Dunia maya saat ini menyumbang pengaruh paling besar bagi perkembangan psikologi anak-anak. Orangtua seharusnya tidak boleh tinggal diam ketika menemukan sesuatu yang berbahaya bagi mereka.

  • Menyadari bahwa lagu "laki-laki kardus" mendapat gunjingan dari masyarakat luas. Nova, kedua orangtuanya dan Ahmad Sawedi sebagai pencipta lagu, akhirnya mengunggah permohonan maaf mereka kepada masyarakat secara langsung:

  • Akhir kata, semoga anak-anak selalu memperoleh pendidikan moral dan etika yang benar sesuai dengan usia mereka. Jangan pernah hancurkan dunia anak-anak karena ego orangtua ingin mengejar materi dan ketenaran semata. Salam.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Lagu "Laki-laki kardus". Pantaskah digemari anak-anak?

Dunia maya saat ini menyumbang pengaruh paling besar bagi perkembangan psikologi anak-anak. Orangtua seharusnya tidak boleh tinggal diam ketika menemukan sesuatu yang berbahaya bagi mereka.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr