Ramadan segera berakhir, tapi jangan kehilangan satu kebiasaan baik ini

Bulan suci Ramadan telah mengajarkan dan memberikan kita kebiasaan untuk melakukan rutinitas baik ini. Yuk diteruskan!

265 views   |   shares
  • Sulit bangun pagi adalah hal yang sepertinya banyak dialami oleh orang-orang belakangan ini. Wajar saja, sebab, jam biologisnya pun banyak mengalami pergeseran, karena jam kerja dan jam macet yang tak keruan. Maka di waktu seseorang seharusnya sudah tidur, penduduk kota masih terjebak macet di jalanan.

  • Irama alami tubuh manusia

  • Melansir Popular Science, otak manusia yang mengontrol ritme biologis tubuh, rupanya memberikan pengaruh besar terhadap jam tidur. Menurut Jean Matheson, spesialis gangguan tidur dari Beth Israel Medical Center, New York, mengatakan irama alami tubuh manusia disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari, seperti sekolah, kerja atau yang lainnya.

  • Namun, aktivitas sering kali tidak dapat disesuaikan dengan jadwal tidur. Sehingga ketika individu melakukan kegiatan yang lebih lama dari waktu biasanya, tubuh membutuhkan waktu lebih lama lagi untuk tidur dan pada akhirnya terjadi fase penundaan jam bangun tidur.

  • "Ketika orang tidur larut malam, maka keesokannya mereka akan mengalami fase penundaan bangun tidur dan hal itu terjadi dengan alami," kata Matheson.

  • Mutasi genetik

  • Nah, namun ternyata, para ilmuwan juga menemukan, bahwa 1 dari 75 orang memiliki mutasi genetik yang membuat mereka selalu kesulitan untuk bangun pagi. Peneliti telah mengidentifikasi apa yang disebut mutasi genetik, yang tampaknya mampu menjelaskan mengapa sebagian orang dapat bertahan hingga larut malam dan kesulitan bangun di pagi hari.

  • Mutasi gen CRY1 dinilai peneliti memperlambat jam biologis internal tubuh yang mendikte kapan Anda merasa mengantuk di malam hari dan siap untuk bangun pagi. Individu dengan varian gen ini memiliki jam biologis yang berbeda.

  • Profesor Michael Young, yang memimpin tim AS dari The Rockefeller Universitas yang membuat penemuan mengatakan, "Dibandingkan dengan mutasi lain yang telah dikaitkan dengan gangguan tidur, ini adalah perubahan genetik yang cukup berdampak."

  • Mutasi ini di diagnosis dengan gangguan fase tidur tertunda (DSPD). Cirinya, orang tersebut merasa energik di waktu setelah kebanyakan orang lain telah tertidur, dan penderita DSPD memiliki kesulitan untuk beraktivitas di pagi hari.

  • Bila dipaksa untuk bangun pagi, mereka dapat mengalami insomnia dan hari penuh kelelahan.

  • Bangun pagi lebih sehat

  • Namun, terlepas dari penjelasan ilmiah soal kesulitan bangun pagi tadi, menurut sebuah studi yang dirilis tahun lalu di The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa; bangun pagi berarti menyeimbangkan irama tubuh kita dengan irama alam. Dan kebiasaan seperti ini akan membuat sistem organ tubuh juga bekerja lebih seimbang, sehingga kita menjadi lebih sehat. Bangun pagi yang disarankan yakni sekitar pukul 04.30-05.30, atau sebelum mentari bersinar.

  • Advertisement
  • Nah, bukankah hal ini yang kita alami di bulan Ramadan? Saat kita semua seolah 'dipaksa' untuk bangun pagi saat sahur. Maka, mau tak mau, sepanjang bulan Ramadan, kita menggeser irama tubuh dengan tidur lebih cepat agar bisa bangun lebih pagi.

  • Kebiasaan ini merupakan kebiasaan yang sehat. Sebab, ada begitu banyak keuntungan yang bisa diraih dengan bangun pagi. Maka, selain menahan emosi, belajar berempati dan mendekatkan diri pada Sang Pencipta di bulan Ramadan, kebiasaan baik lainnya adalah bangun pagi. Hal ini, seharusnya dipertahankan meski bulan Ramadan telah usai.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Ramadan segera berakhir, tapi jangan kehilangan satu kebiasaan baik ini

Bulan suci Ramadan telah mengajarkan dan memberikan kita kebiasaan untuk melakukan rutinitas baik ini. Yuk diteruskan!
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr