Mengakui kesalahan di depan anak kita. Kenapa tidak?

Ketahuilah bahwa melalui kerendahan hati Anda, anak-anak bisa belajar saling memaafkan.

209 views   |   4 shares
  • Bunda, sebagai manusia biasa kita pasti tidak luput dari perbuatan salah. Kesalahan yang kita perbuat kadang bukan murni akibat kesengajaan, tetapi ada hal-hal lain yang memengaruhi seperti emosi sesaat, pengaruh hormon saat menstruasi, faktor kelelahan fisik dan sebagainya.

  • Sebuah kesalahan sempat saya alami beberapa waktu lalu. Waktu itu entah mengapa tiba-tiba saya memarahi putri kami yang terus-terusan menangis. Sepertinya kesabaran saya waktu itu sudah hilang total. Tetapi setelahnya, saya betul-betul merasa sangat menyesal dan segera meminta maaf kepadanya.

  • Mungkin di antara Anda juga pernah mengalami situasi yang sama. Pertanyaannya, apa yang sebaiknya kita, sebagai seorang ibu, harus lakukan untuk memperbaiki hubungan dengan anak-anak setelah kemarahan?

  • Menghadap situasi semacam ini saya akan membagikan beberapa tips yang biasa saya lakukan ketika merasa sangat bersalah kepada anak:

  • 1. Jangan ragu mengakui kesalahan dan segeralah meminta maaf

  • Terlepas dari siapa yang bersalah, sebagai orangtua milikilah kebesaran hati untuk mengakui kesalahan. Anda tidak perlu merasa gengsi meminta maaf terlebih dahulu kepada anak. Sadari bahwa melalui kerendahan hati Anda, anak-anak bisa belajar arti saling memaafkan.

  • 2. Perbaiki hubungan yang mulai renggang

  • Agar hubungan dengan anak-anak kembali harmonis, rasa sesal dan permintaan maaf sebaiknya tidak hanya diucapkan di bibir saja. Segera perbaiki hubungan yang mulai renggang dengan melakukan langkah-langkah nyata supaya anak-anak melihat kesungguhan kita.

  • 3. Lihat persoalan dari sudut pandang anak

  • Sebagai orangtua Anda tidak akan bisa memahami perasaan anak jika tidak bersedia melihat setiap persoalan dari sudut pandang mereka. Anak-anak sangat membutuhkan figur orangtua -terutama ibu- yang peka dan mau mendengarkan setiap keluh-kesah mereka. Oleh karena itu, Anda boleh bersikap tegas tapi jangan tunjukkan arogansi karena sikap tersebut justru akan membuat perasaan anak-anak makin terluka.

  • 4. Luangkan lebih banyak waktu untuk anak

  • Mungkin selama ini waktu Anda lebih banyak dihabiskan untuk mengurus pekerjaan ketimbang meluangkannya bersama anak-anak. Saat Anda tersadar bahwa anak-anak terus tumbuh, tentu Anda tidak akan ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk lebih dekat dengan mereka. Di sinilah kesempatan berharga yang tidak boleh Anda lewatkan. Sadari bahwa waktu terus berjalan dan tidak akan pernah kembali, luangkan waktu lebih banyak untuk anak-anak supaya Anda kelak tidak menyesalinya.

  • Advertisement
  • 5. Jangan lagi ulangi kesalahan yang sama

  • Pegang teguh komitmen yang telah Anda buat untuk tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama. Anda boleh khilaf, namun biarkan kesalahan tersebut membentuk Anda menjadi pribadi yang lebih sabar, pengertian, baik hati dan bijaksana.

  • Rasa sesal setelah berbuat kesalahan merupakan hal yang sangat manusiawi, tetapi anak-anak bukanlah musuh yang patut kita lawan terus-menerus. Ketika mereka berbuat salah, adalah tugas kita sebagai orangtua untuk mengingatkannya. Namun, ketika kita yang berbuat kesalahan pada anak, kebesaran hati untuk meminta maaf sangat menentukan kualitas kita sebagai orangtua. Jadi, jangan pernah malu untuk mengakui kesalahan ya Bunda.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Saya adalah seorang karyawan di salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Saya juga saat ini sedang menempuh kuliah untuk mengejar gelar sarjana saya. Untuk mengisi waktu luang saya memanfaatkannya dengan menulis dan membaca.

Mengakui kesalahan di depan anak kita. Kenapa tidak?

Ketahuilah bahwa melalui kerendahan hati Anda, anak-anak bisa belajar saling memaafkan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr