Menggetarkan hati, pidato penyanyi Rihanna saat menerima penghargaan dari Universitas Harvard

Rihanna, penyanyi bersuara emas tersebut menerima penghargaan kemanusiaan dari Universitas Harvard. Ia memang mendedikasikan diri dalam melakukan kegiatan sosial. Namun pidatonya saat itu benar-benar menginspirasi.
Jun 18, 2017

361 views   |   shares
  • Beberapa waktu lalu, artis Rihanna yang bernama lengkap Robyn Rihanna Fenty mendapatkan penghargaan Humanitarian of the Year dari Universitas Harvard. Sebetulnya tidak heran, sebab musisi yang besar di Karibia dan baru pindah ke AS ketika usianya 16 tahun ini memang berperan aktif dalam begitu banyak kegiatan sosial.

  • Ketika usianya 18 tahun, ia mendirikan BELIEVE Foundation, sebuah lembaga nirlaba yang berfokus untuk membantu anak-anak dengan penyakit kritis. 6 tahun kemudian, di 2012, ia mendirikan Clara Lionel Foundation, yang memberikan fasilitas alat radioterapi bagi para pasien kanker di Wueen Elizabeth Hospital, Barbados. Ia, menggunakan kemampuan finansial, pengaruh besarnya di dunia sebagai figur publik, untuk membantu masyarakat memperoleh akses pada perawatan kesehatan, pendidikan serta menjadi juru bicara bagi para wanita.

  • Namun kegiatan baik yang dilakukannya ini justru berasal dari mimpi besar seorang gadis kecil yang menonton iklan televisi, di Barbados, menyaksikan sebuah iklan yang mengkampanyekan gerakan 25 sen untuk memberikan donasi bagi anak-anak yang menderita di berbagai wilayah di dunia.

  • Ya, gadis kecil itu adalah Rihanna, yang kemudian memikirkan bahwa uang 25 sen itu terlalu kecil untuk membantu meringankan beban anak-anak maka ia bercita-cita, jika suatu hari nanti ia tumbuh, ia akan menjadi kaya raya, agar dapat menyelamatkan anak-anak di seluruh dunia. Dan, dirinya tak pernah membayangkan bahwa doa baik tersebut dikabulkan Tuhan bahkan ketika ia masih berusia sangat muda.

  • Bahkan, sejak memulainya di 2006, 10 tahun berlalu, ia tak pernah berhenti. 2016, Rihanna me-launching Global Scholarship Program untuk membantu warga Barbados, Brazil, Cuba, Haiti, Guyana, Jamaica, dan AS agar bisa kuliah.

  • Ada satu pesan yang amat mendalam, diungkapkan olehnya: "Kita membuat kegiatan sosial terasa terlalu sulit untuk dilakukan," katanya. Sebab, faktanya, menurut Rihanna, sesuatu yang gadis kecil dari Barbados dulu itu tak tahu; kita tak harus kaya untuk melakukan tindakan kemanusiaan. Kita tak perlu kaya untuk membantu seseorang, kita tak perlu terkenal. Tidak perlu lulus kuliah.

  • "Sebab itu semua bisa dimulai dari orang yang berada persis di samping kamu, bisa dimulai dari tetangga di rumah, misalnya. Lakukan saja apa pun yang harus dilakukan untuk membantu, sesuai kemampuan kamu," tutup Rihanna malam itu.

  • Advertisement
  • **

  • Ada begitu banyak media yang menyatakan keterkejutannya dengan pidato Rihanna yang sungguh menohok sekaligus menginspirasi tersebut. Namun, harus diakui bahwa pesannya memang menggetarkan hati. Stigma menjadi pelaku tindakan kemanusiaan memang terkesan harus punya uang banyak dulu, baru bisa menjadi baik.

  • Seolah gerakan kecil yang tenggelam di balik berita perang, atau kenaikan harga dan perdebatan panjang mengenai tokoh-tokoh di sekitar, jadi layaknya remah tahu di saku baju. Tak terlihat.

  • Sekecil apa pun berita baik, ia tetap berita baik. Seperti apa pun tindakan kemanusiaan yang kita lakukan, meski hanya dengan membantu nenek tua di sebelah rumah untuk menjemur baju, misalnya, tetap ada nilainya. Tetap merupakan bentuk humanitarian.

  • Benar memang, semakin banyak yang kita miliki, akan semakin banyak yang dapat kita bantu berdayakan. Namun di perjalanan untuk memiliki sesuatu yang banyak itu, bukan berarti kita tak bisa melakukan apa-apa.

  • Apapun keahlian kita, lakukan dengan nilai dasar untuk membantu sesama. Sebab hanya dengan itu, kita bisa melatih insting diri sendiri untuk senantiasa berbuat baik. Sebab hanya dengan itu, kita bisa menginspirasi orang di sekitar bahwa dunia tidak terlalu kejam. Sebab jika setiap orang berpikir seperti itu, maka gerakan kecil lambat laun menjadi bukit.

  • Dan tidak pernah ada yang percuma dari tindakan kebaikan. Rihanna, idola anak-anak muda telah melakukan tindakan yang benar-benar menginspirasi. Dan semoga pidatonya pun menjadi inspirasi kaum muda untuk ikut melakukan kebaikan.

Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Menggetarkan hati, pidato penyanyi Rihanna saat menerima penghargaan dari Universitas Harvard

Rihanna, penyanyi bersuara emas tersebut menerima penghargaan kemanusiaan dari Universitas Harvard. Ia memang mendedikasikan diri dalam melakukan kegiatan sosial. Namun pidatonya saat itu benar-benar menginspirasi.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr