Suami dan istri sama-sama dominan dalam memimpin rumah tangga. Dapatkah bertahan?

Dualisme kepemimpinan dalam rumah tangga tidak perlu terjadi jika masing-masing pihak mampu menyadari tugas serta tanggung jawabnya.

717 views   |   10 shares
  • Artikel kali ini akan sedikit mengulas mengenai dualisme kepemimpinan dalam rumah tangga, bagaimana seharusnya suami dan istri menyikapi supaya kehidupan pernikahan tetap bahagia.

  • Pertama-tama setiap orang perlu memahami bahwa hakikat pernikahan adalah untuk menyatukan dua pribadi yang berbeda. Perbedaan yang dimiliki oleh masing-masing orang merupakan tantangan besar dalam membangun rumah tangga.

  • Dalam kehidupan pernikahan setiap orang tidak boleh menganggap dirinya yang paling baik, sehingga memaksa orang lain dalam keluarga untuk harus tunduk dan mematuhi segala perintahnya. Kemampuan untuk menganggap "orang lain" dalam hal ini pasangan sebagai rekan dan bukan sebagai saingan sangat menentukan berhasil tidaknya sebuah rumah tangga dibina.

  • Namun tidak dipungkiri masih ada saja kejadian di mana salah satu pasangan, suami maupun istri, menganggap bahwa dirinya yang paling berhak untuk menentukan bagaimana rumah tangga dijalankan. Kondisi semacam ini mau tidak mau akhirnya hanya menimbulkan pertengkaran demi pertengkaran karena tidak ada satupun yang bersedia mengalah.

  • Dualisme kepemimpinan dalam rumah tangga tidak perlu terjadi jika masing-masing pihak mampu menyadari tugas serta tanggung jawabnya. Perselisihan demi perselisihan bisa dihindari jika masing-masing pihak mau dengan rendah hati mendengarkan nasihat dari rekan terkasihnya.

  • Apa yang harus dilakukan jika sudah terlanjur terjadi dualisme kepemimpinan dalam rumah tangga?

  • Polemik dalam rumah tangga tidak pernah ada habisnya untuk dibahas. Berbagai kejadian seakan-akan memaksa tiap pasangan menikah untuk wajib berhati-hati dalam mengambil sikap ketika menghadapi situasi-situasi sulit. Ya, inilah kehidupan nyata pernikahan, segala 'haru biru' yang mewarnai wajib disikapi dengan penuh kedewasaan demi hubungan yang harmonis dan langgeng hingga masa tua nanti.

  • Seorang psikiater dan juga presiden di Couples Therapy. Inc, Katy Mcmahon, mengatakan "Gaya bicara superior seseorang terhadap pasangan dapat menimbulkan pertengkaran. Bahkan tak jarang para istri melakukan hal tersebut kepada suaminya, seakan-akan dia adalah anak kecil. Anda para istri harus bisa membedakan bagaimana bersikap kepada anak-anak dan kepada suami Anda."

  • Jangan biarkan keegoisan menguasai diri, dalam hidup berumah tangga Anda dan pasangan tidak perlu berlomba-lomba untuk menunjukkan siapa yang harus tampil sebagai juara. Bekerjasamalah dan saling mendukung demi terwujudnya pernikahan bahagia.

  • Advertisement
  • Sadari pula tidak ada seorangpun yang sempurna. Kehadiran Anda di sisi pasangan merupakan pelengkap supaya Anda berdua bisa saling bekerjasama. Dualisme kepemimpinan hanya akan mendatangkan kebingungan demi kebingungan, imbasnya tidak hanya Anda berdua yang merasakan tapi juga anggota keluarga yang lain termasuk anak-anak.

  • Sebagai suami-istri Anda berdua adalah satu dalam tujuan yang sama untuk menuju rumahtangga bahagia. Jangan pernah meremehkan kemampuan pasangan Anda. Bicarakan secara baik-baik setiap persolan yang terjadi dan carilah jalan keluar yang bisa menguntungkan seluruh pihak. Semoga dengan terjalinnya kerjasama di antara Anda berdua, maka kedamaian dalam rumah tangga Anda akan selalu tercipta.

Baca, hidupkan, bagikan!

Saya adalah seorang karyawan di salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Saya juga saat ini sedang menempuh kuliah untuk mengejar gelar sarjana saya. Untuk mengisi waktu luang saya memanfaatkannya dengan menulis dan membaca.

Suami dan istri sama-sama dominan dalam memimpin rumah tangga. Dapatkah bertahan?

Dualisme kepemimpinan dalam rumah tangga tidak perlu terjadi jika masing-masing pihak mampu menyadari tugas serta tanggung jawabnya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr