Respons terbaik yang bisa Anda lakukan ketika mendapati si kecil sedang berbohong

Marah, berlagak tidak tahu, atau justru menutupi? Apa respons terbaik ketika Anda mendapati anak Anda berbohong?

713 views   |   2 shares
  • Sebagai orang tua, pastinya kita ingin mereka lebih baik daripada kita. Kita berharap mereka mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari kita. Kita berusaha mendidik anak kita demikian rupa supaya mereka dapat menjadi anak yang berhasil dan sukses.

  • Kita mengajari mereka berbagai macam pelajaran, tak jarang para orangtua juga memberikan pelajaran tambahan dengan harapan anak kita dapat menjadi anak yang pintar. Kita belikan mereka berbagai mainan edukatif, atau mendownload permainan edukatif di tablet dengan tujuan mereka dapat bermain sambil belajar. Namun, terkadang kita lupa mengisi jiwa anak kita dengan moral yang benar.

  • Kita lupa memerhatikan kebutuhannya untuk dikasihi, dididik dengan nilai-nilai yang benar.

  • Atau Anda telah berupaya mendidiknya dengan nilai yang benar namun suatu hari Anda mendapatinya berbohong. Apa respons terbaik yang dapat Anda berikan padanya?

    1. Hal pertama dan terpenting adalah kroscek pada anak Anda bila Anda tidak mendengarnya secara langsung. Tanyakan padanya apakah benar ia telah berkata seperti yang diadukan pada Anda. Datang padanya sebagai papa mama yang mengasihi dia bukan datang sebagai seorang hakim yang siap menghukumnya bila ia salah. Dengan Anda bertanya terlebih dahulu padanya, Anda memberikan perasaan aman untuknya. Bahwa ia tidak langsung diadili namun akan didengar terlebih dahulu. Anda pasti akan tahu apabila ia berkata jujur atau tidak kepada Anda.

    2. Bila memang ia mengakui bahwa ia telah berbohong, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah berterimakasih padanya karena ia telah berani mengakuinya. Namun apabila justru ia berbohong pada Anda, upayakanlah supaya ia mau mengakuinya. "benar kamu tidak memecahkan gelas itu?" bila ia bersikeras bahwa ia tidak melakukannya padahal Anda tahu persis bahwa ia melakukannya, mintalah dia merututi kejadiannya. Biasanya dengan bercerita mereka lebih merasa nyaman.

    3. Lalu tanyakan padanya menurutnya apakah yang ia telah lakukan salah atau tidak. Bila ia menjawab salah, berikan pemahaman lagi mengapa berbohong itu salah. Jelaskan apa akibatnya bila ia suka berbohong. Anda dapat menggunakan ilustrasi cerita 3 anak babi yang suka berbohong sehingga akhirnya mereka tidak dipercaya oleh warga lain dan akibatnya dimakan oleh serigala. Namun bila ia terlihat bingung apakah yang ia lakukan salah atau tidak, Anda dapat menjelaskan kembali kepadanya bahwa berbohong itu salah. setiap kesalahan ada konsekuensinya.

    4. Berikan 'konsekuensi' kepadanya sebagai akibat dari kebohongannya. Ini tentu tergantung apa disiplin yang telah Anda sepakati di rumah.

  • Advertisement
  • Jangan langsung memarahinya karena ia berbohong padahal Anda bahkan tidak mendengarnya secara langsung. Dengarkan pembelaannya. Bila Anda mengabaikannya, ia akan terus mengingatnya dan merekamnya di alam bawah sadarnya percuma untuk menceritakan pada papa atau mama. Mereka tidak akan mendengarkan dan akan dimarahi.

  • Ini akan menimbulkan jarak antara Anda. Anda tidak akan menginginkan jarak ini terutama bila anak Anda telah beranjak remaja. Ia bisa saja melampiaskannya pada hal yang tidak benar.

  • Hindari menggunakan kalimat, "Kamu belajar dari mana sih bohong seperti ini?" terdengar wajar namun tahukah Anda, dengan Anda bertanya seperti ini akan mengajarinya secara tidak langsung untuk melemparkan kesalahan kepada orang lain. Perhatikan bagaimana ia akan menyebut nama A atau B atau C begitu Anda bertanya seperti itu.

  • Apalagi bila Anda percaya pada jawabannya lalu malah sibuk menasihati anak Anda, jangan seperti si A ya. Kamu tiru yang baik dari A. Kalau A suka bohong kamu jangan ikuti. Anda bukannya mendidiknya atas kebohongannya namun malah mengajarinya melimpahkan kesalahan kepada orang lain. Dan selanjutnya ia tinggal menyebut 1 nama dan ia pun terbebas dari kesalahan.

  • Terakhir namun tidak kalah penting adalah hal yang perlu Anda sadari bahwa anak adalah peniru ulung. Mereka juga pintar memanipulasi. Selain mengajarinya tidak boleh berbohong, tidak baik berbohong atau bahkan menakut-nakutinya kalau berbohong nanti digigit nenek ompong atau bahkan bohong itu dosa, yang perlu Anda lakukan adalah memberikan teladan yang benar. Berkata dan berlaku jujurlah di hadapan anak Anda.

  • Bohong-bohong putih atau hal-hal kecil yang melanggar peraturan seperti memberi tahu guru sekolah bahwa anak Anda sakit sehingga tidak dapat bersekolah padahal Anda membawanya berlibur, atau berkata tidak apa-apa melanggar rambu sedikit di saat ia menegur Anda kok parkir kendaraan padahal ada rambu dilarang parkir akan membuatnya juga seperti Anda. Jangan terkejut bila suatu hari ia juga berbohong lalu berkata "Tidak apa-apa Ibu, kan cuma bohong sedikit."

  • Teladan itu dicontohkan, bukan diajarkan.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Setelah lulus dari kuliah IT, saya menjadi guru TK selama 7 tahun. Tidak jarang selain menghadapi murid saya juga memberi masukan kepada orangtua murid dari sisi seorang guru. Membaca, menulis dan musik adalah hobi saya. Setelah menikah saya langsung dikaruniai 1 putera yang lucu, saya menjadi ibu penuh waktu dan mulai mengembangkan hobi dan talenta saya yaitu membuat kue atau memasak. Saya senang mengumpulkan berbagai resep dan mencobanya di waktu senggang (yang tidak banyak) saya.

Respons terbaik yang bisa Anda lakukan ketika mendapati si kecil sedang berbohong

Marah, berlagak tidak tahu, atau justru menutupi? Apa respons terbaik ketika Anda mendapati anak Anda berbohong?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr