Jadikan rumah sebagai surga bagi seluruh anggota keluarga

Masihkah rumah bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi seluruh anggota keluarga?

454 views   |   9 shares
  • Memiliki rumah, seharusnya bukan semata-mata mengenai fisik sebuah bangunan, yang entah bergaya vintage, modern, atau memiliki luas 200 meter dengan lokasi strategis dan sebagainya. Memiliki rumah, artinya kita memiliki semua orang yang tinggal di dalamnya, sebagai bagian dari hidup kita. Tempat yang akan selalu dirindukan, dan tempat paling nyaman untuk kita pulang.

  • Tapi masihkah rumah, dianggap demikian? Sebab yang banyak terjadi sekarang; rumah bagi orangtua hanyalah persinggahan, sementara kehidupan lebih banyak dihabiskan di luar rumah. Dengan pekerjaan kantor menumpuk, jalanan yang luar biasa macet, kelelahan yang tiada tara, maka sampai di rumah sudah dalam kondisi yang tak menentu.

  • Sementara bagi anak-anak, terutama bagi mereka yag telah remaja, rumah pun hanya tempat tidur, sementara mereka lebih suka menghabiskan waktu di luar. Nongkrong di kafe, nonton bioskop, dan baru kembali sebelum atau bahkan setelah senja. Kalaupun memang ada waktu kumpul bersama di rumah, maka, baik orangtua maupun anak sudah sibuk masing-masing.

  • Gawai, dan berbagai tugas dari luar membuat rumah tak lagi ada bedanya dengan kantor, sekolah, tempat nongkrong. Belum lagi keberadaan televisi sebagai kotak penuh hiburan, yang bahkan kini sudah tersedia di kamar masing-masing. Rumah, hanyalah bangunan berisi manusia yang punya kegiatan masing-masing.

  • Menurut psikolog Dr Laura Markham, agar tumbuh dan berkembang, baik fisik maupun emosional, kita semua membutuhkan tempat paling aman untuk pulang. Apalagi anak-anak yang sedang memasuki fase baru dalam kehidupannya, mulai tumbuh dewasa misalnya, maka mereka membutuhkan rumah yang aman dan mereka percaya mampu melindungi dirinya dari berbagai ancaman dalam dunia pergaulan; bullying, penculikan dan sebagainya.

  • Tak peduli se-mandiri apa pun mereka dengan berbagai kegiatannya di luar rumah, anak-anak tetap harus tahu bahwa di rumah ada orangtua yang selalu hadir untuk mereka. Kenapa? Sebab anak-anak akan memilih untuk menghabiskan waktu bersama dengan orangtuanya ketimbang melakukan apa pun di dunia ini.

  • Meskipun mereka baru saja pulang dari menginap di rumah teman atau menonton pertandingan olahraga kesukaan, namun saat sampai di rumah, ada dua hal benar-benar mereka inginkan: tempat paling aman untuk memenuhi kebutuhan jiwanya, dan untuk membangun koneksi dengan seluruh anggota keluarga dalam suasana nyaman, mendalam dan menyenangkan. Jadi, coba deh perhatikan; jika anak-anak terlihat terlalu lengket dengan gawai, itu menandakan kebutuhan nuraninya yang perlu 'diisi'.

  • Advertisement
  • Percayalah, memberikan rumah sebagai tempat perlindungan bagi anak-anak adalah hadiah spektakuler bagi mereka. Sebab Anda memberikan izin bagi mereka untuk keluar dan melakukan 'pertempuran' nya lalu pulang ke rumah untuk recharge. Sekaligus memberikan 'sarang' yang nyaman agar budaya keluarga dapat berkembang sesuai kebutuhannya.

  • Pada akhirnya, penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa yang memiliki rumah penuh kasih sayang, memiliki mood yang lebih baik sekaligus tingkat stres yang lebih rendah.

  • Jadi, apa yang bisa Anda lakukan untuk menciptakan 'tempat pulang' yang paling nyaman bagi seluruh anggota keluarga?

  • 1. Tidak terburu-buru

  • Jika Anda ingin anak-anak berperilaku baik, mulailah dengan bersikap tenang dan tak terlalu sering memburu-buru. Memiliki semangat memang penting, tapi stres? membunuh.

  • 2. Rumah buah hati Anda adalah tempat perlindungannya

  • Artinya seluruh anggota keluarga memberlakukan satu sama lain dengan penuh hormat, tanpa kekerasan fisik maupun verbal.

  • 3. Jangan over-structure

  • Ya, setiap orang di rumah harus memiliki tanggung jawab mengurus rumah. Namun, berada di rumah tak berarti melakukan tugas terus menerus. Sediakanlah saatnya santai-santai, dan biarkan anak melupakan mumetnya tugas sekolah dan sebagainya.

  • 4. Sesekali terimalah sikap kekanakan anak-anak Anda

  • Bayangkanlah di luar rumah mereka harus tampil sebaik mungkin di hadapan publik. Tapi ada kalanya lelah mendera, dan ada rasa ingin mengeluh, menggelendot manja, bahkan menangis. Biarkan saja sesekali rasa itu keluar hingga puas.

  • 5. Batasi teknologi

  • Jadilah contoh terbaik, yakni dengan mematikan gawai juga laptop saat menghabiskan malam bersama keluarga. Optimalkan waktu Anda saat berada di kantor, jadi ketika berada di rumah, tak ada lagi bekerja. Habiskan waktu bersama keluarga, tanpa teknologi.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Jadikan rumah sebagai surga bagi seluruh anggota keluarga

Masihkah rumah bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi seluruh anggota keluarga?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr