7 cara untuk lebih bersabar dan tidak mudah terpancing emosi

Terlalu sensitif dan emosional bukan hal yang baik untuk citra diri Anda. Anda bisa jadi sosok tak mudah 'sensi, dengan 7 tips penambah stok sabar berikut ini.
Jun 11, 2017

2,060 views   |   10 shares
  • Minggu ini saya tergelitik membaca pemberitaan tentang seorang selebriti yang membuat pernyataan-pernyataan emosional dan kontroversial di media sosial. Mengingat usia yang tidak muda lagi dan gelar pendidikan yang tinggi, sang selebriti menunjukkan kontrol emosi yang begitu kontradiktif. Imbas dari perbuatannya cukup luas, mengingat ini bukan kali pertama kejadian semacam ini terjadi. Salah satu efek yang mengejutkan adalah keluarnya pernyataan dari sang anak kepada netizen untuk tidak menyeret pihak keluarga ke dalam "kekacauan" yang dibuat oleh sang Mama.

  • Terlalu sensitif atau bahasa kerennya "sensi" memang bukan hal yang baik untuk citra diri Anda. Konflik mudah terpercik antara Anda dengan orang lain, biasanya dari hal-hal sepele yang semestinya bisa diselesaikan dengan kekeluargaan.

  • Mari coba perbaiki kekurangan Anda yang satu ini dengan 7 tips berikut untuk membuat Anda lebih sabar dan tidak mudah "sensi":

  • 1. Berbaik sangka dan membuka pikiran

  • Terkadang, omongan orang lain yang Anda pandang menyakiti Anda, belum tentu memang sengaja ditujukan untuk Anda. Bisa jadi mereka berlaku seperti ini karena memang sedang mengalami hari yang buruk, sifat blak-blakan yang cenderung bicara apa adanya, atau refleksi dari kekecewaan mereka terhadap suatu isu pribadi. Demikian pula jika seseorang tidak memberikan respons yang Anda harapkan, misalnya lambat membalas pesan di messenger atau membalas singkat seperti malas berbasa-basi. Berbaik sangkalah, siapa tahu mereka memang benar-benar sibuk atau terlupa karena jadwal yang begitu padat.

  • 2. Lepaskan sifat perfeksionis

  • Banyak kasus 'sensi' berawal dari perfeksionisme berlebihan. Seakan, apapun yang dilakukan oleh orang lain, selalu salah di mata Anda. Ciri terjelas, Anda cenderung mencari celah kesalahan orang lain ketimbang mengapresiasi usaha mereka. Mari coba melonggarkan standar Anda yang kelewat tinggi. Akuilah, Anda sendiri juga akan merasa tertekan jika mendapatkan tuntutan untuk tampil sempurna tanpa cela.

  • 3. Sadari Anda tidak dapat memuaskan semua orang

  • Pada banyak kesempatan, pencitraan menjadi hal yang dipandang jauh lebih penting daripada kenyamanan Anda pribadi. Itulah mengapa, banyak orang rela mengorbankan kebahagiaan dirinya sendiri demi dapat bersinar dan dipuja puji oleh orang lain. Faktanya, terlalu banyak orang yang harus Anda puaskan. Mereka masing-masing punya standar berbeda mengenai kesuksesan. Sungguh hal yang mustahil untuk membuat semua orang menyukai Anda, karena dunia memang diciptakan dengan dua sisi, hitam dan putih, dengan bumbu area abu-abu di antaranya.

  • Advertisement
  • 4. Batasi interaksi yang penuh energi negatif

  • Satu cara ampuh keluar dari kebiasaan beracun adalah hindari orang-orang yang menebarkan "racun" tersebut. Jalinlah hubungan dengan mereka yang optimis, berpikiran positif, berdaya guna, dan berlaku sesuai norma. Kaum cupcakes and rainbows ini akan menularkan aura positif ke dalam hidup Anda. Ketika Anda tersandung atau khilaf melakukan kesalahan, mereka dapat memberikan masukan dan kritik konstruktif dengan cara yang lebih tidak menyakitkan. Mengapa? Kaum positif semacam ini menempatkan diri mereka di posisi Anda dan memperlakukan Anda sebagaimana sepantasnya mereka ingin diperlakukan. Di dunia maya, jika Anda menemukan orang-orang yang mengusik perasaan, kendali sepenuhnya di tangan Anda. Pilihan hapus, blok, putuskan pertemanan, selalu siap Anda klik untuk kedamaian hidup Anda. Apabila Anda berada dalam situasi untuk menghadapi mereka, tarik napas dahulu dan jangan biarkan mereka menguras energi Anda dengan percuma. Perlu strategi bijak menghadapi "orang-orang sulit" semacam ini dan bereaksi emosional justru akan memperburuk keadaan.

  • 5. Percaya diri dengan membumi

  • Keseimbangan adalah hal yang akan menyelamatkan Anda. Di satu sisi, Anda perlu yakin dan percaya dengan diri Anda sendiri. Ketika seseorang "menyerang" Anda dengan kritik yang tidak membangun, Anda dapat dengan enteng menganggapnya sebagai angin lalu. Anda tahu, Anda punya prioritas lebih penting dari memikirkan trivial matters. Pada sisi lain, Anda pun perlu berbesar hati untuk menerima masukan dari orang lain. Sehebat apapun Anda, selalu ada ruang dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Beberapa orang memang menyampaikan maksud mereka secara frontal. Hati yang besar akan melindungi Anda dari terbawa perasaan berlebihan atau "baper" Mereka yang terlalu "sensi" biasanya memiliki masalah percaya diri dan bersikap defensif ketika menerima masukan, meskipun kritik tersebut disampaikan dengan cara sehalus mungkin.

  • 6. Bereaksi setelah mengetahui

  • Manusia pada dasarnya bukanlah pembaca pikiran. Tidak selamanya Anda perlu mengungkap arti yang tersirat. Ini yang akhirnya malah menimbulkan prasangka dan praduga. Jika Anda perlu bertanya, maka lakukanlah. Galilah informasi sebanyak mungkin sebagai bahan pertimbangan Anda, sebelum melompat kepada kesimpulan. Ingatlah untuk juga menumbuhkan empati sebagai pelengkap logika berpikir Anda, mengingat Anda bukanlah komputer atau robot yang hanya memperhitungan data dan probabilitas teknis. Hati manusia siapa yang tahu, kecuali Anda membuka pintu untuk memasukinya.

  • Advertisement
  • 7. Jangan ragu mencari bantuan

  • Manusia adalah makhluk sosial yang memerlukan orang lain. Anda tidak selalu harus menyelesaikan masalah Anda sendirian. Ketika Anda mulai direpotkan oleh permasalahan yang menguras jiwa raga, segeralah mencari uluran tangan dan bahu untuk bersandar. Bicarakan kepada sahabat, pasangan, atau jika perlu, profesional yang dapat memberikan pandangan objektif atas masalah Anda. Sudut pandang berbeda akan membantu Anda untuk mendapatkan solusi dan melihat masalah dari sisi lain secara lebih bijaksana.

  • Cobaan dan ujian hidup akan selalu datang dalam bentuk apapun. Anda tidak dapat mengontrol bagaimana orang lain bereaksi terhadap Anda. Namun, pilihan selalu terbuka bagi Anda untuk bersikap asertif. Percayalah, selalu ada buah manis atas kebaikan yang Anda taburkan, sekecil apapun itu.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

7 cara untuk lebih bersabar dan tidak mudah terpancing emosi

Terlalu sensitif dan emosional bukan hal yang baik untuk citra diri Anda. Anda bisa jadi sosok tak mudah 'sensi, dengan 7 tips penambah stok sabar berikut ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr