Sudah siapkah Anda menjadi orangtua? Bagaimana mengetahuinya?

Anak adalah amanah dan titipan yang harus sungguh-sungguh dijaga. Sudahkah kita siap untuk menerima tanggung jawab yang besar itu?

467 views   |   7 shares
  • Tidak pernah terpikirkan sebelumnya betapa kehidupan setelah menikah tidak seindah yang saya bayangkan. Eits, tunggu dulu! Jangan buru-buru berpikir saya menyesal dengan pernikahan yang tengah kami jalani. Tidak, pernikahan kami baik-baik saja, saya bersyukur semua berjalan lancar meski beberapa kerikil tajam kerap mengganggu perjalanan rumah tangga kami.

  • Benar, tidak ada informasi detail yang awal mula saya terima ketika dengan penuh semangat ingin segera mengakhiri masa lajang. Apalagi ketika tiba-tiba kabar bahagia itu datang, istri ternyata sudah terlambat datang bulan. Itu artinya kami akan segera menjadi orangtua, pekik saya kegirangan!

  • Puji syukur, akhirnya Tuhan mengabulkan doa kami! Seorang bayi laki-laki sehat dan menggemaskan telah lahir di tengah-tengah keluarga kecil kami. Hingga tulisan ini saya buat putra kami telah berusia 9 bulan, giginya sudah tumbuh 2 buah, dia sudah mulai belajar merangkak dan menghancurkan apa saja yang bisa diraihnya.

  • Terlepas betapa kehidupan pernikahan penuh dengan lika-liku, ternyata dengan hadirnya seorang anak mampu mendatangkan sukacita dalam kehidupan rumah tangga kami. Anak bak magnet di rumah yang selalu membuat kami ingin bisa cepat bertemu selepas bekerja. Bisa berkumpul dan bermain bersama sejenak mampu menghilangkan penat setelah seharian bekerja.

  • Ketika menikah dan kemudian memutuskan untuk segera memiliki anak, perlu dipahami dengan baik bahwa tanggung jawab akan makin bertambah. Sayangnya, banyak pasangan menikah belum siap menghadapi hal ini, bahkan tidak sedikit yang akhirnya justru menyia-nyiakan kehadiran sang buah hati, hingga tega menelantarkannya tanpa kasih sayang.

  • Akh, betapa keputusan yang sangat tidak adil. Terburu-buru memiliki momongan tanpa persiapan matang sungguh sebuah perbuatan yang sangat gegabah (menurut saya). Anak adalah karunia, ia merupakan titipan Sang Maha Kuasa untuk kita jaga dengan penuh kasih sayang. Kita pasti akan dimintai tanggung jawab suatu hari nanti jika tidak mampu menjalankan tugas ini dengan sebaik mungkin.

  • Apakah Anda sudah siap menjadi orangtua?

  • Inilah pertanyaan yang sebetulnya ingin saya tanyakan kepada Anda sekalian! Apakah Anda sudah sudah siap dengan segala risiko yang akan Anda hadapi? Ingat, memiliki anak tidak pernah menjadi sebuah tugas yang mudah, tanggung jawab ini akan melekat seumur hidup dan Anda berdua tidak akan pernah dibebastugaskan.

  • Selain itu, kehidupan Anda akan berangsur-angsur berubah drastis. Tubuh yang dulu terawat dengan baik, setelah anak lahir mungkin justru terabaikan. Kondisi ekonomi juga ikut terpengaruh, jika dulu bisa menikmati penghasilan bulanan secara penuh, kini mau tidak mau Anda harus rela untuk menyisihkan sebagian bahkan seluruhnya demi keluarga dan anak tercinta.

  • Advertisement
  • Sederet persoalan lain masih akan Anda berdua hadapi, seperti: Kebutuhan berobat tatkala anak jatuh sakit, kebutuhan akan pakaian, tagihan-tagihan, makanan sehat untuk seluruh keluarga, pendidikan si kecil dan masih ada banyak lagi. Hal-hal ini pastinya sudah harus Anda pikirkan jauh-jauh hari ketika memutuskan untuk memiliki momongan, jika tidak Anda harus siap menghadapi konsekuensi terburuknya.

  • Tidak mudah! Menjadi orangtua sangat tidak mudah. Tidak bermaksud menakut-nakuti, tetapi kenyataannya berkata demikian. Memiliki anak, dengan kata lain tanggung jawab sebagai orangtua butuh komitmen tinggi. Kadang, belum lagi menghadapi persoalan dengan pasangan yang tidak sejalan dengan apa yang ingin kita terapkan. Hal-hal semacam ini bisa menambah beban pikiran pastinya, di mana emosi terkuras dan kesabaran dipertaruhkan.

  • Buat Anda para calon orangtua, pertimbangkan baik-baik keputusan untuk segera memiliki momongan. Jangan pernah memaksakan diri jika kondisi belum memungkinkan untuk itu. Janganlah menjadi orangtua tidak bertanggung jawab, jangan pernah lahirkan anak hanya karena ingin bersenang-senang, tetapi kemudian tidak bersedia menanggung konsekuensinya.

  • Lahirnya seorang anak bukanlah sebuah lelucon, anak yang lahir harus betul-betul dirawat dengan penuh kasih serta tanggung jawab. Kesiapan mental dan psikologis menjadi PR besar yang harus Anda berdua hadapi. Setelah menjadi orangtua, Anda tidak akan lagi bisa mengelak dan menyerahkan tugas tersebut kepada orang lain.

  • Semoga apa yang telah Anda putuskan untuk memiliki anak telah menjadi keputusan final. Semoga Tuhan segera mengabulkan keinginan tersebut dan anak-anak lahir ke dalam dunia dalam kondisi layak dan disambut kehadirannya dengan sukacita besar.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Sudah siapkah Anda menjadi orangtua? Bagaimana mengetahuinya?

Anak adalah amanah dan titipan yang harus sungguh-sungguh dijaga. Sudahkah kita siap untuk menerima tanggung jawab yang besar itu?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr