Tidak bisa mudik? Jangan khawatir, mari kita wisata rohani ke panti asuhan

Merayakan hari raya bersama keluarga dan kerabat tercinta di kampung halaman pasti menyenangkan. Namun jika keadaan membuat kita tak bisa mudik, tenang saja, yuk kita bagi kebahagiaan dengan mereka yang kekurangan.
Jun 11, 2017

1,531 views   |   shares
  • Pernahkah Anda memerhatikan, di sekeliling Anda ada begitu banyak panti asuhan. Bahkan banyak dari panti asuhan tersebut yang sudah terlalu penuh hingga tak bisa lagi menampung orang tambahan. Mendengar hal itu saja sudah terasa haru, apalagi kemudian membayangkan anak-anak yang tidak memiliki keluarga dan kemudian menjadi anggota 'keluarga' panti asuhan. Duh..rasanya tambah pilu, bukan?

  • Tapi tunggu dulu, ada kisah yang lebih menyedihkan dari panti asuhan. Anda sudah mendengar kasus panti asuhan di Riau pada Awal tahun 2017? Ya, ketika itu, Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) menerima laporan sebuah panti asuhan di Riau yang tidak layak huni. Anak-anak di panti asuhan tersebut mendapatkan perlakuan tak manusiawi, bahkan ada bayi usia 18 bulan yang meninggal dunia karena mengalami penyiksaan di sana.

  • Panti Asuhan itu bernama Yayasan Tunas Bangsa terletak di Kilometer 20, Kelurahan Sialang Rampai, Kec. Tenayan Raya, Kab. Riau. Panti asuhan tersebut tidak memiliki kondisi yang higienis, tentu saja hal ini berbahaya bagi kesehatan anak-anak di panti.

  • Diberitakan bahwa, di Panti Asuhan Yayasan Tunas Bangsa, seorang balita bernama M. Zikli mengalami penganiayaan hingga meninggal. Di sekujur tubuh bayi berusia 18 bulan tersebut mengalami luka-luka.

  • Kondisi bangunan panti di bawah naungan Yayasan Tunas Bangsa memang amat memprihatinkan, dan benar-benar tidak layak huni. Penghuni panti terlihat kekurangan gizi.

  • Para penghuni panti menggunakan air di bak mandi untuk minum tanpa dimasak terlebih dulu. Air bak mandi di panti terlihat keruh, berminyak, dan kekuningan karena bercampur dengan besi berkarat. Seluruh penghuni panti melakukan kegiatan MCK di bak mandi yang tak higienis tersebut.

  • Usut punya usut, ternyata pengelola yayasan memiliki 5 panti sosial yang tersebar di berbagai kecamatan di Pekanbaru. Sayangnya, semua panti tersebut tidak layak huni.

  • Beberapa orang jompo yang tinggal di panti disuruh mengemis dan menyetorkan hasilnya pada yayasan. Bahkan ada harga 45 juta rupiah bagi orangtua yang ingin menitipkan anak ke panti asuhan miliknya. Sembako yang merupakan sumbangan dari donatur pun kerap dijual ke toko grosir tak jauh dari pantinya.

  • Mengenaskan sekali ya?

  • Karena itu, yuk kita sama-sama melakukan fungsi pengawasan pada fasilitas-fasilitas seperti panti asuhan, maupun panti jompo. Tidak perlu jauh-jauh keluar kota. Sesekali berjalanlah keliling daerah tempat tinggal, atau cari tahu lewat internet mengenai keberadaan yayasan-yayasan sosial yang letaknya tak jauh dari tempat tinggal.

  • Advertisement
  • Tak ada salahnya jika sesekali disambangi dan mengobrol bersama pengelola. Nah, apalagi jika hari raya tiba nanti. Ya, tidak semuanya dari kita bisa mudik, bukan? Tidak kebagian jatah cuti, ada yang sakit, atau bahkan memang sudah tak ada lagi sanak saudara di kampung halaman? Yuk marilah Anda coba sesekali membangun budaya hari raya yang baru.

  • Ajak anak-anak dan keluarga untuk wisata rohani ke panti-panti. Bawa hadiah atau uang semampu Anda, lalu bertandang sambil berbagi. Ada begitu banyak manfaat yang bisa Anda terima dengan melakukan hal ini; melakukan fungsi kontrol sosial sebagai masyarakat yang peduli akan kaum papa, berbagi dengan sesama yang rasanya sudah pasti menyenangkan dan menghangatkan hati.

  • Selain itu, Anda pun bisa memberikan contoh pada si buah hati, bahwa hari raya tidak harus selalu dirayakan dengan menghabiskan uang bonus untuk kumpul-kumpul di kampung halaman. Memberikan rezeki berlebih yang diterima di hari raya kepada mereka yang tidak memiliki keluarga, dan tidak bisa ke mana-mana, pasti akan lebih menyenangkan rasanya.

  • Selamat menjelang hari raya yang penuh makna.

Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Tidak bisa mudik? Jangan khawatir, mari kita wisata rohani ke panti asuhan

Merayakan hari raya bersama keluarga dan kerabat tercinta di kampung halaman pasti menyenangkan. Namun jika keadaan membuat kita tak bisa mudik, tenang saja, yuk kita bagi kebahagiaan dengan mereka yang kekurangan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr