Akun media sosial adalah cerminan kepribadian Anda. Ini cara menjaga reputasi Anda melalui perilaku baik bermedia-sosial

Kehilangan pekerjaan yang diidam-idamkan karena sebuah postingan di sosial media bukanlah hal yang dapat dibanggakan. bagaimana cara menjaga reputasi Anda di sosial media?
Jun 13, 2017

123 views   |   2 shares
  • Baru-baru ini di sebuah majalah online ternama dimuatlah berita bagaimana sebuah universitas ternama (Harvard) membatalkan 10 anak yang selayaknya diterima dikarenakan postingannya yang bersifat rasis di sosial media anak-anak tersebut. Atau bagaimana seorang guru diberhentikan dari pekerjaannya karena ia memposting foto yang kurang pantas di sosial medianya.

  • Jika Anda tidak bernasib sama seperti mereka dan ingin menjaga reputasi di sosial media Anda, berikut tips and tricknya:

  • Jangan menganggap remeh apa yang Anda tulis atau Anda kicaukan di sosial media Anda. Terlebih jika Anda merintis karier di bidang yang menuntut reputasi yang baik dan moral yang baik semisalnya guru, dosen atau pejabat pemerintahan. Sama halnya jug ajika Anda adalah pegawai kantoran. Ataupun jika Anda baru saja melamar di sebuah perusahaan. Para orang tua murid dan tim Human Resources memiliki berbagai cara untuk mengetahui informasi seputar guru dari anaknya ataupun karyawan atau calon karyawan.

  • Tidak perlu memposting foto yang akan menimbulkan pro dan kontra

  • Pernah mendengar atau membaca kutipan "If it is private, don't put it on Facebook" ? Sebagai manusia yang memiliki kehidupan pribadi, adalah hak Anda jika Anda mungkin melakukan pesta sesekali bersama teman-teman dan meminum minuman alkohol atau memakai bikini ketika Anda sedang berlibur di pantai atau memiliki foto mesra bersama suami/istri Anda. Namun, adalah lebih bijak jika Anda menyimpan foto-foto tersebut untuk konsumsi pribadi Anda sebagai kenang-kenangan Anda. jika Anda memposting di sosial media tentu akan menuai pro dan kontra. Ini tentu akan mempengaruhi penilaian terhadap reputasi Anda. Anda tidak dapat menduga kemanakah foto-foto Anda tersebut akan beredar sekalipun Anda merasa telah mengatur privacy demikian rupa.

  • Pastikan sumber artikel atau berita yang Anda baca akurat sebelum Anda menyebarkannya

  • Tombol "share" begitu menggoda ketika Anda sedang membaca sebuah artikel yang menurut Anda layak untuk disebar hanya karena begitu benar menurut Anda. Eits! Pastikan berita yang Anda sebarkan adalah berita yang dapat dipercaya bukannya hoax ataupun artikel yang bersifat provokatif. Bagaimana caranya mengenali berita palsu? Anda perlu memastikan berita tersebut dirilis oleh sumber yang terpercaya, kapan berita tersebut dirilis, apakah berbadan hukum atau jika Anda merasa curiga ketika membacanya, maka lebih baik tidak menyebarkannya. Jangan sampai Anda menjadi provokator di sosial media dan membuat reputasi Anda tercoreng.

  • Advertisement
  • Urusan kantor tidak boleh menjadi konsumsi public

  • Walaupun Anda sedang marah atau kesal terhadap kebijakan baru kantor Anda atau terhadap atasan Anda, jangan sekali-kali berani memposting dan mencurahkan isi hati apalagi menjelek-jelekkan perusahaan atau bos Anda. Meskipun Anda yakin bos Anda tidak memfollow akun Anda, bisa saja karyawan lain menemukan postingan Anda dan melaporkannya kepada perusahaan. Anda juga dilarang keras membeberkan rahasia perusahaan di sosial media. Kehilangan pekerjaan karena postingan di sosial media bukanlah hal yang keren, seperti yang dialami oleh seorang pegawai di California Pizza Kitchen yang kehilangan pekerjaannya karena menjelek-jelekan seragam barunya di sosial medianya.

  • Jaga perkataan di sosial media

  • Meskipun kita bebas berkata-kata di sosial media, hindarilah komentar yang bersifat rasis atau provokatif ataupun komentar pedas di sosial media Anda. terutama jika Anda menekuni profesi sebagai seorang guru atau pendidik. Bayangkan apa reaksi para orangtua murid didik Anda ketika menemukan postingan Anda yang bersifat rasis dan provokatif? Jika Anda di posisi mereka, Anda tentu tidak ingin anak Anda didik oleh guru yang memiliki sifat rasis dan provokatif.

  • Log-out dari sosial media Anda ketika sedang berkumpul bersama teman

  • Ini tips yang penting terutama bila Anda tahu teman-teman Anda adalah orang-orang iseng yang mengetahui password Hp Anda. sering menemukan postingan-postingan aneh teman-teman Anda yang tidak lama lalu memposting "sorry habis dibajak teman?" nah, daripada ada postingan yang bisa mempengaruhi Anda, lebih baik Anda log-out akun sosial media Anda sebelum akan berkumpul bersama teman-teman Anda tersebut. Apakah Anda menjadi teman yang tidak asyik karena melakukan hal tersebut? Lantas apakah Anda rela kehilangan pekerjaan hanya karena 1 postingan yang bahkan Anda tidak bermaksud untuk mempostingnya?

  • Anda tidak perlu menjadi manusia kuper (kurang pergaulan) ataupun kudet (kurang update) namun lebih bijak dalam menggunakan sosial media, karena bagaimanapun sosial media Anda sedikit banyak mencerminkan Anda.

  • "If it is on Internet, it is not private."

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Setelah lulus dari kuliah IT, saya menjadi guru TK selama 7 tahun. Tidak jarang selain menghadapi murid saya juga memberi masukan kepada orangtua murid dari sisi seorang guru. Membaca, menulis dan musik adalah hobi saya. Setelah menikah saya langsung dikaruniai 1 putera yang lucu, saya menjadi ibu penuh waktu dan mulai mengembangkan hobi dan talenta saya yaitu membuat kue atau memasak. Saya senang mengumpulkan berbagai resep dan mencobanya di waktu senggang (yang tidak banyak) saya.

Akun media sosial adalah cerminan kepribadian Anda. Ini cara menjaga reputasi Anda melalui perilaku baik bermedia-sosial

Kehilangan pekerjaan yang diidam-idamkan karena sebuah postingan di sosial media bukanlah hal yang dapat dibanggakan. bagaimana cara menjaga reputasi Anda di sosial media?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr