Membantu anak membangun rasa percaya diri. Bagaimana caranya?

Rasa percaya diri yang baik, akan membuat anak mampu menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupannya. Namun ternyata, hal ini tidak muncul dengan sendirinya. Semua, tentu saja, berawal dari orangtua.

629 views   |   2 shares
  • Memiliki rasa percaya diri dan harga diri yang berkembang baik merupakan hal penting bagi setiap manusia. Mengapa? Sebab anak akan lebih mudah percaya bahwa dirinya mampu menghadapi tantangan yang ada, bahwa dirinya berhak diperlakukan sebagai wanita terhormat, bahwa dirinya bisa menjadi yang terbaik dengan usahanya bukan dengan seberapa terpandang orangtuanya, bahwa dirinya bisa bangkit lagi dari semua kegagalan, berawal dari self-esteem yang ia miliki sejak kecil hingga dewasa.

  • Besar sekali peran harga diri dan rasa percaya diri untuk kesuksesan anak-anak. Karena itulah, penting sekali Anda sebagai orangtua, mengetahui mana apa saja yang dapat dilakukan untuk membangunnya.

  • Di awali sejak bayi

  • Menurut Deborah Plummer dalam bukunya Helping Children to Build Self-Esteem, dikatakan bahwa penilaian anak tentang dirinya ternyata sangat dipengaruhi oleh respons yang ia terima dari orang terdekatnya, sejak bayi. Ya, bayi yang mendapat pengalaman disayangi, dicintai dan diharapkan akan membentuk penilaian dalam otaknya bahwa ia adalah anak yang diharapkan, berharga dan dicintai, karena kebutuhannya selalu dipenuhi.

  • Caranya tidak sulit kok, sesederhana mengasah insting. Tidak perlu repot merasa takut dengan ungkapan "bau tangan" atau "Nanti anaknya manja lho, kalau dituruti terus." saat bayi. Sebab hal ini tak berlaku bagi para bayi. Justru aktivitas menyusui, menggendong dan merespons dengan cepat tangisan bayi akan membuatnya merasa aman dan percaya pada lingkungan terdekatnya.

  • Cintai anak tanpa syarat

  • Nah, jika ia telah memasuki fase batita dan balita, anak yang diberikan kesempatan untuk melakukan eksplorasi akan membuatnya mandiri dan percaya diri untuk melakukan banyak hal sendirian. Pengalaman-pengalaman berhasil, dipuji dan dikoreksi kesalahannya tanpa dihakimi atau diberikan label negatif menjadi fondasi awal anak mampu menilai bahwa dirinya berharga. Sehingga kepercayaan dirinya pun tumbuh optimal.

  • Dalam buku Peaceful Parent, Happy Kids tulisan Dr. Laura Markham dituliskan bahwa rasa berharga pada diri anak akan terbentuk dengan baik, salah satunya karena faktor apakah ia merasakan cinta tanpa syarat dari orangtuanya semasa kecil.

  • Sayangnya, banyak orangtua berpendapat bahwa memberikan cinta setulusnya itu hanya akan membuat anak manja karena ia diterima apa adanya. Sehingga yang dilakukan orangtua justru anak terus dipacu bekerja keras agar menjadi orang yang "ahli". Padahal secara tidak langsung hal ini memberi pesan bahwa cinta orangtuanya bergantung pada sukses atau tidaknya anak di sekolah.

  • Advertisement
  • Hal ini, justru telah menghancurkan fondasi kebahagiaan anak, yaitu rasa yakin dan percaya bahwa ia dicintai karena dirinya. Ini akan menghilangkan passion anak untuk menjadi ahli pada suatu hal.

  • Mulai dari diri sendiri

  • Seperti yang juga dituliskan oleh Dr. Sears dalam buku The Discipline Book: How to have a better-behaved child from birth to age. Menurutnya, harga diri seorang anak bukanlah sesuatu yang diturunkan/diwarisi, namun perlu dibentuk dan dibangun. Memiliki anak, artinya memberikan kesempatan kepada Anda untuk menjadi seperti orangtua yang Anda selalu inginkan.

  • Jika Anda memiliki self-image yang buruk, terutama ketika Anda merasa penyebabnya adalah pola asuh dari orangtua sebelumnya, maka penting untuk menyembuhkan dulu luka-luka lama yang tersisa di hati dan keluar dari kebiasaan dalam keluarga yang sebelumnya Anda alami. Buatlah daftar kebaikan dari pola asuh sebelumnya dan terapkan hal tersebut. Ketimbang terlalu fokus pada hal negatif dari pengalaman masa lalu Anda. Maafkanlah kedua orangtua Anda yang mungkin tak sempurna.

  • Ingatlah bahwa Anak bercermin pada orangtuanya. Di tahun pertama kehidupanya, cara anak memandang dirinya sangat tergantung kepada cara orangtua memandang dirinya sendiri. Anak merasa bertanggung jawab pada kebahagiaan orangtuanya. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk "memoles" ekspresi emosinya ketika bersama anak.

  • Apabila secara konsisten orangtua menunjukkan ketidakbahagiaan saat bersama anak, maka anak akan mengembangkan konsep diri bahwa dirinya adalah anak yang tidak baik.

  • Jadi, jika Anda bisa terus "memoles" tampilan dan memberikan yang terbaik pada pimpinan di tempat kerja, atau klien Anda, mengapa begitu sulit menjadi sama profesionalnya di hadapan anak? bukankah ia sebetulnya lebih penting?

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Membantu anak membangun rasa percaya diri. Bagaimana caranya?

Rasa percaya diri yang baik, akan membuat anak mampu menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupannya. Namun ternyata, hal ini tidak muncul dengan sendirinya. Semua, tentu saja, berawal dari orangtua.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr