Mengasuh si 4 tahun penuh tantangan? Terapkan 5 cara ini untuk memaksimalkan potensinya!

Di akhir masa sebagai seorang balita, anak usia 4 tahun menghadirkan warna baru dalam petualangan pengasuhan Anda. Maksimalkan potensinya melalui 5 trik pengasuhan ini.

1,162 views   |   3 shares
  • Di tahun terakhirnya sebagai seorang balita, anak usia 4 tahun menghadirkan warna baru dalam petualangan pengasuhan Anda. Anak usia 4 tahun dikategorikan dalam usia prasekolah, di mana ia sudah lebih mandiri dari fase sebelumnya. Ia juga dikenal dalam masa super kritis. Jangan heran jika anak Anda mengajukan sangat banyak pertanyaan, mulai dari yang sepele hingga yang memusingkan saat mencari jawabannya. Secara umum, anak 4 tahun akan terlihat aktif, ceria, dan penuh rasa ingin tahu. Keinginan belajarnya sangat besar dan ia menyukai momen di mana ada teman di sampingnya. Baik teman sebaya, anak lebih muda, hingga orang yang lebih tua.

  • Sembari menilik tumbuh kembang anak usia rentang usia 4-5 tahun ini, simak 5 hal yang dapat Anda lakukan untuk memaksimalkan pengasuhannya:

  • 1. Utamakan permainan bebas dan tak terstruktur

  • Berlawanan dengan banyak keyakinan, sesungguhnya pada masa usia 4 tahun ini, Anda dapat menggenjot sisi kreatif anak dengan memberikannya waktu permainan bebas. Ya, ketimbang mainan mahal berbasis elektronik, Anda dapat berkreasi dengan "bermain sambil belajar". Manfaatkan barang-barang dan kegiatan sehari-sehari untuk mengenalkan anak bersenang-senang sambil mengembangkan ilmu dan keterampilannya. Tak perlu takut dan ragu akan imajinasi anak. Bermain peran dapat Anda lakukan bersama anak tersayang. Perlahan, berikan batasan padanya mengenai realita dan fantasi. Anda dapat menyeimbangkan bermain peran aneka profesi dunia nyata, dengan kisah naga dan alien sebagai selingan untuk membuat anak kaya akan ide.

  • 2. Kenalkan realita dunia

  • Bawa anak ke tempat umum dan biarkan ia mencoba bereksplorasi serta beradaptasi dengan caranya. Cukup pastikan Anda berada tak jauh darinya dan mengawasi keamanannya. Ajak anak mengunjungi taman, museum, pusat budaya, hingga panti sosial. Bukalah matanya akan apa yang ada di sekeliling, mulai yang manis hingga pahit dan tragis. Berikan pemahaman perlahan dengan bahasa simpel mengenai bagaimana caranya menempatkan diri. Memberikan penjelasan aturan, tata tertib, dan norma sudah dapat Anda perluas pada fase ini. Mengingat anak juga semakin lancar bercerita, minta dirinya untuk "mengenang" kisah perjalanan dalam bahasanya sendiri. Dengan cara ini Anda dapat memantapkan konsep waktu "masa lampau - sekarang - masa mendatang" dari alur cerita yang disampaikan.

  • Advertisement
  • 3. Ayo berteman!

  • Bersosialisasi begitu menarik perhatian anak 4 tahun. Berilah kesempatan anak Anda untuk menjalin hubungan dengan orang-orang di sekitarnya. Bekali dirinya dengan aturan dan norma sosial yang sewajarnya berlaku. Anak mungkin saja akan tertantang atau bingung ketika menghadapi konflik, seperti playground politics dan perundungan (bullying). Di sini, Anda perlu menjadi sosok teladan dengan dua sisi, tegas sekaligus lembut. Tegas untuk menjunjung aturan yang wajib ditaati. Lembut untuk menunjukkan kapan waktunya kita berempati dan memiliki kepedulian sosial. Integritas tanpa menjadi egois menjadi semakin langka dalam dunia dewasa ini. Sudah saatnya kita membangkitkan hal terhormat ini dalam diri generasi penerus.

  • 4. Tetapkan batasan dengan konsisten

  • Di usia 4-5 tahun, anak menunjukkan sikap penuntut, sekaligus pada suatu waktu bisa menjadi kooperatif. Kuncinya, melibatkan anak dan mempertahankan konsistensi. Ia akan mempertanyakan dengan kritis, ketika Anda melewatkan rutinitas atau melanggar aturan yang Anda tetapkan bersama. Menetapkan batasan menjadi krusial bagi usia prasekolah, sebagai cara untuk belajar mengenai pengendalian diri. Berkata "tidak" pada situasi tertentu, menjadi konsep yang bisa Anda masukkan dalam mendidik anak-anak usia 4-5 tahun. Jelaskan alasan dan maksud dari aturan maupun larangan. Dengan demikian, anak memahami bahwa apa yang ia lakukan berdasar kepada keamanan, keselamatan, dan kebaikan dirinya serta orang lain.

  • 5. Bijak dan cerdik menghadapi emosinya

  • Temper tantrum masih dapat terjadi pada fase 4-5 tahun. Namun, berbeda dengan batita, pada fase usia prasekolah, temper tantrum yang terjadi lebih mengarah kepada ego anak dan hambatan penyaluran emosi. Dengan tenaga yang lebih kuat, pendekatan fisik yang Anda lakukan tak seefektif dulu lagi. Kini, lebih baik Anda tetap berada di dekatnya, tetapi tidak memberikan reaksi seperti berdebat atau larut dalam emosi. Lakukan sesuatu yang menyibukkan diri Anda. Buat anak menyadari bahwa "mengamuk" bukan cara tepat untuk menyampaikan apa yang ia inginkan. Saat keadaan mulai tenang, tunjukkan empati dan pengertian terhadap perasaannya. Lampu merah untuk Anda, jika anak mulai bersifat agresif dan destruktif, baik menyakiti dirinya sendiri atau orang lain. Segera gali akar permasalahan, termasuk berkonsultasi dengan psikolog, bila diperlukan.

  • Advertisement
  • Rajinlah memeriksa tumbuh kembang anak dengan berkonsultasi dengan dokter anak, psikolog atau ahli tumbuh kembang. Berkoordinasilah dengan pasangan, tenaga pengasuh (jika Anda mendelegasikan pengasuhan saat bekerja), dan anggota keluarga lain, guna menerapkan gaya pengasuhan sejalan dan seirama. Niscaya, anak Anda pun akan menunjukkan keistimewaannya setiap hari dan menjadi sumber kebahagiaan Anda selalu.

Baca, hidupkan, bagikan!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Mengasuh si 4 tahun penuh tantangan? Terapkan 5 cara ini untuk memaksimalkan potensinya!

Di akhir masa sebagai seorang balita, anak usia 4 tahun menghadirkan warna baru dalam petualangan pengasuhan Anda. Maksimalkan potensinya melalui 5 trik pengasuhan ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr