Pahami risiko melahirkan melalui operasi 'Cesarean' agar tidak terjadi hal-hal mengkhawatirkan

Berbeda dengan melahirkan secara normal, selama tidak ada komplikasi ibu dan bayi sudah bisa diperbolehkan pulang kurang dari 24 jam.

8,306 views   |   32 shares
  • Beberapa waktu lalu tersiar kabar seorang ibu muda asal Belitung Timur, Anggun Pradini, meninggal dunia setelah melahirkan lewat operasi cesar. Diketahui Anggun mengalami pendarahan pada operasi pertama tanggal (17/3/2017) dan sehari setelahnya dilakukan operasi tambahan untuk menghentikan pendarahan tersebut.

  • Pada operasi terakhir inilah rahim Anggun diangkat, tetapi cara tersebut tetap tidak berhasil membuatnya pulih. Akhirnya pada (18/3/2017) Anggun menyerah, dia meninggal akibat pendarahan hebat yang tak kunjung henti. Pihak keluarga sangat menyayangkan proses penanganan dari RS Belitung Timur, bahkan diketahui dokter yang melakukan penanganan waktu itu justru pulang di saat Anggun berjuang mengatasi pendarahannya. Oleh karena itu, pihak keluarga akan berusaha menempuh jalur hukum untuk meminta pertanggungjawaban RS Belitung Timur.

  • Operasi cesar akhir-akhir ini menjadi pilihan para ibu "modern" untuk melahirkan buah hatinya. Operasi cesar dianggap metode paling aman, cepat dan minim rasa sakit karena ibu tidak perlu bersusah payah menjalani proses persalinan.

  • Namun di balik segala kemudahan yang ditawarkan, melahirkan melalui operasi cesar bukan sesuatu yang boleh dianggap remeh. Kisah yang dialami oleh Anggun Pradini di atas hanya salah satu kasus yang terkuak, masih ada banyak kisah-kisah memilukan lainnya yang mungkin belum terkuak atau masih menunggu proses hukum yang masih berjalan.

  • Tidak bermaksud menakut-nakuti, tetapi belajar dari setiap pengalaman yang sudah terjadi, sebaiknya pahami risiko operasi cesar sebelum hal-hal mengkhawatirkan terjadi.

  • Risiko bagi ibu

  • 1. Infeksi

  • Infeksi pada luka bekas operasi cesar biasanya disebabkan oleh kurang sterilnya alat-alat operasi yang digunakan. Selain kebersihan, respons tubuh pasien terhadap benang jahit bisa juga menjadi penyebab infeksi. Umumnya, ada dua jenis benang yang digunakan dalam setiap proses operasi. Pertama, benang terbuat dari protein yang mudah diserap oleh tubuh. Kedua, benang sintetis yang tidak bisa diserap oleh tubuh dan harus segera diangkat setelah beberapa hari.

  • Advertisement
  • 2. Pendarahan

  • Rahim biasanya akan mengencang pascamelahirkan dan melepaskan plasenta ke luar. Kontraksi tersebut akan membantu menekan pembuluh darah di mana plasenta awalnya menempel. Akibat yang terjadi jika rahim tidak mampu berkontraksi dengan kuat membuat pembuluh darah akan melepaskan banyak darah dan inilah penyebab pendarahan pascamelahirkan.

  • 3. Adhesi

  • Adalah perlengketan pada organ-organ bagian dalam, meskipun cukup langka Adhesi terjadi pada 1 dari 100 pasien pasca-operasi. Kebanyakan perlengketan di perut tidak menunjukkan gejala, gejala paling umum adalah sakit perut yang berkepanjangan.

  • 4. Luka lama sembuh

  • Luka bekas sayatan akibat operasi membutuhkan waktu lama untuk sembuh, selama itu pasien harus kuat menahan rasa sakit akibat pengaruh obat bius yang telah habis. Khusus untuk pasien dengan riwayat penyakit diabetes, luka operasi dapat menjadi masalah jika tidak diperlakukan dengan benar.

  • 5. Lebih lama dirawat

  • Berbeda dengan melahirkan secara normal, selama tidak ada komplikasi ibu dan bayi sudah bisa diperbolehkan pulang kurang dari 24 jam. Namun, pada pasien operasi cesar ibu dan bayi wajib bertahan di rumah sakit sekurang-kurangnya selama 3-5 hari untuk memastikan ibu dan bayi sehat.

  • 6. Operasi tambahan

  • Terjadi jika pada operasi pertama dirasa masih belum sempurna dan harus segera dilakukan operasi tembahan dengan pertimbangan kesehatan dan unsur estetika.

  • 7. Reaksi emosional

  • Beberapa penelitian menyebutkan bahwa perasaan wanita yang melahirkan secara normal dan melalui operasi cesar memiliki reaksi emosional yang berbeda. Wanita yang melahirkan secara normal umumnya merasakan ikatan kasih yang begitu luar biasa terhadap bayinya, sebaliknya tidak demikian dengan wanita yang melahirkan secara cesar.

  • 8. Kematian

  • Ada beberapa penyebab kematian akibat operasi cesar, di antaranya: Pendarahan, operasi dilakukan tanpa mempertimbangkan indikasi medis, kelainan kehamilan, kesalahan prosedur penanganan (human error), emboli air (air ketuban masuk ke dalam pembuluh darah saat ibu menjalani operasi), respons tubuh terhadap salah satu komponen obat yang dikonsumsi, hipermesis gravidarum (mual-muntah) dan infeksi.

  • Advertisement
  • Risiko bagi bayi

  • 1. Bayi lahir prematur

  • Bayi dilahirkan sebelum cukup umur, biasanya disebabkan oleh adanya faktor medis yang memaksa bayi harus segera dilahirkan atau permintaan dari orangtua karena ingin bayi dilahirkan pada momen-momen tertentu.

  • 2. Masalah pernapasan

  • Beberapa penelitian menyebutkan bayi yang dilahirkan secara cesar kerap mengalami masalah pernapasan bila dibandingkan dengan bayi yang lahir secara normal, hal ini disebabkan kemampuan bayi belum cukup siap untuk beradaptasi dengan dunia luar.

  • 3. Luka sayatan

  • Bayi mengalami luka sayatan bisa saja terjadi jika dokter yang menangani tidak fokus selama proses operasi. Meskipun kejadian semacam ini sangat jarang terjadi, tetapi tetap harus diwaspadai.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Pahami risiko melahirkan melalui operasi 'Cesarean' agar tidak terjadi hal-hal mengkhawatirkan

Berbeda dengan melahirkan secara normal, selama tidak ada komplikasi ibu dan bayi sudah bisa diperbolehkan pulang kurang dari 24 jam.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr