Ini ketakutan yang sering dirasakan seorang 'ibu baru'

Saya yakin hampir setiap ibu baru merasakan apa yang saya rasakan saat ini.

1,193 views   |   1 shares
  • Rasa semangat dan antusias saat hadirnya putra pertama saya dan suami tidak dapat dijabarkan dengan kata-kata. Seakan saya sudah mendapatkan puncak dari kebahagiaan dalam kehidupan ini. Saya berpikir menyandang predikat seorang ibu adalah hal yang sangat dinantikan oleh setiap wanita yang telah berkeluarga. Rasanya hidup ini terasa lengkap dengan kehadirannya.

  • Awalnya, saya berpikir menjadi seorang ibu itu tidak sulit. Semuanya akan datang secara natural saja. Namun pada kenyataannya semua tidak semudah yang saya bayangkan. Apalagi sebelumnya saya sama sekali tidak pernah berurusan merawat bayi baru lahir. Hal ini membuat saya semakin tidak percaya diri.

  • Saya yakin hampir semua wanita yang baru memiliki anak juga mengalami perasaan dilema seperti saya. Perasaan takut dikarenakan hal-hal umum seperti di bawah ini:

  • Menggendong

  • Menggendong bayi tidak seperti menggendong anak yang sudah besar. Tubuhnya begitu mungil dan juga masih rentan membuat saya awalnya masih takut-takut menggendongnya. Jika posisinya tidak enak, anak saya akan menangis. Jika ditidurkan begitu saja karena saya takut di anak 'bau tangan' akibat terlalu sering digendong, ia juga akan menangis. Jadinya serba salah.

  • Memandikan

  • Duh, ini yang paling menakutkan. Awalnya sih, saya masih terbantu dengan hadirnya mama yang datang membantu saat anak kami baru lahir. Namun setelah ia kembali, saya dan suami harus bekerjasama memandikan anak kami bersama. Jujur awalnya, saya masih sedikit takut untuk menggendong apalagi memandikannya.

  • Menggantikan baju dan popok

  • Hampir sama seperti saat memandikan, proses menggantikan baju dan popok juga penuh kehati-hatian. Saya khawatir saat harus membalik-balikkan badannya yang masih sangat rentan. Apalagi tali pusarnya yang belum lepas.

  • Cegukan

  • Bagi orang tua baru, wajar jika saat mendengar bayi cegukan menjadi panik. Apalagi jika cegukannya berlangsung lama. Saya pun khawatir sekali saat mendengar anak saya cegukan. Tetapi ternyata itu tidak bahaya dan umum terjadi pada . Wajar bayi cegukan, setelah minum susu atau merasakan perubahan suhu. Kalau kata Mama sih, kalau si kecil cegukan, artinya dia sebentar lagi gede.

  • Suhu badan

  • Suhu badan bayi juga rentan berubah-ubah. Awalnya saya takut jika suhu badan anak saya berbeda dengan saya. Tetapi ternyata hal itu wajar saja karena memang suhu badan bayi berbeda dengan orang dewasa. Yang terpenting adalah selalu menyiapkan alat pengukur suhu tubuh agar dapat mengontrol setiap saat.

  • Advertisement
  • Mendengar suara bayi

  • Baru memiliki anak saja, saya sudah 'parno' setiap mendengar suara bayi. Tidak hanya saat dia menangis, ia bergerak sedikitpun saya akan langsung terjaga mengantisipasi jika ia membutuhkan saya.

  • Itulah beberapa ketakutan yang saya rasakan saat baru menjadi seorang ibu. Saya yakin seiring berjalannya waktu, saya pun akan handal merawat dalam merawat anak saya. Namanya juga baru belajar, jadi wajarlah kalau takut salah. Lagipula kesalahan pasti akan membuat kita belajar menjadi lebih baik bukan?

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Saya lulus dari Institut Kesenian Jakarta, dengan Jurusan Musikologi. Kebahagiaan saya adalah membangun rumah tangga harmonis bersama suami dan bersamanya membesarkan putra semata wayang kami. Menjadi guru musik dan dapat berbagi pengalaman hidup dengan menulis adalah kegemaran saya.

Ini ketakutan yang sering dirasakan seorang 'ibu baru'

Saya yakin hampir setiap ibu baru merasakan apa yang saya rasakan saat ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr