"Saya adalah istri ke-4. Ini kisah saya.."

Jangan pernah tertipu dengan usia mudamu karena syarat mati tidak harus tua. Jangan pula tertipu dengan badan sehatmu, karena syarat mati tidak harus sakit.

2,427 views   |   40 shares
  • Ada seorang saudagar kaya raya memiliki 4 orang istri. Dari keempat istrinya, saudagar tersebut paling mencintai istrinya yang keempat serta memanjakannya dengan berbagai pakaian mahal. Dia benar-benar memperlakukannya dengan baik dan memberikan kepadanya segala sesuatu yang terbaik.

  • Dia juga sangat mencintai istri ketiganya. Dia sangat bangga kepadanya dan selalu ingin memamerkan kelebihan istrinya tersebut kepada teman serta sahabat-sahabatnya. Meskipun demikian, sang saudagar selalu merasa khawatir bahwa suatu hari dia akan berselingkuh dengan laki-laki lain.

  • Sang saudagar juga mencintai istri keduanya. Dia adalah seseorang yang sangat penuh perhatian, selalu sabar dan memengaruhi rasa percaya dirinya. Kapan pun saudagar tersebut menghadapi beberapa masalah, dia selalu kembali kepada istri keduanya dan dia selalu membantunya melawati masa-masa sulit tersebut.

  • Sekarang, istri pertama sang saudagar adalah seorang rekan yang sangat setia dan telah memberikan kontribusi besar dalam meraih keberhasilan bisnis serta mengurus segala kebutuhan rumah tangga seorang diri. Sayangnya, saudagar tersebut tidak terlalu mempedulikan istri pertamanya meskipun sang istri sangat mencintainya begitu dalam, tetapi tetap saja saudagar tersebut tidak memerhatikannya.

  • Suatu hari, saudagar tersebut jatuh sakit. Jauh-jauh hari dia menyadari bahwa dirinya akan segera mati. Dia memikirkan kekayaannya dan mengatakan kepada dirinya, "Sekarang aku memiliki 4 istri. Tetapi ketika aku mati, aku pasti akan kesepian."

  • Oleh karena itu, dia bertanya kepada istri keempatnya, "Aku sangat mencintaimu, memberikan kepadamu pakaian yang bagus dan menunjukkan perhatian besar kepadamu. Sekarang, aku sekarat, maukah kamu mengikuti aku dan menemaniku?" "Tidak!" Jawab istrinya sambil berteriak dan dia segera pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Jawaban tersebut bagaikan pisau tajam yang menyayat hati sang saudagar.

  • Saudagar yang sedang bersedih hati tersebut kemudian bertanya kepada istri ketiganya, "Sepanjang hidupku aku sangat mencintaimu. Sekarang aku akan mati, sudikah kamu mengikutiku dan menemaniku?" "Tentu saja tidak!" Jawab istri ketiganya. "Hidup sangat menyenangkan di sini, aku akan menikah lagi ketika kamu mati!" Hati sang saudagar makin hancur dan dia makin putus asa.

  • Dia kemudian bertanya kepada istri keduanya, "Aku selalu datang untuk membantumu dan kamu selalu membantuku. Sekarang aku membutuhkan bantuanmu lagi. Ketika aku mati, maukah kau mengikutiku dan menemaniku?" "Maaf, kali ini aku tidak bisa membantumu!" Jawab istri keduanya. "Paling tidak, aku hanya bisa mengantarmu ke pemakaman." Jawaban tersebut seperti guntur dan saudagar tersebut makin hancur hatinya.

  • Advertisement
  • Tiba-tiba terdengar suara lembut berbicara: "Aku akan tinggal bersamamu. Aku akan mengikutimu kemana pun kamu pergi." Saudagar tersebut menoleh dan nampak di situ istri pertamanya. Dia begitu kurus kering, hampir seperti seseorang yang tengah menderita akibat kelaparan. Dengan sangat sedih, saudagar tersebut pun berkata, "Seharusnya aku merawatmu dengan lebih baik selagi aku masih bisa!"

  • Setiap orang, laki-laki dan perempuan, memiliki "4 istri" dalam kehidupan ini. Apa sebetulnya arti dari istri-istri tersebut? Berikut penjelasannya.

  • Istri keempat

  • Istri keempat adalah tubuh kita. Kita sangat mencintai tubuh ini siang dan malam. Di pagi hari ketika bangun kita langsung membersihkannya, mengenakan pakaian rapi dan juga sepatu. Kita juga memberi makan tubuh ini serta merawatnya bagaikan istri keempat dalam cerita ini. Tetapi sayangnya, di akhir kehidupan tubuh tersebut tidak dapat menyertai kita menuju ke kehidupan selanjutnya. Seorang pujangga berkata "Ketika napas terakhir meninggalkan tubuh, maka warna wajah yang sehat akan berubah dan kita kehilangan tampilan kehidupan yang bercahaya. Orang-orang terkasih kita berkumpul dan meratapi, tetapi semua itu sia-sia."

  • Istri ketiga

  • Istri ketiga adalah harta benda yang kita miliki, status, dan juga kekayaan. Namun, ketika kita meninggal, maka mereka semua akan menjadi miliki orang lain.

  • Istri kedua

  • Istri kedua adalah keluarga dan teman-teman kita. Tidak peduli seberapa dekat kita dengan mereka, tetapi ketika kita meninggal kedekatan kita bersama mereka hanya sebatas sampai di pemakaman.

  • Istri pertama

  • Istri pertama sebetulnya adalah jiwa kita, seringkali kita mengabaikannya dan lebih senang mengejar kesenangan duniawi semata.

  • Nah, sekarang kita telah memahami perumpamaan seorang saudagar dengan keempat istrinya tersebut. Hidup kita di bumi sungguh sangat singkat, kita tidak boleh menyia-nyiakannya dan mengabaikan "istri" pertama kita untuk mengejar kesenangan duniawi sesaat.

  • Akhir kata, jangan pernah tertipu dengan usia mudamu karena syarat mati tidak harus tua. Jangan pula tertipu dengan badan sehatmu, karena syarat mati tidak harus sakit. Salam

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

"Saya adalah istri ke-4. Ini kisah saya.."

Jangan pernah tertipu dengan usia mudamu karena syarat mati tidak harus tua. Jangan pula tertipu dengan badan sehatmu, karena syarat mati tidak harus sakit.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr