Mengungkapkan perselingkuhan pasangan di media sosial. Etiskah?

Pernahkah Anda mendengar pepatah, "Apapun yang Anda posting di internet tidak akan dapat dihilangkan selamanya"? Berhati-hatilah dengan postingan Anda.

3,231 views   |   6 shares
  • Belum lama ini media sosial sempat dihebohkan dengan pemberitaan mengenai seorang istri yang membeberkan perselingkuhan suaminya dengan wanita lain yang berujung pada perceraian.

  • Lewat akun Facebook miliknya, wanita tersebut secara jelas dan spontan menuliskan status berisi ungkapan perasaanya. Entah apa maksud dan tujuannya. Namun, saya yakin apa yang ditulisnya dan dipublikasikannya adalah satu-satunya cara untuk mengekspresikan amarah, kekecewaan dan rasa putus asanya terhadap pengkhianatan yang dilakukan orang yang dicintainya.

  • Lewat keberanian status yang diunggahnya di media sosial, pemberitaannya menjadi viral yang menimbulkan pro dan kontra para pembacanya. Apa yang dilakukannya memang tergolong berani dan tak biasa. Jelas saja, aib rumah tangga yang seharusnya hanya menjadi rahasia milik dapur sendiri, kini sampai diketahui oleh banyak orang bahkan yang tak dikenal sekalipun.

  • Terkadang orang menjadikan media sosial sebagai tempat curhat. Di sanalah Anda bebas berekspresi, bebas berbagi pengalaman bahagia maupun sedih, berbagi foto atau video perjalanan hidup Anda. Apapun bisa Anda bagikan lewat media sosial. Namanya juga media sosial, di dalamnya terdapat berjuta-juta akun yang dapat melihat bahkan berkomentar terhadap apa yang Anda unggah dan bagikan.

  • Tak ada larangan dan batasan terhadap apapun yang Anda bagikan. Tetapi kembali lagi ada ungkapan, " mulutmu harimaumu". Artinya apapun yang Anda bagikan sebaiknya tidak mengarah ke hal-hal negatif yang dapat menyinggung atau membuat pihak lain merasa dirugikan, dihina atau dilecehkan.

  • Terus bagaimana dengan berbagi aib rumah tangga sendiri? Wajarkah semua orang di media sosial harus tahu?

  • "Kalau hanya status-status berisi keluh kesah terhadap apa yang sedang dirasakan. Saya pikir wajar-wajar saja. Terkadang rasa emosi yang tak tertahankan lagi mendorong seseorang akhirnya membuat status berisi curhatan isi hatinya agar sedikit lebih plong. Tidak sedikit juga yang menginginkan adanya simpati dari orang yang nantinya akan membacanya dan berharap akan ada solusi akan masalah yang dihadapinya. Tetapi bila sampai membeberkan kronologis perselingkuhan pasangan sendiri, saya pikir itu tidak etis. Bukankah itu sama saja membuka aib sendiri?. Meskipun ada orang berpikir Andalah pihak yang tersakiti, tetapi akan banyak pula orang yang justru akan menilai negatif atas apa yang Anda lakukan itu." - Dian, 25 Tahun, Jakarta.

  • "Kalau mengungkapkan perselingkuhan pasangan Anda di media sosial membuat Anda lebih lega, maka Anda keliru. Alih-alih ingin menjatuhkan pasangan Anda beserta selingkuhannya dan membongkar setiap perbuatan pasangan Anda yang menjijikkan, justru nantinya Anda sendiri yang malu. Belum lagi reputasi karier suami juga akan menjadi taruhannya, atau dampaknya bagi anak dan keluarga yang juga akan ikut kecipratan atas postingan Anda yang mengejutkan itu. Tidak menutup kemungkinan sindiran atau ejekan mereka peroleh dari pihak-pihak yang iseng. Intinya banyak pihak yang dirugikan." - Githa, 32 Tahun, Jakarta.

  • Advertisement
  • "Jika ada permasalahan dalam rumah tangga sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan. Bahkan bila kemungkinan terburuk akhirnya Anda harus bercerai atau berpisah dengan pasangan. Biarlah orang lain jangan sampai tahu penyebabnya karena perselingkuhan yang dilakukan pasangan Anda. Dan kalaupun pada akhirnya semua orang akan tahu, sebaiknya informasi yang didapat bukan langsung dari mulut Anda. Curhat di dunia maya bisa menjadi awal masalah baru muncul." - Indah, 31 Tahun, Jakarta.

  • Pikirkan matang-matang terlebih dahulu segala sesuatunya sebelum Anda posting sesuatu di sosial media. Ada konsekuensinya terhadap kehidupan Anda pribadi nantinya, dan juga orang-orang di sekitar Anda. Selektif dan berhati-hatilah menuliskan sesuatu di media sosial. Ingat, whatever you post on internet stays there forever. Bayangkan dampaknya bagi kehidupan Anda dan orang-orang terdekat Anda di masa depan.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Saya lulus dari Institut Kesenian Jakarta, dengan Jurusan Musikologi. Kebahagiaan saya adalah membangun rumah tangga harmonis bersama suami dan bersamanya membesarkan putra semata wayang kami. Menjadi guru musik dan dapat berbagi pengalaman hidup dengan menulis adalah kegemaran saya.

Mengungkapkan perselingkuhan pasangan di media sosial. Etiskah?

Pernahkah Anda mendengar pepatah, "Apapun yang Anda posting di internet tidak akan dapat dihilangkan selamanya"? Berhati-hatilah dengan postingan Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr