Saat visi dan misi Anda dengan pasangan sudah tidak lagi sama, apa yang bisa biasanya Anda lakukan?

Selalu cari jalan keluar yang terbaik bukan hanya untuk Anda, tapi untuk kepentingan bersama.

825 views   |   3 shares
  • Berselisih paham dengan pasangan lantaran berbeda visi dan misi adalah hal yang dilematis. Siapa yang tidak berharap bisa memiliki pasangan yang sempurna untuk menjadi pendamping hidup, yang setiap saat selalu cocok baik dalam perkataan maupun perbuatan. Sayangnya, orang semacam itu hampir mustahil ditemukan.

  • Lantas apa yang sebaiknya harus kita lakukan ketika pasangan tidak lagi memiliki visi dan misi yang sama? Bagaimana sikap kita agar pernikahan yang dibangun bersamanya tetap mampu dipertahankan?

  • Saran dari ahli memang penting, tetapi pengalaman jauh lebih bermanfaat. Berikut beberapa tips dari beberapa orang yang pernah melalui kondisi seperti itu dan berhasil menyelesaikannya.

  • Diskusikan

  • "Dulu cekcok dengan suami sering saya alami, kerap saya tidak setuju dengan keputusan-keputusan yang dia buat. Awalnya saya merasa setiap keputusannya hanya didasarkan untuk kesenangannya sendiri saja. Saya sering merasa tidak 'dianggap' sehingga kerap membuat saya merasa sedih. Akhirnya saya putuskan untuk mengajaknya berdiskusi, mengungkapkan segala hal yang selama ini menjadi 'uneg-uneg' saya. Setelah mengungkapkan semua isi hati saya, Ia pun akhirnya mengerti dan memahaminya. Mau mulai memperhitungkan saya dalam setiap keputusan untuk kebaikan bersama. Di sinilah saya merasa pentingnya diskusi, karena tanpa komunikasi yang baik kesalapahaman pasti akan sering terjadi." Anita, Surabaya.

  • Mengalah

  • "Suami dan istri tidak boleh saling mengeraskan hati saat menghadapi masa-masa sulit dalam pernikahan. Saat muncul ketidaksepahaman, sebaiknya sama-sama berusaha mengalah dan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan sendiri. Namun, mengalah bisa menjadi jalan terbaik jika perdebatan sudah tidak menemukan titik temu. Mengalah juga dapat meredam suasana hati, bahkan mampu menyadarkan seseorang untuk mencari solusi yang lebih baik." Retno, Jember.

  • Sadari latar belakang yang berbeda

  • "Sadari tiap-tiap orang lahir dan dibesarkan dengan pola asuh yang berbeda. Adat istiadat, suku dan latar belakang pendidikan juga bisa memengaruhi kemampuan seseorang dalam membuat keputusan. Oleh karena itu, ketika muncul perdebatan jangan buru-buru emosi atau bahkan sampai tersinggung. Kadang perdebatan juga dibutuhkan, dan melalui perdebatan tersebut tiap-tiap pasangan dapat belajar saling memahami, intropeksi diri dan menyadari akan kesalahannya." Septi, Jember.

  • Dengarkan dan pahami

  • Advertisement
  • "Hormati pandangan dan opini pasangan Anda. Pusatkan perhatian dan dengarkan dia serta pahami apa maksud serta tujuannya. Fokuslah bukan hanya pada minat pribadi, tetapi juga kepada keinginan dan persoalan orang lain." Wuri, Jember.

  • Jangan pernah menganggap Anda yang paling baik

  • "Saya dan istri kerap berselisih pendapat akan banyak hal, tingkat pendidikan dan logika tinggi kerap menjadi sumber perdebatan bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun. Awalnya sulit untuk bisa memperoleh kata sepakat, tidak ada seorangpun yang bersedia mengalah dan lebih memilih mempertahankan argumentasi kami. Namun kesabaran dan semakin bertambahnya usia membuat kami makin sadar bahwa perselisihan sebetulnya bisa dihindari jika masing-masing mau rendah hati dan tidak merasa paling benar sendiri. Kerendahan hati memiliki peran sangat penting, karena tanpanya pernikahan tidak akan pernah bisa menemukan kedamaian dan juga kebahagiaan sampai kapan pun." Singgih, Ketapang.

  • Demikian tanggapan dari beberapa pasangan menikah. Anda dan pasangan tentu memiliki persoalan yang berbeda, namun intinya tetap sama. Di saat pasangan tidak lagi memiliki visi dan misi yang sama, hanya dibutuhkan kesabaran, keterbukaan serta kerendahan hati untuk mengatasinya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk menemukan kembali kecocokan dalam hubungan Anda, hingga dapat mengarungi kehidupan rumahtangga dengan lebih bahagia.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Saya adalah seorang karyawan di salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Saya juga saat ini sedang menempuh kuliah untuk mengejar gelar sarjana saya. Untuk mengisi waktu luang saya memanfaatkannya dengan menulis dan membaca.

Saat visi dan misi Anda dengan pasangan sudah tidak lagi sama, apa yang bisa biasanya Anda lakukan?

Selalu cari jalan keluar yang terbaik bukan hanya untuk Anda, tapi untuk kepentingan bersama.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr