Kenapa Anda sebaiknya tidak menyuruh pasangan memilih antara Anda dan ibunya

Permasalahan sering muncul ketika orang tua atau mertua Anda masih sering ikut campur dalam rumahtangga anak-anaknya. Namun apakah sepenuhnya salah?

779 views   |   5 shares
  • Ketika belum memiliki pasangan atau belum menikah, Anda masih menjadi tanggung jawab orang tua sepenuhnya. Lain halnya bila Anda sudah memutuskan untuk memiliki pasangan dan berumah tangga. Anda tidak lagi menjadi tanggung jawab orang tua, melainkan tanggung jawab suami atau istri Anda.

  • Pascamenikah, tidak semua pasangan akan berpisah rumah dengan orang tua. Bahkan mungkin beberapa pasangan akan tetap menetap di rumah orang tua atau mertua mereka untuk jangka waktu yang belum ditentukan oleh alasan tertentu. Umumnya pascamenikah, setiap pasangan hendaknya hidup terpisah dari orang tua (tidak satu atap) untuk meminimalisir terjadinya masalah antara orang tua dan anak atau antara mertua dan menantu.

  • Permasalahan yang sering muncul ketika orang tua atau mertua Anda masih berada dekat dengan kehidupan rumah tangga Anda adalah bagaimana pasangan Anda dihadapkan pada pilihan antara Anda atau orangtuanya (dalam hal ini seringkali adalah Ibunya). Akan ada kondisi di mana pilihan itu harus Anda minta pada pasangan Anda.

  • Memang sangat tidak etis jika Anda menyuruh "Pilih Aku atau Ibumu?" Ia tentu akan kesulitan menjawabnya. Di satu sisi harus berbakti pada orang tua apalagi Ibu adalah orang yang telah mengandung dan melahirkannya, tetapi di sisi lain Anda adalah suami atau istri yang mempunyai peran penting dalam kehidupannya.

  • Jangan membuat pasangan Anda berpikir keras untuk menentukan pilihan seperti itu. Bagi pasangan, Anda dan ibunya tentu adalah dua orang yang sangat berarti dan sangat disayangi. Hanya saja Anda harus tahu kondisi juga. Ada saat di mana pasangan harus mengutamakan atau mendahulukan kepentingan Ibunya ketimbang Anda.

  • Misalnya, pasangan telah berjanji akan mengajak Anda untuk pergi makan malam dalam rangka merayakan hari pernikahan kalian. Ketika waktu yang ditunggu-tunggu tiba dan Anda sudah mempersiapkan segala hal untuk hari spesial itu, tiba-tiba Ibunya meminta untuk segera diantarkan ke rumah sakit karena penyakitnya kumat lagi dan perlu pertolongan secepatnya.

  • Dalam keadaan seperti itu, apa yang Anda rasakan dan harus lakukan? Bagaimana bila pasangan Anda akhirnya membatalkan kencan, meninggalkan Anda di rumah dan segera bergegas menolong Ibunya. Jujur saja mungkin ada sebersit (atau mungkin sangat) kecewa dan sedih. Tetapi pikirkan kembali bahwa saat ini ibu mertua Anda sangat membutuhkan kehadiran anaknya. Jangan sampai dalam kondisi seperti itu Anda meninggikan egoisme Anda dan memintanya memilih.

  • Advertisement
  • Memilih salah satu bukan berarti mengabaikan yang lainnya kok. Pikirkan bahwa Anda masih memiliki banyak waktu dengan pasangan. Jika Anda masih ngotot memaksa nyuruh memilih, ia akan berpikir Anda egois dan tidak peduli pada keluarganya. Biarkan pasangan menentukan apa yang sebaiknya ia harus lakukan.

  • Kecuali, jika keadaannya berbeda dan Anda merasa bahwa Anda disakiti, dirugikan atau dikambinghitamkan oleh pengaruh atau perintah Ibunya kepada pasangan Anda. Jika itu terjadi maka Anda berhak menyuruh pasangan untuk memilih Anda atau Ibunya.

Bantu kami menyebarkan

Ezra adalah seorang suami yang bekerja dalam bidang digital marketing di sebuah perusahaan asing. Dia menggemari olahraga, traveling, membaca, menonton film, teknologi dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ikuti akun Twitternya di .

Kenapa Anda sebaiknya tidak menyuruh pasangan memilih antara Anda dan ibunya

Permasalahan sering muncul ketika orang tua atau mertua Anda masih sering ikut campur dalam rumahtangga anak-anaknya. Namun apakah sepenuhnya salah?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr