Apakah sudah terlambat untuk saya mendatangi jasa konseling pernikahan?

Sekiranya konseling pernikahan dilakukan di awal, pertanyaan lainnya, apakah konseling pernikahan sudah tidak dibutuhkan lagi ketika usia pernikahan telah lama berjalan?

532 views   |   2 shares
  • Sebelum pernikahan berlangsung biasanya calon suami istri melalui konseling pranikah terlebih dahulu. Bukan karena suatu alasan mengapa harus mengikuti konseling pranikah. Tujuannya untuk memastikan bahwa kedua calon pengantin telah benar-benar siap melanjutkan hubungannya ke tahap pernikahann, menunjukkan hal-hal apa saja yang perlu diketahui oleh kedua pihak menyangkut pernikahan. Konseling juga sebagai pengingat dan alarm bahwa pernikahan itu ada aturan, rambu-rambu yang mengaturnya.

  • Konseling pernikahan memang penting dilakukan mengingat pernikahan itu adalah perjalanan panjang yang tak selamanya mulus. Biasanya di setiap sesi konseling, calon suami istri masing-masing mengeluarkan uneg-uneg dan keinginan tentang bagaimana nantinya menghadapi masalah yang terjadi. Bagaimana supaya bisa menjaga komitmen pernikahan tetap utuh dalam berbagai kondisi. Menyikapi setiap perubahan-perubahan yang terjadi nantinya. Semuanya harus diselesaikan dan jelas sebelum benar-benar masuk ke dunia pernikahan.

  • Jika ternyata dari kedua belah pihak ada yang masih ragu atau belum siap maka di kesempatan itulah mereka bisa memutuskan untuk lanjut atau tidak. Biasanya konseling dipimpin oleh seorang konselor pernikahan yang telah berpengalaman di bidangnya dan tahu persis bagaimana memberi semua informasi, masukan penting yang dibutuh pasangan suami istri guna membangun keluarga yang bahagia.

  • Sekiranya konseling pernikahan dilakukan di awal, pertanyaan lainnya, apakah konseling pernikahan sudah tidak dibutuhkan lagi ketika usia pernikahan telah lama berjalan? Apakah sudah terlambat bagi pernikahan Anda untuk konseling pernikahan?

  • Seperti yang dilontarkan salah satu pasangan suami istri yang telah menikah selama 15 tahun lamanya (Sintawati, 43 tahun, Makassar), "Konseling pernikahan tak mempunyai batasan waktu. Setiap hari suami istri menghadapi berbagai cobaan dan masalah. Saat permasalahan tak kunjung mendapatkan jalan keluar dan membuat hubungan suami istri tergoncang. Konseling pernikahan bisa menjadi salah satu cara efektif yang dapat membantu para suami dan istri yang sedang bermasalah dan kesulitan menemukan titik temunya. Karena dua kepala yang bertentangan, akan sama-sama mempertahankan keegoisannya. Adu argumen dan saling menyalahkan pasangan menjadi cara menyerangnya pasangan. Perseteruan tak kunjung berakhir, itulah yang mengharuskan adanya pihak ketiga yaitu konselor untuk menjadi perantara agar masalah yang ada bisa dipecahkan dengan kepala dingin tanpa keributan, menemukan akar permasalahan, dan menyelesaikannya dengan cepat dan tepat."

  • Advertisement
  • Tugas konselor adalah memberikan opini, solusi untuk menyelamatkan keadaan rumah tangga yang tidak sehat. Dia harus bisa menjadi penengah, motivator, penasihat yang bijak dan melihat permasalahan dari berbagai sisi secara objektif.

  • "Rumah tangga kami memang belum begitu lama. Saya dan suami saya telah menikah kurang lebih 8 tahun. Kami dikaruniai 2 orang anak. Jujur, kehidupan rumah tangga kami sering mengalami masalah. Masalah yang datang bukan hanya permasalahan dari hubungan kami sebagai suami istri saja, masalah keuangan, anak-anak, hubungan dengan mertua, dan pekerjaan sering menjadi masalah yang kami perdebatkan. Masalah yang kecil bisa menjadi masalah yang besar ketika kami sama-sama dibutakan oleh emosi. Bahkan pernah satu waktu, terlontarkan kata cerai dari suami saya. Sontak membuat saya semakin tak terkontrol. Di puncak-puncaknya masalah, saya menjadi putus asa dan akhirnya memutuskan untuk melakukan konseling dengan seseorang yang dulunya menjadi konselor pranikah kami. Saya dan suami dipanggil dan diberikan nasihat, bimbingan dan pengertian-pengertian baru yang akhirnya menyadarkan kami bahwa semua masalah ada solusi terbaik yang dapat kita pilih tanpa harus menyakiti pasangan kita. Mulai saat itu, saya menyadari bahwa betapa pentingnya konseling pernikahan bagi pernikahan kami. Bahkan, konselinglah yang menyelamatkan pernikahan kami yang sudah berada di ujung perceraian."

  • Kesaksian Ibu Luciana (35 tahun, Makassar) membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat bagi pernikahan untuk melakukan konseling pernikahan. Yang perlu diperhatikan, pilihlah konselor yang tepat dan dapat dipercaya.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Apakah sudah terlambat untuk saya mendatangi jasa konseling pernikahan?

Sekiranya konseling pernikahan dilakukan di awal, pertanyaan lainnya, apakah konseling pernikahan sudah tidak dibutuhkan lagi ketika usia pernikahan telah lama berjalan?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr