5 cara menyikapi nilai pelajaran anak yang tidak sesuai harapan

Kemampuan orangtua mengendalikan emosi dan sepenuhnya tidak menyalahkan hasil yang telah dicapai, mampu menyadarkan anak betapa pentingnya nilai pelajaran sebagai bentuk evaluasi dari hasil belajar selama ini.

478 views   |   3 shares
  • Hal pertama paling mendebarkan ketika melihat hasil rapor anak adalah apakah nilai yang diperoleh sesuai dengan harapan atau justru sebaliknya. Pengalaman ini secara pribadi pernah dialami oleh ibu saya, waktu itu saya masih duduk di kelas 5 Sekolah Dasar. Saking takutnya ibu waktu itu, Ia tidak berani membuka buku rapor saya hingga tiba di rumah. Ibu memutuskan untuk meletakkannya begitu saja di atas meja dan menunggu hingga ayah tiba di rumah.

  • Benar-benar sebuah kejutan, kali ini nilai rapor yang saya peroleh lebih baik daripada nilai rapor sebelumnya. Nampak senyum puas menghiasi bibir ibu dan wajah tegangnya sudah tidak nampak lagi. Ah, pengalaman tersebut benar-benar tidak akan pernah saya lupakan.

  • Sebagai orangtua mungkin Anda juga pernah mengalami kejadian serupa dengan apa yang ibu saya pernah alami? Khawatir anak tidak mampu memperoleh nilai yang baik dalam mata pelajaran menjadi momok menakutkan oleh sebagian orangtua. Tak ayal, berbagai macam cara dilakukan untuk mendongkrak raihan nilai pelajaran anak. Bahkan orangtua tidak segan-segan mengikutsertakan anak pada lebih dari satu bimbingan belajar dengan harapan nilai mata pelajaran di sekolah dapat selalu memuaskan.

  • Pertanyaannya, bagaimana sebetulnya cara menyikapi ketika nilai mata pelajaran yang diraih anak tidak sesuai dengan harapan? Apa yang orangtua harus lakukan untuk mengatasi situasi semacam ini.

  • Merangkum dari beberapa artikel berkaitan dengan peran asuh orangtua, sedikitnya ada 5 hal perlu orangtua pertimbangkan ketika mengetahui nilai pelajaran yang diraih anak tidak memuaskan:

  • 1. Tunjukkan empati Anda

  • Hasil yang dicapai oleh anak dalam satu mata pelajaran dipengaruhi oleh beberapa hal seperti minat anak terhadap mata pelajaran tersebut, kemampuan anak menangkap materi yang diajarkan oleh guru dan dukungan orangtua di rumah. Oleh karenanya, ketika anak tidak bisa meraih nilai memuaskan, jangan serta merta membebankan kesalahan kepada anak. Orangtua perlu menunjukkan empati ketika anak menghadapi situasi semacam ini. Vonis berlebihan justru hanya akan menempatkan anak pada posisi penuh tekanan, hingga akhirnya mengalami kesulitan untuk menemukan cara memperbaiki diri.

  • 2. Tetap berikan apresiasi

  • Orangtua perlu menyadari bahwa dalam proses belajar nilai bagus sebaiknya tidak dijadikan sebagai target utama yang harus selalu dicapai oleh anak. Akan ada masa di mana anak-anak gagal dengan upaya yang telah mereka lakukan untuk bisa mendapatkan hasil maksimal. Orangtua perlu mengapresiasi usaha yang telah anak-anak lakukan, berikan dukungan dan bantu mereka untuk mengetahui di mana letak kesalahan dan kemudian bersama-sama memperbaikinya.

  • Advertisement
  • 3. Ajari anak untuk tetap semangat

  • Kegagalan mendapatkan nilai memuaskan pasti menyisakan rasa kecewa dalam diri anak. Hal semacam ini sebetulnya lumrah, tetapi kemampuan setiap anak untuk bisa menerima kegagalan berbeda-beda. Jangan pernah memberikan hukuman dalam bentuk apapun ketika anak-anak mengalami kegagalan, agar mereka tidak semakin terpuruk. Berikan dukungan yang dibutuhkan sehingga anak-anak bisa bangkit bersemangat kembali.

  • 4. Fokus ke salah satu jenis mata pelajaran yang sulit dikuasai

  • Tidak seluruh mata pelajaran bisa dikuasai oleh anak secara bersamaan. Pasti ada salah satu mata pelajaran kelemahannya. Inilah tugas orangtua untuk membantu anak mengenali letak kelemahan mereka dan bersama-sama mencari solusi untuk mengatasinya.

  • 5. Dengarkan keluh-kesah anak dan berikan hak-hak mereka

  • Nilai pelajaran buruk bukan akhir dari segalanya. Sebagai orang tua, pahami hal ini dan jangan terlalu serius menanggapinya. Ketika anak memperoleh nilai buruk pada salah satu atau beberapa jenis mata pelajaran, cobalah untuk memahami situasi dari sudut pandang anak. Dengarkan keluh-kesah mereka. Dalam situasi penuh kehangatan, tanya kepada anak-anak apa yang menjadi tantangan terbesar mereka selama ini. Berikan pula kesempatan kepada anak-anak untuk lebih santai, biarkan mereka bermain sepuasnya dan kemudian atur jadwal sedemikian rupa untuk bersama-sama mencari tahu di mana letak kelemahan yang harus diperbaiki.

  • Setiap anak memiliki talenta mereka masing-masing. Sebagai orangtua, bantulah mereka untuk mengenali dan memperbaikinya secara bertahap. Jangan bebani anak dengan harapan-harapan tidak realistis karena justru menempatkan mereka dalam situasi penuh tekanan.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Saya adalah seorang karyawan di salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Saya juga saat ini sedang menempuh kuliah untuk mengejar gelar sarjana saya. Untuk mengisi waktu luang saya memanfaatkannya dengan menulis dan membaca.

5 cara menyikapi nilai pelajaran anak yang tidak sesuai harapan

Kemampuan orangtua mengendalikan emosi dan sepenuhnya tidak menyalahkan hasil yang telah dicapai, mampu menyadarkan anak betapa pentingnya nilai pelajaran sebagai bentuk evaluasi dari hasil belajar selama ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr