Jadikan senyuman si kecil sebagai bekal mood Anda sepanjang hari

Rutinitas pagi yang penuh teriakan, tentu menimbulkan rasa tak nyaman bagi setiap anggota keluarga. Bayangkan pergi bekerja atau sekolah dengan misuh-misuh. Bekal yang membuat mood rusak seharian.

109 views   |   1 shares
  • Bagaimana pagi Anda, setiap hari, sebagai orangtua dan sekaligus pekerja kantoran yang harus tiba tepat waktu? Apakah rutinitas pagi di rumah Anda selalu berlangsung porak-poranda layaknya kerusuhan, dengan si kecil yang malas bangun jadi bergerak amat lambat saat bersiap-siap. Padahal Anda dan pasangan juga harus bergegas, mengantar dulu anak ke sekolah baru berangkat ke kantor.

  • Ya, kabar buruknya adalah, meski Anda telah berusaha menyiapkan segala sesuatunya sejak malam, tetap menjadi orangtua yang baik dengan menyerahkan pilihan pada anak dan bahkan membuat "permainan siap-siap", tak ada jaminan bahwa pagi Anda akan berjalan mulus. Percayalah, nyaris tidak ada anak kecil yang dapat memahami, mengapa rapat pagi orangtuanya lebih penting ketimbang kesulitan menemukan mainannya.

  • Jadi bagaimana caranya? Dr. Laura Markham pernah menuliskannya dalam sebuah artikel di situs AHA parenting. Menurutnya, Anda harus mulai melakukan perubahan stigma untuk rutinitas pagi. Bagaimana jika tugas utama Anda adalah membangun koneksi emosi, sehingga anak-anak pun selalu berada dalam kondisi terbaik yang kooperatif dan mampu mengatasi tantangan apa pun?

  • 1. Biasakan anak tidur lebih awal

  • Tahukah Anda, bahwa dalam setiap 1 jam anak kurang jam tidur, menyebabkan kemunduran satu tahun dalam fungsi otak anak, artinya; mereka akan bertingkah layaknya anak yang lebih muda satu tahun.

  • 2. Anda pun harus cukup tidur

  • Jika Anda masih bergantung pada alarm, artinya Anda kurang tidur. Rutinitas pagi sesungguhnya menuntut kreativitas dan energi yang bermula dari orangtua. Anda tak mungkin bisa sabar jika terlalu lelah. Jika Anda pun masih terburu-buru, Anda akan gagal membangun koneksi mengenai kesabaran yang anak butuhkan dari Anda.

  • 3. Siapkan waktu ekstra

  • Bangun lebih pagi dari anak-anak, sehingga Anda bisa bersiap-siap dengan tenang, dan emosi Anda juga lebih stabil saat harus menghadapi mereka. Biasakan saja 15 menit lebih awal dari waktu biasanya. Anda pun akan berhenti memarahi anak, dan lebih tenang menghadapi hari sehingga sampai di kantor dapat bekerja dengan lebih efektif.

  • 4. Siapkan segalanya sejak malam

  • Tas sekolah, bahan pekerjaan Anda, bekal anak, baju, dan bahan untuk sarapan. Mengajak anak untuk berpartisipasi juga penting, sehingga mereka dapat memilih baju yang ingin digunakan atau mencari mainannya.

  • 5. Pastikan Anda punya lima menit untuk berpelukan hangat saat membangunkan anak.

  • Ya, terlihat mustahil. Tetapi bisa kok, jika semua telah disiapkan, maka Anda masih punya waktu santai sejenak. Hal ini akan membantu Anda dan anak membangun koneksi, yang membuatnya siap menghadapi pagi. Efektif juga untuk membuat anak termotivasi dan lebih kooperatif ketimbang bertengkar dengan Anda.

  • Advertisement
  • 6. Sadarilah bahwa anak membutuhkan bantuan Anda dalam menghadapi rutinitas

  • Jika tujuan akhir Anda adalah untuk memberikan yang terbaik untuk mengawali harinya, maka Anda perlu melihat tugas Anda untuk membantu ia menghadapi paginya dengan bahagia, tak hanya perintah dalam bentuk teriakan. Artinya, Anda bisa saja mengajaknya berpakaian di ruang tengah bersama Anda, yang masih menyuapi adik bayi. Jadi Anda bisa memberikan "pengakuan" seperti "Aku perhatikan kakak memilih baju biru lagi, kamu suka baju itu." Atau "Hari ini kamu bersenandung sambil pakai baju".

  • Ingatlah bahwa mengenakan pakaian adalah prioritas Anda, bukan dia. Kehadiran Anda penting untuk memberikan ia motivasi.

  • 7. Berikan pilihan

  • Tak ada orang yang suka dipaksa. Begitu juga anak yang ingin berperan pada keputusannya atas tubuhnya sendiri. Tanyakan saja, apakah ia ingin menyikat gigi di tempat cuci piring agar bisa bersama Anda saat menyuapi adik bayi, atau di kamar mandi? Selama ia tidak membasahi celananya, berikan saja haknya untuk membuat keputusan sendiri.

  • 8. Jadikan permainan

  • Sesekali di akhir pekan, ajak ia bermain dengan boneka. Buatlah skenario "rutinitas pagi" dari boneka-boneka itu. Skenario pertama, tokoh anak marah-marah dan tidak kooperatif, lalu tokoh ibu pun mengamuk (tapi jangan terlihat menakutkan ya). Kemudian, berikan boneka tokoh ibu ke anak, dan ajak ia memainkan skenario yang sama, dengan Anda memegang tokoh anak.

  • Mainkan cerita yang lucu hingga Anda dan ia bisa tertawa terbahak-bahak bersama. Pastikan ada cerita bahwa anak pergi sekolah dengan baju tidur, atau ibu pergi kerja dengan baju tidur, atau anak harus meneriaki ibu agar bergegas, atau ibu yang mengatakan "Peduli apa dengan rapat, biar saja bos tahu bahwa lebih penting menemukan mainan..". Biarkan ia berfantasi akan hal-hal yang tak dapat terjadi dalam realita.

  • 9. Jadikan semuanya menyenangkan

  • Balapan menuju pintu keluar, main tukar sepatu, biarkan si kecil bergelantungan di lengan Anda, misalnya. Karena bermain adalah naluri alamiah setiap anak. Lagipula, bukankah bekal senyuman si kecil lebih efektif untuk memberi energi ketimbang apa pun?

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Jadikan senyuman si kecil sebagai bekal mood Anda sepanjang hari

Rutinitas pagi yang penuh teriakan, tentu menimbulkan rasa tak nyaman bagi setiap anggota keluarga. Bayangkan pergi bekerja atau sekolah dengan misuh-misuh. Bekal yang membuat mood rusak seharian.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr