Apakah Anda Seorang yang Percaya? Mengapa Orang yang Percaya Membuat Pernikahan Lebih Baik

Orang yang percaya memiliki pernikahan yang bahagia karena mereka memiliki harapan dan perasaan yang damai.

2,248 views   |   shares
  • Pernikahan adalah salah satu perjalanan terbesar dan paling berharga yang kita bisa ambil dalam kehidupan ini. Pernikahan juga bisa menjadi yang paling sulit. Pernikahan membawa ke dalamnya cobaan-cobaan dan berkat-berkat. Pernikahan adalah komitmen bahwa rata-rata seseorang tidak masuk ke dalamnya tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu dengan hati-hati tentang jalan panjang di depan yang akan dihadapi. Dengan banyaknya pernikahan berakhir dengan perceraian, apa kemungkinan terbaik untuk memiliki pernikahan yang langgeng? Berdasarkan penelitian akhir-akhir ini, mereka yang percaya kepada Tuhan dan menghadiri tempat-tempat ibadah secara rutin secara signifikan memiliki potensi angka perceraian yang rendah. Jawabannya hanya menjadi orang yang percaya, dan juga memastikan untuk menikah. Di dalam kehidupan pribadi saya dan telah menikah selama tiga puluh tahun, saya tahu bahwa kepercayaan kami kepada Tuhan telah memperkaya pernikahan kami dan membuatnya semakin kuat. Berikut adalah 4 alasan mengapa saya berpendapat bahwa orang yang percaya membuat pernikahan yang lebih baik.

  • Orang percaya mengandalkan Tuhan daripada mengandalkan satu sama lain

  • Seorang suami dan istri dengan keyakinan yang kuat kepada Tuhan akan mengandalkan Tuhan sebagai sumber kekuatan dan kebahagiaan. Mereka akan memahami bahwa segala sesuatu yang baik berasal dari Tuhan, mereka percaya bahwa Tuhan akan memberikan berkat-berkat-Nya. Seorang suami dan istri yang tidak menerapkan kepercayaan ini akan bergantung satu sama lain sebagai sebuah sumber kebahagiaan. Ketika salah satu mengalami kekurangan, kekecewaan bisa bertahan di dalam pernikahan dan membuat efek negatif yang bertahan lama.

  • Ketika kesulitan datang, orang yang percaya memanjatkan doa

  • Kesulitan di dalam kehidupan selalu ada dan akan muncul kedalam pernikahan apa pun. Ketika kesulitan-kesulitan tersebut muncul, ini bukan keadaan yang akan menentukan seseorang, tapi tindakan yang diambil dalam keadaan tersebut. Beberapa mungkin jatuh ke dalam minum-minuman keras, lainnya ke obat-obatan terlarang, beberapa mungkin akan jatuh ke dalam kemarahan, atau perundungan; yang mana kesemuanya bisa menghancurkan pernikahan. Orang yang percaya, bagaimanapun, seringkali memanjatkan doa. Mereka mengetahui bahwa, di malam yang gelap, cahaya akan datang melalui tindakan doa. Mereka akan menemukan kedamaian dan jawaban atas masalah-masalah mereka dan memperkuat pernikahan mereka.

  • Pernikahan mereka adalah sebuah kontrak 3 cara dan bukan hanya 2

  • Advertisement
  • Ketika mereka menikah, orang yang percaya tidak hanya membuat komitmen di antara satu sama lain, mereka membuat sebuah komitmen kepada Tuhan. Orang yang percaya berusaha dengan sungguh-sungguh menjaga pernikahan mereka bersama karena pelanggaran sumpah mereka kepada pasangannya juga akan menghancurkan komitmen mereka kepada Tuhan. Orang yang percaya juga memulai pernikahan mereka dengan tujuan dan iman. Sebuah keyakinan kepada Tuhan berarti prinsip-prinsip dasar keimanan kepada Tuhan dibangun atas dasar kejujuran, kemanusiaan, kebaikan, kebajikan, dan kasih.

  • Ketika pelayaran menjadi berbahaya, mereka memiliki jangkar yang pasti

  • Orang yang percaya memiliki pernikahan yang bahagia karena mereka memiliki harapan dan perasaan yang damai. Ketika badai melanda, mereka boleh berharap untuk dunia yang lebih baik karena mereka memiliki seseorang yang mereka bisa percayai yang mereka tahu akan membawa mereka ke sana. Mereka tidak akan dibiarkan hanyut di dalam dunia tanpa jawaban. Mereka tahu dimana jawaban itu berada dan bagaimana menemukannya dan menerima jawaban-jawaban tersebut bagi diri mereka. Karena mereka tahu bagaimana menemukan kedamaian, mereka tidak hanya akan mampu menghibur diri mereka, mereka akan mampu untuk menghibur satu sama lain di waktu-waktu sulit.

  • Meskipun pernikahan bisa berhasil ketika dua orang berkomitmen di antara satu sama lain, dan keduanya meletakkan kebutuhan rekannya di atas kebutuhan diri mereka sendiri, saya sangat percaya bahwa ketika dua orang datang bersama sebagai orang yang percaya, mereka bisa memiliki sebuah pernikahan yang paling bahagia dan kemungkinan hubungan yang paling tahan lama. Pernikahan adalah hal yang luar biasa, di dalam dunia dimana angka perceraian tidak sedikit, pasangan yang memulai pernikahan mereka dengan melibatkan Tuhan sebagai dasar mereka, benar-benar bisa bertahan selamanya.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Agung Candra Setiawan dari artikel asli “Are you a believer? Why believers make better mariages” karya Tiffany Fletcher.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Tiffany Fletcher, author of "Mother Had a Secret: Learning to Love my Mother and her Multiple Personalities".

Situs: http://motherhadasecret.blogspot.com

Apakah Anda Seorang yang Percaya? Mengapa Orang yang Percaya Membuat Pernikahan Lebih Baik

Orang yang percaya memiliki pernikahan yang bahagia karena mereka memiliki harapan dan perasaan yang damai.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr