6 momen buruk dalam pernikahan. Siapkah Anda menghadapinya?

Bukankah janji Anda menua bersama bahkan sehidup semati?. Lalu, mengapa saat momen buruk itu datang Anda harus menyerah? Berikut tips menghadapi 6 momen buruk dalam pernikahan yang sering terjadi.

3,460 views   |   4 shares
  • Tak ada yang sempurna di dunia ini termasuk pernikahan. Semua hubungan pernikahan akan mengalami pasang surut. Artinya dalam pernikahan, ada momen bahagia dan momen buruk. Semua masa-masa tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam perjalanan pernikahan.

  • Bukan pernikahan namanya jika Anda hanya ingin selalu berada di zona nyaman saja. Pernikahan adalah komitmen yang telah Anda ikrarkan di hadapan Tuhan, di mana dalam komitmen tersebut, Anda berjanji untuk tetap setia dan selalu bersama dalam senang maupun susah.

  • Terkadang masalah, tantangan dan ujian yang datang diizinkan terjadi untuk menguatkan tali cinta Anda dan pasangan. Seringkali Anda berpikir saat-saat itu adalah momen terburuk dalam pernikahan Anda yang sulit Anda hadapi. Mungkin yang terlintas lebih baik menyerah saja.

  • Bukankah janji Anda menua bersama bahkan sehidup semati? Lalu, mengapa saat momen buruk itu datang Anda harus menyerah? Berikut tips menghadapi 6 momen buruk dalam pernikahan yang sering terjadi:

  • 1. Saat suami tak memiliki penghasilan

  • Suami sebagai kepala keluarga mempunyai tanggung jawab utama sebagai pencari nafkah bagi keluarga. Jika suami tidak bekerja dan tak memiliki penghasilan bagaimana cara menafkahi keluarganya? Kesulitan ekonomi pun akan nyata terasa. Di sinilah peran istri sangat penting. Istri memberi dukungan dan motivasi kepada suami untuk mencari pekerjaan sehingga masa-masa sulit tersebut bisa terlewati.

  • 2. Saat kehadiran anak tak kunjung datang

  • Bagi sebagian pasangan suami istri saat kehadiran anak yang sangat dinantikan tak kunjung datang itulah masa terberat mereka. Terlebih lagi bila usia pernikahan sudah sangat lama, hari-hari yang dijalani akan terasa hampa. Tak menutup kemungkinan pertengkaran pun sering terjadi antara suami istri. Masing-masing saling menuntut dan menyalahkan. Jika Anda saat ini mengalami keadaan seperti itu, komunikasi sangat penting, beri pengertian kepada pasangan sambil tetap berusaha dan tentunya berdoa.

  • 3. Saat ekonomi keluarga tidak stabil

  • Masalah keuangan sangatlah sensitif bagi suami istri karena kaitannya dengan bagaimana keadaan ekonomi keluarga Anda. Apakah stabil atau tidak stabil? Jika stabil artinya tidak perlu ada yang dikhawatirkan namun jika tidak ketidakstabilan perekonomian dalam rumah tangga Anda dapat menjadi bumerang yang mengancam kesejahteraan keluarga Anda. Solusinya adalah komunikasi dan perencanaan dalam mengelola keluar masuknya penghasilan yang dimiliki, pastikan sesuai dengan pos-pos yang dibutuhkan.

  • Advertisement
  • Hindari besar pasak daripada tiang agar ekonomi keluarga tetap stabil.

  • 4. Saat munculnya perselingkuhan

  • Munculnya perselingkuhan biasanya merupakan momen paling buruk yang terjadi dalam pernikahan. Entah itu datang dari pihak suami atau istri. Hal tersebut sungguh sangat menyakitkan bagi pasangan yang diselingkuhi. Karena berdampak pada retaknya hubungan suami istri. Memang sulit memperbaiki hubungan yang telah dinodai dengan perselingkuhan karena tidak mudah mengembalikan kepercayaan lagi dan melupakan pengkhianatan dari orang yang Anda cintai. Yang bisa Anda lakukan tetaplah berpikir jernih, jangan menindaklanjuti perbuatan pasangan dengan rasa amarah. Beri kesempatan jika memang si dia layak diberi kesempatan kedua.

  • 5. Saat keluarga terlalu ikut campur rumah tangga Anda

  • Momen buruk juga bisa datang dari keluarga sendiri loh. Misalnya mertua yang terlalu ikut campur atau tidak menyukai Anda. Sikap mertua yang Anda anggap mengganggu akan berpengaruh pada pernikahan Anda secara tidak langsung. Hadapilah dengan kesabaran sambil tetap dibicarakan pada pasangan bagaimana menghadapi mertua tanpa harus menyinggungnya.

  • 6. Saat kematian salah satu anggota keluarga

  • Bagi siapa saja, kematian orang-orang terdekat yang dicintai seperti keluarga sangatlah menyedihkan. Berharap semua itu hanya mimpi buruk yang tidak nyata. Kehilangan salah satu anggota keluarga misalnya orangtua, suami/istri atau mungkin anak Anda sendiri membuat duka yang mendalam. Namun, hidup harus terus berjalan, jangan biarkan masa berduka itu menghambat kebahagiaan Anda. Be positif saja, pikirkan bahwa keluarga yang pergi telah bahagia di sana.

Bantu kami menyebarkan

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

6 momen buruk dalam pernikahan. Siapkah Anda menghadapinya?

Bukankah janji Anda menua bersama bahkan sehidup semati?. Lalu, mengapa saat momen buruk itu datang Anda harus menyerah? Berikut tips menghadapi 6 momen buruk dalam pernikahan yang sering terjadi.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr