10 ekspektasi yang seharusnya tidak pernah Anda letakkan dalam sebuah hubungan

Sebelum Anda larut dalam kekecewaan dan terluka dalam, bijaklah memilah ekspektasi yang Anda taruh dalam hubungan berharga ini.

1,816 views   |   6 shares
  • Memiliki pasangan menuntut kita untuk belajar banyak hal. Bersatunya Anda dan pasangan dalam menjalani hubungan, tentulah membuat kita sama-sama berusaha menekan ego. Ego terbesar yang seringkali memercikkan konflik dalam hubungan adalah masalah ekspektasi. Entah itu mengenai kebiasaan kecil yang sifatnya rutin, hingga rencana besar di masa depan, mengelola ekspektasi bukanlah semudah membalikkan telapak tangan.

  • Sebelum Anda larut dalam kekecewaan dan terluka dalam, bijaklah memilah ekspektasi yang Anda taruh dalam hubungan berharga ini. Simak 10 ekspektasi yang sangat disarankan untuk tidak Anda letakkan dalam sebuah hubungan:

  • 1. Selalu setuju satu sama lain

  • Banyak orang yang tidak suka berdebat. Perbedaan pendapat dipandang sebagai awal dari konflik berkepanjangan yang melelahkan hati dan pikiran. Masalahnya, Anda dan pasangan bukanlah semacam bayangan pada cermin. Masing-masing dari Anda memiliki pandangan, opini, dan pengalaman berbeda. Tak perlu takut untuk berdebat dengan pasangan, selama Anda melakukannya dengan 'dewasa'. Perdebatan yang sehat akan memperkuat hubungan Anda. Anda akan belajar bagaimana berkomunikasi efektif dengan pasangan melalui perdebatan.

  • 2. Berhubungan sebagai jalan keluar dari masalah

  • Memulai hubungan dengan agenda tersembunyi memiliki risiko besar bagi kelanggengan hubungan Anda. Memilih pasangan Anda untuk menjadi pendamping hidup semata untuk membawa Anda keluar dari masalah, bukanlah tindakan yang bijaksana. Meskipun sehebat apapun pasangan Anda, segala masalah yang Anda temui dalam hidup adalah tanggung jawab Anda untuk menyelesaikannya. Fight your own battle.

  • 3. Hubungan bebas masalah

  • Ini biasanya terjadi ketika pada hubungan sebelumnya, Anda kerap gagal. Pada satu titik, Anda bosan terjatuh dan seakan tak bisa bangkit lagi. Jadi, Anda mengharapkan, setidaknya pada hubungan yang telah Anda seleksi dan Anda ikrarkan sebagai the last resort, tempat terakhir Anda melabuhkan hati, Anda ingin sekali saja merasakan hubungan yang happily ever after. Sayangnya, dunia nyata bukanlah dongeng pengantar tidur. Masalah akan datang silih berganti. Pandailah mengambil hikmah dari mereka dan belajarlah mengelola konflik dengan penuh kedewasaan.

  • Advertisement
  • 4. Tahu isi pikiran Anda

  • "Aku bukan pembaca pikiran". Mengenal baik kalimat ini? Mungkin karena sering terlontar dalam hubungan Anda? Konflik pasangan kerap timbul akibat keengganan untuk mengutarakan secara lisan dan jelas apa yang ada di dalam hati serta pikiran. Di sinilah letak tantangan, mengemas kata-kata sehingga maksud tersampaikan dengan meminimalkan luapan emosi dan tetap menjaga perasaan pasangan. Berbicara jujur dengan pasangan juga akan memperkuat hubungan karena Anda menyurutkan prasangka akibat ucapan yang terpendam.

  • 5. Keuangan yang selalu stabil

  • Hancurnya pernikahan akibat badai finansial memang sangat tidak diharapkan oleh banyak pasangan. Hidup terlunta-lunta di dunia, dengan himpitan tekanan ekonomi, memang tidak menyenangkan untuk dibayangkan, apalagi dijalani. Akan tetapi, kita tidak dapat memprediksi masa depan ataupun mengatur datang-perginya rezeki. Hal yang dapat dilakukan adalah melakukan persiapan sebaik mungkin, melalui perencanaan keuangan yang prima. Jikalau terjadi masalah pada pundi-pundi keluarga Anda, tahan dulu kepanikan Anda. Carilah jalan keluar secara bijak dan berhati-hati. Ingatlah bahwa ujian hidup hanya diberikan kepada mereka yang mampu melaluinya.

  • 6. Perubahan

  • Secara kontradiktif dengan harapan banyak pasangan yang memulai hubungan, hindari berekspektasi bahwa Anda dan/atau pasangan akan berubah setelah menikah maupun memiliki anak. Pada dasarnya, manusia akan memiliki momen kesadaran untuk berubah. Hanya saja Anda tidak dapat mengontrol sepenuhnya, kapan perubahan itu akan terjadi, seberapa besar dan seberapa lama perubahan akan konsisten berlanjut. Yang dapat kita lakukan sebagai seorang pendamping adalah memberikan motivasi dan mengingatkan ketika pasangan terlihat 'keluar jalur'.

  • 7. Akrab dengan sahabat dan keluarga Anda

  • Harapan ideal adalah memiliki pasangan yang disukai orang-orang terdekat Anda, dan begitu pula sebaliknya. Namun, kita sulit menyenangkan berbagai pihak dalam sekali waktu. Untuk area ini, cukuplah berpegang pada pasangan memiliki hubungan sesuai norma dengan sahabat dan keluarga Anda. Jika memang tak dapat berakrab ria, biarkanlah, sepanjang tidak terjadi konflik yang mengganggu atau terlibat kegiatan ilegal yang melanggar hukum maupun norma.

  • Advertisement
  • 8. Kelembutan di balik kekerasan

  • Ketika hubungan Anda telah dibumbui dengan kekerasan, baik secara fisik, verbal, emosional, maupun seksual, tak ada jalan lain. Segeralah keluar dari hubungan penuh racun ini. Tidak sedikit korban kekerasan yang berpikir, "Ini hanya kekhilafan. Pasanganku akan kembali baik padaku". Jawabannya, tidak. Kekerasan bukanlah hal yang dapat ditolerir. Saat ini, Andalah yang perlu diselamatkan. Singkirkan pemikiran bahwa Anda perlu bertahan dalam hubungan tidak sehat ini, demi menyadarkan dan menyelamatkan pasangan. Tinggalkan sebelum penyesalan datang terlambat.

  • 9. Standar tinggi menuju kesempurnaan

  • Nobody's perfect. Tanamkan ini selalu dalam benak Anda. Komunikasikan pula pada pasangan untuk tidak menaruh ekspektasi berlebihan terhadap Anda. Anda berdua dapat mencoba kuis penilaian ekspektasi, untuk melihat apakah Anda telah menaruh ekspektasi berlebih terhadap satu sama lain. Ekspektasi berlebihan seperti ini dapat menciptakan stres, ketegangan, hingga percikan konflik tiada akhir. Tidak akan pernah ada kata kepuasan abadi. People are growing in their own paces. Bersabarlah dan berkompromilah dengan keadaan.

  • 10. Harga diri

  • Ini adalah hal sia-sia yang Anda harapkan dari hubungan. Milikilah penghargaan diri (self respect) sebelum Anda memasuki hubungan apapun, bukan mengharapkannya tercipta melalui hubungan. Harga diri adalah kualitas pribadi yang wajib dibangun oleh setiap individu dengan kesadaran sendiri, bukan diatur oleh orang lain. Ketika Anda mengharapkan pasangan untuk membangun harga diri Anda, yang sering terjadi, Anda malah tunduk kepada pasangan tanpa memikirkan diri Anda sendiri. Anda akan lebih mudah dimanipulasi dan dikendalikan, tanpa memiliki pendirian pribadi. Apakah Anda mau menjadi "boneka" orang lain seperti ini?

  • Mengelola ekspektasi membutuhkan proses dengan tantangan-tantangan tersendiri. Sepanjang Anda dan pasangan konsisten menjalani disertai dengan komunikasi efektif, Anda dapat meminimalkan dampak konflik terhadap hubungan. Tumbuh dewasa dan menua bersama, seperti isi janji suci Anda.

  • Advertisement
Klik pilihan berbagi di bawah ini

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

10 ekspektasi yang seharusnya tidak pernah Anda letakkan dalam sebuah hubungan

Sebelum Anda larut dalam kekecewaan dan terluka dalam, bijaklah memilah ekspektasi yang Anda taruh dalam hubungan berharga ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr