8 posisi terbaik ketika menggendong bayi

Beraneka posisi menggendong masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Inilah 8 posisi menggendong bayi yang memberikan hasil terbaik dan ternyaman bagi si makhluk mungil tersayang.

584 views   |   1 shares
  • Kegugupan yang melanda para mama baru, membawa kita terkadang ragu dan takut untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya bersifat alamiah. Menggendong bayi adalah salah satu hal teratas di daftar saya waktu itu. Sangat berbeda rasanya, ketika pengalaman anak pertama dengan anak kedua. Menggendong anak pertama saya, ada saja yang mendesir di hati. Sepercik kecemasan bercampur rasa takut dan tidak percaya diri.

  • Seiring berjalannya waktu, saya menemukan aneka posisi menggendong yang masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Inilah 8 posisi menggendong bayi yang memberikan hasil terbaik dan ternyaman bagi si makhluk mungil tersayang:

  • 1. Cradle hold

  • Posisi cradle hold termasuk posisi klasik yang banyak digunakan pada bayi baru lahir. Posisi ini biasanya dipilih untuk menyusui bayi. Cara melakukannya, letakkan bayi pada pangkuan Anda. Baringkan bayi pada sisi menyusui yang Anda inginkan. Posisikan wajah, perut, dan lutut menghadap ke arah Anda. Letakkan lengan bawah bayi di bawah lengan Anda. Kepala bayi berada pada sisi lengan Anda, dekat dengan siku. Sementara lengan Anda menopang punggung hingga bagian pantat bayi. Gunakan tangan Anda lainnya untuk menopang bagian pinggul ke bawah. Saya ingat betul, posisi ini cukup menyiksa seusai saya melahirkan via operasi caesar. Penyebabnya, posisi ini memberikan tekanan cukup besar pada perut. Variasi lain dari posisi ini adalah cross cradle hold, di mana penopangan dilakukan oleh lengan yang menyilang. Posisi lain ini cocok untuk bayi berbobot kecil atau bayi yang sulit melakukan perlekatan menyusui dengan tepat.

  • 2. Football-hold

  • Posisi menggendong ini adalah posisi yang disarankan untuk digunakan Anda yang melahirkan melalui operasi caesar. Berbeda dengan cradle hold, posisi football hold meletakkan bagian badan anak melalui ketiak Anda. Perut Anda tidak tertekan oleh badan bayi. Posisi ini memberikan sensasi berbeda dalam menyusui dan membuat bayi Anda lebih mudah melakukan perlekatan dengan benar.

  • 3. Shoulder hold

  • Pada posisi ini, saya menempatkan bayi paralel dengan tubuh pada ketinggian pundak. Kepala bayi saya letakkan pada pundak sehingga ia bisa melihat ke belakang. Satu tangan saya menopang bagian belakang tubuhnya dan tangan satu lagi menopang bagian leher hingga punggung. Ini adalah posisi favorit saya untuk newborn atau bayi di bawah 3 bulan. Posisi membuat saya dapat mendekap bayi, merasakan detak jantung kami seirama, sekaligus menghirup aroma tubuhnya yang begitu menyenangkan. Posisi menggendong ini pula yang biasa saya lakukan sehabis menyusui, untuk membuatnya bersendawa.

  • Advertisement
  • 4. Belly hold

  • Di 3 bulan pertama kehidupannya, bayi kerap rewel. Penyebab paling sering ditemukan adalah gas pada perut atau menderita kolik. Posisi belly hold membantu menyamankan bayi dari rasa tak nyaman di perut. Baringkan bayi tengkurap pada salah satu lengan atas Anda. Gunakan lengan lainnya untuk menahan bayi pada punggungnya. Anda dapat pula meletakkan tangan di antara kaki-kaki bayi untuk memperkuat topangan.

  • 5. Face-to-face hold

  • Untuk menggendong seperti ini, topang kepala dan leher bayi dengan satu tangan. Sementara, tangan lainnya menopang bagian pantat. Angkat dan gendong bayi menghadap Anda, tepat di bawah dada. Posisi ini sangat bermanfaat untuk menciptakan interaksi intens antara Anda dan si Kecil.

  • 6. Lap hold

  • Posisi lap hold biasanya digunakan kala duduk atau menyusui bayi Anda dengan susu dari botol. Pastikan kaki Anda menapak dengan stabil sebelum membawanya ke pangkuan Anda. Letakkan kepala bayi pada bagian lutut Anda, dengan wajah menghadap kepada Anda. Kedua telapak tangan Anda akan menopang kepalanya, sedangkan kedua lengan Anda mengikuti dan menopang lekuk tubuhnya.

  • 7. Hello-world hold

  • Bayi yang penuh rasa ingin tahu pasti sesekali ingin melihat dunia bersama Anda. Hadapkan ia ke arah depan. Biarkan ia bersender pada dada Anda untuk menopang bagian kepala. Pegang bagian pantatnya dengan satu tangan dan letakkan tangan Anda lainnya melewati bagian dadanya. Anda dapat mempertahankan posisi ini pula ketika duduk, dengan melepaskan tangan yang menahan pantatnya. Untuk bayi di bawah usia 6 bulan, batasi waktunya melihat luas seperti ini ketika menggendong sambil berjalan-jalan, untuk menghindari overstimulasi.

  • 8. Hip hold

  • Seiring ia tumbuh besar, Anda dapat menggunakan posisi hip hold untuk menggendong bayi yang mulai terasa berat. Pastikan bayi telah memiliki kekuatan pada kepala dan lehernya, biasanya setelah melewati fase usia 3 bulan pertama. Hadapkan bayi ke arah depan dan dudukkan pada tulang pinggul Anda. Lalu, lingkarkan tangan Anda di pinggangnya. Mudah, bukan?

  • Advertisement
  • Pastikan Anda menggendong bayi dalam keadaan bersih, terutama bagian tangan. Tenangkan hati Anda untuk membuat Anda lebih percaya diri dan bayi lebih tenang. Bayi dapat menangkap kecemasan Anda, berimbas kepada dirinya yang gelisah dan rewel. Utamakan selalu menopang kepala dan bagian punggung bayi, khususnya bayi yang belum mampu menopang dan mengangkat tegak kepalanya sendiri. Variasikan posisi menggendong, mengingat masing-masing posisi memiliki kelebihan pada situasi berbeda.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

8 posisi terbaik ketika menggendong bayi

Beraneka posisi menggendong masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Inilah 8 posisi menggendong bayi yang memberikan hasil terbaik dan ternyaman bagi si makhluk mungil tersayang.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr