Krisis percaya diri pada remaja perempuan. Bagaimana mengatasinya?

Di era modern ini, sebetulnya gender tak lagi menjadi kendala. Tak ada lagi batasan bagi perempuan untuk menjadi secerdas, dan sehebat laki-laki. Namun kenyataannya, problematika terkait rasa percaya diri pada gadis remaja tak bisa dipungkiri

376 views   |   3 shares
  • Pada umumnya, anak perempuan perkembangannya lebih cepat matang dibanding anak laki-laki. Cara bicara, sosialisasi, dan cara belajar mereka pun lebih cepat. Namun ternyata, anak perempuan cenderung tumbuh kurang percaya diri dibanding anak laki-laki, lho.

  • Bahkan, menurut sebuah studi terbaru dalam jurnal Science, anak-anak perempuan tidak percaya bahwa mereka sepintar anak laki-laki. Kepercayaan diri anak perempuan dalam hal intelegensi sudah hilang sejak usia enam tahun. Duh..

  • Studi yang digagas oleh Andrei Cimpian, Associate Professor untuk psikologi di New York University, ini mempelajari 400 anak di usia 5 hingga 7 tahun. Dalam salah satu tahap penelitian, anak-anak disuruh memilih di antara dua permainan yang dideskripsikan sebagai berikut: Untuk orang-orang yang luar biasa pintar dan untuk orang-orang yang benar-benar pekerja keras. Pada usia lima tahun, anak laki-laki dan perempuan sama-sama menginginkan permainan untuk orang-orang luar biasa pintar.

  • Akan tetapi, pada usia enam dan tujuh tahun, anak-anak perempuan lebih memilih permainan kedua walaupun anak laki-laki tetap menginginkan permainan yang untuk orang-orang luar biasa pintar.

  • Cimpian menyimpulkan, karena mereka tidak percaya bisa menyaingi anak laki-laki, anak-anak perempuan biasanya menghindari pekerjaan dan bidang ilmu tertentu. "Stereotip ini membuat wanita berkecil hati dalam mengejar karier impiannya dan akibatnya, jumlah wanita di bidang-bidang yang menjunjung tinggi intelegensi sangatlah kecil," tulisnya.

  • Sementara, penelitian lain yang dilakukan organisasi dari Inggris, the Schools Health Education Unit, menunjukkan bahwa hanya satu dari tiga orang remaja perempuan usia 15 tahun yang memiliki rasa percaya diri tinggi. Secara keseluruhan, hanya 33 persen remaja perempuan usia 14-15 tahun yang merasa bahagia dengan dirinya. Padahal, lebih dari 50 persen remaja laki-laki di usia 14-15 tahun justru sangat percaya diri.

  • Mementingkan penampilan

  • Para gadis remaja ini kerap memermasalahkan penampilan, sebagai fokus utama kehidupannya. Mengalahkan kecerdasan di sekolah, keluarga dan persoalan keuangan. Dua pertiga remaja perempuan usia 15 tahun meyakini dirinya terlalu gemuk, dan 14 persen mengakui bahwa mereka tidak pernah sarapan. Sementara, 53 persen gadis usia 12-13 tahun mengatakan bahwa mereka sangat ingin kurus.

  • Angela Balding, selaku pimpinan survei, menjelaskan bahwa hal ini terjadi kebanyakan disebabkan oleh tekanan dari media sosial juga bullying di sekolahnya. Karena itu, ia pun mengusulkan kepada semua orang, termasuk orangtua, guru, dan teman untuk mulai memupuk kepercayaan diri anak perempuan sejak dini dan menegaskan bahwa mereka bisa berhasil di segala bidang selama mau bekerja keras.

  • Advertisement
  • Berikut ini cara agar anak perempuan tumbuh dengan percaya diri, seperti dilansir laman Babycenter.

  • 1. Memuji anak sesuai dengan realita

  • Anak kelas III sekolah dasar tahu dia bukanlah pemain musik terhebat sepanjang sejarah. Namun dia akan terpacu untuk meningkatkan bakatnya jika Anda memuji kemajuannya dalam bermain musik.

  • 2. Mendukung usaha anak

  • Jangan langsung membantu saat anak mengalami kesulitan dalam mengerjakan pekerjaan rumah. Biarkanlah anak berusaha lebih dulu, sehingga ia percaya pada kemampuannya sendiri.

  • 3. Jangan menuduhnya tidak mampu

  • Saat anak gagal di tes matematika, Anda jangan membuat asumsi bahwa dia bukan anak pandai. Setiap anak pasti punya kelebihan. Tugas Anda adalah membantunya menemukan kelebihan tersebut.

  • 4. Membuatnya cinta diri sendiri

  • Anak perempuan Anda pasti suka bertanya, "Apakah aku cantik?" jawablah "ya" dengan yakin. Saat Anda memuji fisiknya, puji juga bakatnya. Cara ini mengajarkan anak perempuan bahwa kecantikan tidak selalu tentang fisik, tapi tentang rendah hati, ketulusan hati, bakat, dan kepandaian.

  • 5. Perlihatkan figur wanita sukses

  • Saat Anda menemukan aktivis, atlet, pengusaha, politikus, dan wanita sukses lain, tunjukkan kepada anak bahwa wanita bisa menjadi sosok hebat dan mandiri. Tekankan juga bahwa fisik bukanlah hal utama.

  • Pentingnya peran ayah

  • Menurut Michael Austin seorang pengajar filosofi dari Universitas Kentucky serta penyunting buku Fatherhood - Philosophy for Everyone: The Dao of Daddy, sosok ayah bakal memengaruhi bagaimana putrinya tumbuh menjadi dewasa kelak. Lebih lanjut menurut Austin campur tangan seorang ayah pada kehidupan putrinya adalah amat penting pada perkembangan tingkat kepercayaan diri seorang perempuan dewasa muda. Ayah akan berpengaruh saat ia menyemangati lewat perkataan verbal, kekonsistenan berada dalam kehidupannya, kewaspadaannya serta bagaimana sensitivitasnya kepada sang putri.

  • Campur tangan langsung dan semangat yang diberikan kepada ayah akan menghilangkan rasa tidak aman yang dialami anak perempuan. Hal tersebut akan meningkatkan rasa percaya diri pada kemampuannya sendiri.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Krisis percaya diri pada remaja perempuan. Bagaimana mengatasinya?

Di era modern ini, sebetulnya gender tak lagi menjadi kendala. Tak ada lagi batasan bagi perempuan untuk menjadi secerdas, dan sehebat laki-laki. Namun kenyataannya, problematika terkait rasa percaya diri pada gadis remaja tak bisa dipungkiri
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr