4 Tips untuk Transisi dari Pekerja Penuh-Waktu menjadi Orang Tua Penuh-Waktu

Transisi menjadi orang tua penuh waktu dapat menjadi sangat menantang, namun beberapa langkah sederhana dapat menjadikannya berjalan lebih lancar.

985 views   |   shares
  • Transisi menjadi orang tua penuh waktu dapat menjadi sangat menantang, namun beberapa langkah sederhana dapat menjadikannya berjalan lebih lancar.

  • Transisi dari seorang pekerja menjadi orang tua yang tinggal di rumah tidak selalu semudah yang Anda bayangkan. Hampir segala sesuatu tentang kehidupan sehari-hari Anda berubah – terkadang di luar harapan Anda. Mengenali perubahan-perubahan ini adalah langkah pertama menerimanya dan kemudian mengelolanya.

  • Perubahan 1. Jadwal harian Anda

  • Sebagai pekerja, jadwal Anda jelas, mulai dari bangun pagi, mandi, pergi kerja, istirahat makan siang, pulang, mengerjakan tugas rumah tangga, menghibur diri selama beberapa jam, lalu pergi tidur. Pada akhir pekan, Anda bersantai dan bersenang-senang. Sebagai orang tua yang tinggal di rumah, jadwal Anda akan sangat kacau – setidaknya pada awalnya. Terutama dalam situasi bayi baru lahir, tetapi bahkan dengan anak-anak yang lebih tua, jadwal tidur dan kebutuhan sehari-hari selalu berubah, menjadikannya sulit untuk membuat rutinitas. Ini adalah perubahan yang membuat Anda terlihat linglung pada pukul empat sore, masih mengenakan pakaian tidur Anda, bahkan tidak tahu ini hari apa atau apakah Anda sudah makan atau belum.

  • Solusi. Paksalah diri Anda untuk menjalankan suatu rutinitas

  • Bahkan jika Anda tidak bersedia memaksakan bayi Anda ke dalam suatu rutinitas, balita dan anak-anak yang lebih tua memerlukannya, dan Anda juga. Pilihlah waktu untuk bangun tidur, dan tekunlah menjalaninya. Mandilah secara teratur, dan berpakaianlah yang sopan (mengenakan pakaian yang akan Anda kenakan seandainya Anda harus keluar rumah) setiap hari. Siapkan makanan pada waktu makan yang wajar (bahkan jika itu hanya makanan hangatan). Ya, akan ada hari-hari di mana rutinitas Anda tidak berjalan lancar, tetapi setidaknya hari-hari itu akan menjadi pengecualian, dan lebih seringnya hari-hari Anda akan terasa “normal.”

  • Perubahan 2. Interaksi dengan orang dewasa lainnya

  • Dalam dunia kerja, Anda berinteraksi dengan orang dewasa lainnya secara teratur. Bahkan jika Anda bekerja sendirian, Anda punya ponsel dan jadwal pertemuan, belum lagi percakapan singkat dengan pelayan restoran yang melayani makan siang Anda. Sebagai orang tua yang tinggal di rumah, interaksi sehari-hari Anda hampir selalu berfokus pada anak. Bahkan percakapan dengan orang dewasa lainnya akan berkisar tentang (dan terganggu oleh) anak-anak Anda.

  • Solusi. Keluar dari rumah

  • Pergilah berbelanja kebutuhan sehari-hari, bergabunglah dengan pusat kebugaran, kunjungi saudara atau tetangga Anda, atau pergilah ke taman. Duduk di ruang tamu Anda, berinteraksi dengan orang dewasa melalui komputer memang tidak salah, tetapi itu bukan pengganti interaksi pribadi yang sebenarnya.

  • Advertisement
  • Perubahan 3. Tugas harian Anda

  • Sebagai pekerja, tugas harian Anda sering kali ditentukan oleh orang lain – pelanggan, atasan, klien atau rekan kerja. Sebagai orang tua yang tinggal di rumah, Anda sendiri yang bertanggung jawab memutuskan apa yang harus dikerjakan setiap saat. Motivasi diri seringkali sulit diperoleh, dan semua orang punya pendapatnya sendiri tentang apa yang “benar-benar penting” untuk mengurus rumah tangganya.

  • Solusi. Tentukan prioritas

  • Buatlah daftar apa yang penting untuk Anda kerjakan, putuskan seberapa banyak yang dapat Anda kerjakan sehari-hari, dan bagilah pekerjaan itu menjadi tugas harian atau mingguan. Prioritas Anda akan selalu berubah sewaktu anak-anak Anda bertumbuh dan berubah, jadi jangan takut untuk mengevaluasi kembali jika diperlukan.

  • Perubahan 4. Penghargaan bagi pendapat Anda

  • Ini mungkin adalah perubahan tersulit bagi Anda. Sebagai pekerja, opini Anda dihargai. Anda bahkan mungkin dianggap sebagai seorang pakar dalam sesuatu. Sebagai orang tua yang tinggal di rumah, pendapat Anda sama sekali tidak dianggap, kecuali jika itu tentang teori membesarkan Anak. Dan itu pun hanyalah teori dan semua orang akan berusaha mengatakan bahwa cara Anda salah. Gelar sarjana Anda, pengalaman kerja Anda, atau fakta bahwa Anda pernah tampil dalam jurnal ternama dalam industri Anda benar-benar diabaikan dalam dunia orang tua yang tinggal di rumah.

  • Solusi. Bangun rasa percaya diri

  • Temukan sesuatu yang Anda merasa paling percaya diri untuk lakukan dan bangunlah komunitas di sekitar keahlian atau pengetahuan itu. Ini dapat saja sesuatu dari hari-hari bekerja Anda atau sesuatu yang baru. Temukan cara untuk menggunakan keahlian dan pengetahuan Anda dengan cara yang membuat Anda merasa berhasil dan berharga. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang mendukung perasaan itu. Dukungan dan penghargaan mereka akan memudahkan Anda mengabaikan para penentang yang melihat Anda “hanya ibu” atau “hanya ayah.”

  • Sebenarnya, tidak ada istilah “hanya orang tua,” bahkan jika Anda memang hanya orang tua yang tinggal di rumah. Anda adalah pribadi yang utuh yang hidup dan punya gol dan keterampilan serta kehidupan sebelum Anda bertransisi menjadi orang tua yang tinggal di rumah. Dan Anda masih punya semua hal itu, Anda hanya perlu menemukan cara untuk berhasil menyalurkannya.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Natalia Sagita dari artikel asli "Staying home 4 tips for making the transition from full-time work to full-time parenthood" karya Gina Denny.

  • Advertisement
Bagikan hasil Anda kepada teman..

Gina Denny is a homeschooling mother of three, living in Phoenix, Arizona. You can read her blog at http://ginadenny.blogspot.com or reach her on twitter @GinaD129

4 Tips untuk Transisi dari Pekerja Penuh-Waktu menjadi Orang Tua Penuh-Waktu

Transisi menjadi orang tua penuh waktu dapat menjadi sangat menantang, namun beberapa langkah sederhana dapat menjadikannya berjalan lebih lancar.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr