Ia menyaksikan kepanikan sang putra saat menjadi pusat kerumunan. Dan apa yang dilakukan ibu ini berujung perdebatan di dunia maya

Antara 'tough love' dan bersikap realistis. Keputusan Mama yang satu ini memancing pro dan kontra mengenai konsep berbagi yang sesungguhnya.

302 views   |   3 shares
  • Gaya pengasuhan satu orang ibu ternyata dapat menjadi sumber berita viral. Salah satunya adalah seperti yang dialami oleh Alanya Kolberg berikut ini. Hari itu, ia dan sang putra pergi ke taman untuk bermain dan bertemu dengan kawan-kawan tercinta. Apa yang terjadi di sana, menciptakan pro dan kontra di media sosial setelah kejadian. Sebuah isu yang hampir pasti Anda alami dalam sepak terjang Anda sebagai orangtua.

  • MY CHILD IS NOT REQUIRED TO SHARE WITH YOURS. As soon as we walked in the park, Carson was approached by at least 6...

    Posted by Alanya Kolberg on Wednesday, April 19, 2017
  • Putra Alanya, Carson, datang ke taman membawa beberapa mainan kesayangannya. Sebut saja, robot Transformer, Minecraft, dan truk mainan. Sekejap saja, Carson sudah 'dikerubungi' anak-anak lain yang tertarik melihat mainan-mainannya. Mereka meminta Carson untuk "berbagi", menggunakan mainan-mainan tersebut bersama-sama.

  • Reaksi Carson berbeda. Alanya menceritakan dalam post-nya di media sosial Facebook. "Carson terlihat tidak nyaman. Ia memeluk erat mainan-mainannya. Sementara anak-anak lainnya terus berusaha mencoba memegang mainan milik Carson," tutur Alanya.

  • Carson melirik sang Mama. Mencoba mencari dukungan, atau mungkin bantuan untuk menemukan solusi bagaimana menghadapi situasi tidak mengenakkan ini. Alanya mengungkapkan bagaimana kata-katanya kepada Carson, yang menjadi buah bibir sesudahnya. Bayangkan saja, post Alanya tentang hal ini mendapatkan lebih dari 240.000 sharesdan lebih dari 700 komentar menyanggah keberanian ibu muda ini.

  • "Carson, katakan saja tidak. Itu adalah hakmu," demikian ucap Alanya kepada sang putra.

  • Anak-anak yang menginginkan mainan Carson pun mendekati Alanya. Mereka mengadukan sikap Carson yang dianggap "pelit" dan "tidak berperasaan". Namun, Alanya tak bergeming.

  • Advertisement
  • "Carson berhak atas mainannya. Ia dapat saja tidak berbagi. Apalagi, Carson sudah berkata tidak," jelas Alanya kepada anak-anak tersebut.

  • Tindakan Alanya ini serta merta mendapatkan tatapan sinis dan rasa tidak setuju dari para orang tua lain yang ada di taman itu. Gaya pengasuhan yang salah, demikian komentar mereka. Seperti halnya banyak komentar yang terpampang di media sosial Alanya.

  • Sebuah komentar dari Katie Hearn misalnya. "Sedari dulu kita diajarkan tentang indahnya berbagi. Ini adalah sebuah cara pula bagi anak untuk bersosialisasi dan mendapatkan teman baru," kata Katie.

  • Namun, Alanya berpikir lain. Tidak selamanya berbagi itu dapat digeneralisir menjadi tindakan yang baik dan pantas. "Sebut saja, berbagi mainan dan berbagi makanan dengan orang dewasa yang tidak dikenal, tentu konteksnya berbeda bukan?" tanya Alanya.

  • Katie membalas dengan menyampaikan bahwa perbandingan seperti ini tidaklah relevan dan adil. Tidaklah bijak membandingkan dua hal yang sama sekali berbeda, demikian jawab Katie.

  • Namun, tidak sedikit pula yang berada satu kubu dengan Alanya. Seperti Prentice Danforth, yang menyatakan bahwa ia mendukung seratus persen keputusan Alanya.

  • "Memilih untuk tidak berbagi dengan seseorang yang tidak dikenal ataupun membuat kita tidak nyaman, adalah sebuah pelajaran penting. Tak perlu kita berbagi segala hal dengan orang lain dan ini sebaiknya segera diajarkan kepada anak-anak. Bagus sekali Carson memahami hal itu sejak dini," tulis Prentice.

  • Chantel Jones, seorang guru taman kanak-kanak, juga mengungkapkan rasa setujunya terhadap respons Alanya. Chantel sendiri menerapkan konsep berbagi yang "terbatas" dimana ada kondisi-kondisi tertentu dimana kita sah-sah saja untuk tidak berbagi. Chantel mengakui, banyak orang tua yang berlawanan pemikiran dengannya. Namun, Chantel tidak menyerah dan terus mengajarkan konsep sharing is caring yang sesungguhnya.

  • "Saya mengajarkan kata-kata penolakan halus yang dapat disampaikan dalam situasi kita enggan berbagi, seperti 'tidak, terima kasih', 'maaf, ini milikku', dan 'maaf, aku sedang memakai ini dahulu'" ucap Chantel.

  • Alanya menjelaskan lebih lanjut. Carson sesungguhnya membawa mainan-mainannya untuk dimainkan bersama dengan kawan-kawan yang telah dikenalnya dengan baik. Alanya mengunggah foto yang menegaskan hal ini, Carson bermain bersama kawan-kawannya. Itulah alasan mengapa Carson enggan meminjamkan mainannya kepada sekelompok anak yang asing baginya karena berarti ia tidak dapat bermain dengan kawan-kawan tercintanya.

  • Advertisement
  • Sebuah pesan digaris-bawahi oleh Alanya bagi para orang tua yang mengalami masalah serupa. "Kita tidak hidup dalam dunia yang selalu kondusif untuk berbagi. Tidak selamanya kita harus tunduk pada permintaan orang lain, jika kita merasa tidak nyaman maupun rela menyerahkan milik kita kepada orang lain. Inilah yang saya ajarkan kepada Carson, supaya ia bisa memahami makna berbagi yang sesungguhnya," pesan Alanya.

  • Apakah Anda sependapat dengan Alanya Kolberg? Seperti apa konsep sharing is caring versi Anda?

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Ratih Arawinda dari artikel Familyshare berjudul "A mom sees her frantic son surrounded by boys at the park; what she does next sparks a viral debate" karya McKenna Park.

Baca, hidupkan, bagikan!

McKenna Park adalah salah satu staf penulis tetap di FamilyShare.com. Ia adalah seorang istri, sangat mencintai anjing-anjing peliharaannya, pencandu es krim dan film.

Ia menyaksikan kepanikan sang putra saat menjadi pusat kerumunan. Dan apa yang dilakukan ibu ini berujung perdebatan di dunia maya

Antara 'tough love' dan bersikap realistis. Keputusan Mama yang satu ini memancing pro dan kontra mengenai konsep berbagi yang sesungguhnya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr