Hubungan intim pasangan menikah dijamin aman. Siapa bilang?

Simak 6 'masalah ranjang' dalam rumah tangga yang patut menjadi pengetahuan Anda.

7,529 views   |   11 shares
  • Tidur Anda tak lagi sepi dan sendiri seperti masa lajang dulu. Apakah selesai dengan happily ever after begitu saja? Kehangatan yang ada di ranjang bersama suami tercinta ternyata tak selamanya mulus seperti jalan tol. Pasca menikah, muncul aneka tantangan, menjadi kerikil dalam kemesraan Anda. Jika Anda berpikir kehidupan intim setelah menikah akan selalu dipenuhi pelangi dan bintang cemerlang, itu tandanya 6 problem seks pasangan menikah ini patut menjadi perhatian Anda.

  • 1. Surutnya keintiman

  • Kesibukan dan padatnya jadwal menjadi penyebab utama Anda tak lagi kerap bermesraan dengan suami. Apalagi jika telah 'digelayuti' oleh anak-anak yang merengek butuh perhatian. Anda terlalu lama berada dalam "mommy mode" dan tak sigap berubah menjadi "sweetheart mode". Di lain sisi, suami yang larut dalam pekerjaannya, mencari nafkah untuk keluarga, tak kuasa juga menolak lembur. Padahal, Anda berharap bisa meluangkan waktu kencan romantis tengah malam. Menjadi orangtua, tidak berarti menjadikan Anda super berdedikasi dan melupakan bahwa nantinya suamilah yang akan mendampingi Anda, growing old with you. Keintiman adalah investasi berharga pernikahan Anda dan penjaga nyala asmara untuk setia di sisinya.

  • 2. Sekadar "menunaikan kewajiban"

  • Berhubungan dengan kedekatan emosional yang semakin pudar, Anda berdua pun melakukan hubungan suami istri hanya berdasarkan formalitas belaka. Segalanya serba dikejar waktu. Sebatas menunaikan kewajiban dan melepaskan hasrat sesaat. Gelora yang dulu ada kala menjadi pengantin baru, menguap begitu saja seiring bertambahnya usia pernikahan. Waspadailah kondisi seperti ini. Saat seks terasa seperti rutinitas, Anda rawan terserang kebosanan. Efeknya? Pada suatu titik, Anda tak lagi menganggap pasangan menarik, mulai meninggalkan seks, atau malah tergoda untuk berhubungan intim dengan orang lain.

  • 3. Terhalang jarak

  • Tidak sedikit pasangan menikah yang menjalani long distance marriage. Bisa jadi karena pekerjaan Anda yang tidak bisa ditinggalkan, suami yang ditempatkan nun jauh di pelosok atau bahkan di tengah laut, ataupun alasan lainnya. Sungguh sulit untuk memendam rindu terhalang oleh jarak seperti ini. Pertemuan Anda yang frekuensinya sedikit ini pun, belum tentu bisa dilalui dengan melepaskan rasa kangen di ranjang dengan mudah. Persiapan yang baik menjadi kunci sukses seks bagi mereka yang menjalani pernikahan jarak jauh. Manfaatkan waktu dan kesempatan sebaik-baiknya, sebelum Anda menyesal ditinggalkan sang suami kembali ke tempat nun jauh di sana.

  • Advertisement
  • 4. Fantasi yang telah mati

  • Semakin lama Anda menjadi pasangan resminya, tidak selalu fantasi Anda ataupun suami pasti selalu selaras. Yang terjadi, seiring bertambahnya usia, Anda malah memilih untuk melakukan hubungan seks sesuai kaidah teoritis yang berlaku. No room for quirky fantasies. Rasa malu, jengah, atau malah menganggap fantasi seksual sebagai hal konyol yang tak patut diwujudkan. Padahal, dalam takaran yang pas, fantasi akan memberikan bumbu penyedap dalam kehidupan intim Anda berdua.

  • 5. Invasi ruang pribadi

  • Inilah derita yang dialami banyak pasangan. "Gangguan" tak diinginkan dari anggota keluarga lain, mematikan hasrat menggebu dalam waktu singkat. Para pasangan yang menerapkan co-sleeping dengan anak-anak, mengerti rasanya "kucing-kucingan" hanya untuk melakukan hubungan suami istri. Anda masih tinggal bersama orangtua atau mertua? Tentu tak bebas untuk mengeksplorasi seks lebih jauh di berbagai sudut rumah. Meredam suara seksi Anda sudah pasti wajib hukumnya, jika tak ingin muncul komentar memerahkan muka keesokan harinya.

  • 6. Papa vs Adik Bayi

  • Masa kehamilan dan melahirkan menghadirkan kebahagiaan baru bagi Anda serta suami. Namun, di sisi lain, muncul tantangan baru dalam kehidupan seks Anda. Pada masa kehamilan, tak semua gaya seks aman dilakukan. Apalagi bila Anda mengalami kehamilan berisiko, bertambah lagi alasan menambak stok kesabaran untuk menunda seks. Pasca melahirkan, banyak mama baru yang menghadapi serentetan ujian. Entah itu baby blues, depresi pasca melahirkan, bentuk fisik yang menurunkan rasa percaya diri seperti kelebihan berat badan dan guratan stretch marks, atau memang si adik bayi menguras semua waktu serta energi Anda.

  • Ternyata, penurunan libido pada perempuan pasca melahirkan adalah hal yang wajar. Contoh mudah, kondisi menyusui memengaruhi proses lubrikasi Anda saat berhubungan intim sehingga kenyamanan pun berkurang. Jangan ragu dan malu untuk rajin berdiskusi serta mencurahkan isi hati Anda kepada suami. Konsultasikan dengan dokter kandungan Anda untuk masukan dari sisi profesional.

  • Advertisement
  • Masalah ranjang yang dibiarkan berlarut adalah duri dalam daging yang menggerogoti pernikahan bahagia Anda. Jadwalkan waktu untuk merekatkan selalu kemesraan dan keintiman Anda bersama suami. Kencan singkat, romantic getaway, second honeymoon, apapun untuk memberikan Anda dan suami waktu spesial berdua saja. Bangun komunikasi yang terbuka secara dua arah. Selesaikan masalah pernikahan, baik seksual maupun non seksual hingga tuntas. Jika dipandang perlu, libatkan profesional dalam mencari solusi atas permasalahan yang mengganjal rumah tangga Anda.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Hubungan intim pasangan menikah dijamin aman. Siapa bilang?

Simak 6 'masalah ranjang' dalam rumah tangga yang patut menjadi pengetahuan Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr