Pentingnya memeriksakan kesehatan kelenjar tiroid sedini mungkin

Kondisi kelenjar tiroid berdampak besar bagi kesehatan wanita. Melakukan deteksi dini adalah sebuah keharusan.

1,717 views   |   5 shares
  • Kesehatan adalah harta yang tak ternilai. Namun, banyak di antara kita yang lalai untuk menjaganya. Dari sekeliling saya sendiri, saya telah kehilangan kerabat dan teman akibat penyakit fatal, yang seharusnya bisa ditangani lebih cepat lewat deteksi dini. Sebuah kenyataan bahwa tidak sedikit orang yang tidak menghiraukan sinyal-sinyal yang diberikan oleh tubuhnya sendiri. Sesuatu yang sebenarnya terjadi di luar normal, disepelekan hingga penyesalan datang terlambat.

  • Salah satu deteksi dini yang masih belum banyak diperhatikan adalah pemeriksaan kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid terletak di bagian bawah leher depan Anda. Kelenjar ini menghasilkan banyak hormon, dengan tiroksin (T4) sebagai hormon utama. Hormon-hormon tiroid mengatur metabolisme tubuh kita, seperti pertumbuhan, metabolisme tubuh, suhu tubuh, termasuk laju detak jantung dan kecepatan pembakaran kalori. Pada bayi dan anak-anak, perkembangan otak juga dipengaruhi oleh hormon tiroid.

  • Ada beberapa kelainan pada kelanjar tiroid yang patut Anda cermati, di antaranya:

    • Hipotiroidisme, yaitu ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid di bawah angka normal

    • Hipertiroidisme, yaitu ketika kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid berlebihan

    • Goiter, yaitu pembesaran ukuran kelenjar tiroid

    • Tiroiditis, yaitu pembengkakan kelenjar tiroid

    • Nodul tiroid, yaitu benjolan pada kelenjar tiroid

    • Kanker tiroid

  • Bagi wanita, kelenjar tiroid perlu mendapatkan perhatian besar. Terlebih, wanita memiliki risiko lebih besar daripada pria untuk mengalami masalah atau penyakit yang berkaitan dengan kelenjar tiroid. Beberapa dampak negatif dari kelenjar tiroid yang bermasalah bagi wanita adalah:

  • 1. Masalah menstruasi

  • Hormon tiroid berperan dalam pengaturan siklus menstruasi. Masalah pada tiroid dapat membuat frekuensi dan intensitas haid menjadi abnormal. Selain itu, penyakit tiroid dapat mempengaruhi sistem reproduksi, seperti ovarium. Akibatnya, Anda lebih cepat mengalami fase menopause.

  • 2. Sulit hamil

  • Advertisement
  • Seiring dengan siklus menstruasi yang terganggu, proses ovulasi Anda pun ikut bermasalah. Sel telur Anda pun sulit terbuahi atau kualitasnya tidak sebaik yang diharapkan.

  • 3. Masalah kehamilan

  • Saat Anda hamil dan di saat yang bersamaan Anda juga mengalami masalah pada kelenjar tiroid, Anda patut waspada. Kondisi hipotirodisme maupun hipertiroidisme dapat menjadi semakin parah saat kehamilan. Janin Anda pun memiliki risiko keguguran lebih tinggi. Jika Anda tidak menangani penyakit ini, risiko besar lain yang dapat terjadi adalah gagal jantung pada ibu hamil, preeklampsia, kelahiran prematur, ataupun kematian janin.

  • 4. Setelah melahirkan

  • Pascamelahirkan pun, Anda dapat terkena sebuah kondisi bernamapostpartum thyroiditis. Ketika hamil, kelenjar tiroid Anda baik-baik saja, namun setelah melahirkan, terjadi pembengkakan pada kelanjar tiroid Anda. Diagnosa kondisi ini pun tergolong sulit, karena kerap disalahartikan sebagai stres atau depresi pasca kelahiran. Kondisi ini dapat hilang setelah beberapa bulan, namun ada yang mengalami selama setahun atau lebih, bahkan menetap atau menjadi komplikasi permanen.

  • Melihat bahaya yang ditimbulkan oleh kelainan kelenjar tiroid, Anda perlu memerhatikan sinyal-sinyal tubuh yang mengindikasikan adanya masalah tiroid. Tanda-tanda tersebut adalah:

    • Anda merasa begitu lelah dan letih, meskipun telah memiliki jam tidur yang cukup (7-8 jam)

    • Merasa stres atau depresi atau mengalami mood swings tanpa alasan jelas

    • Selera makan yang tidak biasa (terlalu besar atau tidak berselera sama sekali)

    • Ketidakseimbangan hormon yang terlihat dari siklus haid yang tidak teratur, infertilitas, gairah seks yang rendah, dan PMS yang terlalu intens

    • Rasa sakit pada otot yang terasa berlebihan

    • Sirkulasi darah yang buruk, terlihat dari tangan dan kaki yang selalu dingin dan suhu tubuh di bawah 37 derajat Celsius

    • Kulit yang sangat kering dan kuku yang mudah patah

    • Sembelit (pada hipotiroidisme) atau diare (pada hipertiroidisme)

    • Sulit berkonsentrasi, atau merasa pikiran 'berkabut'

    • Gangguan tidur

    • Penipisan rambut

    • Keringat berlebihan, walaupun tidak beraktivitas berat

  • Advertisement
  • Selain memerhatikan gejala-gejala di atas, Anda dapat melakukan deteksi dini sederhana. Pada dasarnya, kelenjar tiroid yang normal tidak dapat Anda rasakan saat diraba. Lakukan uji sederhana ini dengan berbekal segelas air dan cermin. Minumlah air sambil melihat area leher Anda di cermin. Perhatikan perubahan ukuran atau adanya benjolan saat Anda meneguk air.

  • Ada baiknya juga Anda datang kepada dokter untuk melakukan pemeriksaan yang lebih rinci seperti tes darah, ultrasound, atau biopsi (jika ada indikasi ke arah kanker tiroid), jika Anda merasakan gejala masalah tiroid dari pengamatan tubuh maupun hasil deteksi dini. Yang terpenting, lakukan sekarang dan pasang radar Anda untuk lebih perhatian kepada tubuh dan kesehatan Anda yang berharga.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Pentingnya memeriksakan kesehatan kelenjar tiroid sedini mungkin

Kondisi kelenjar tiroid berdampak besar bagi kesehatan wanita. Melakukan deteksi dini adalah sebuah keharusan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr