Mengaktifkan koneksi wi-fi 24 jam. Aman atau berbahaya?

Tidak bisa dimungkiri betapa besar ketergantungan manusia masa kini dengan 'wi-fi'. Apakah manfaat yang ditawarkannya sebanding dengan risiko yang mengancam?

419 views   |   4 shares
  • Anda pasti sudah seringkali mendengar sindiran yang menyandingkan wi-fi dengan sandang, pangan, dan papan sebagai kebutuhan pokok manusia jaman sekarang. Bagi mereka yang begitu lekat dengan gadget, jaringan wi-fi bisa dibilang wajib hukumnya.

  • Entah berbentuk modem yang statis di rumah, kantor, dan tempat-tempat umum atau modem portabel yang mudah dijinjing kemanapun Anda pergi. Bahkan, rumah-rumah ibadah pun tak luput dari penyediaan koneksi wi-fi demi kelancaran pembelajaran agama dengan metode berbasis online.

  • Kemudian, muncullah sebuah pertanyaan, apakah ketergantungan terhadap wi-fi ini memberikan dampak negatif bagi diri kita?

  • Menilik dari koneksi wi-fiitu sendiri, pastinya membutuhkan sebuah perangkat elektronik untuk menyiarkan sinyalnya. Seperti halnya ponsel, televisi, komputer, dan aneka peralatan elektronik lainnya, perangkat ini tentu saja memiliki batasan. Mereka tidak serta merta didesain untuk terus-terusan bekerja tanpa henti. Bisa saja Anda memforsir kerja mereka, namun konsekuensinya, umur mereka tidak bertahan selama yang diharapkan. Ada saja risiko, perangkat ini mengalami malfungsi dan sangat mungkin mencetuskan bahaya lain, misalnya kebakaran.

  • Bagaimana dengan efek wi-fi bagi kesehatan tubuh secara langsung? Hingga detik artikel ini ditulis, masih terdapat perdebatan mengenai dampak wi-fiterhadap tubuh. Ada pula para ahli yang menyatakan wi-fi dapat mencetuskan aneka penyakit, seperti tumor otak, infertilitas, dan kanker pada sel-sel tubuh. Ada pula kubu yang menangkis pernyataan ini dan menyatakan wi-fi tidak seberbahaya itu, seperti yang diklaim oleh kelompok berseberangan.

  • Jadi, manakah yang perlu kita percayai?

  • Mari kita perluas perspektif—dengan tidak memandang wi-fi sebagai sebuah entitas tunggal, namun juga apa yang bisa wi-fi berikan dampaknya dalam ruang lingkup yang lebih luas. Dengan adanya wi-fi, apalagi yang menyala secara terus-menerus tanpa henti, maka screen time menjadi lebih susah dikendalikan. Anda dapat dengan mudah menggunakan gadget dan waktupun tak disadari berlalu begitu saja—hingga (tanpa disadari) telah memangkas waktu istirahat Anda sendiri.

  • Advertisement
  • Dari sini saja, telah jelas dampak buruk yang mengancam. Anda akan mengalami masalah tidur, lebih sulit terlelap, terusik oleh insomnia, merasa tidak segar saat bangun, tidur tak nyenyak, sebut saja aneka gangguan tidur. Yang terjadi selanjutnya, metabolisme tubuh Anda terganggu. Anda lebih rentan terserang penyakit. Kualitas sel-sel sperma dan telur Anda? Kecil kemungkinan berada dalam kondisi prima. Tentu saja, kehamilan sehat akan lebih besar peluangnya untuk berlangsung pada tubuh sehat dan bugar.

  • Tak kalah mengkhawatirkannya, efek screen time bagi anak-anak Anda. Ada alasannya, hingga Akademi Pediatrik Amerika mengeluarkan himbauan pembatasan screen time pada anak. Mayo Clinic pun menjabarkan aneka dampak negatif dari screen time berlebihan bagi anak. Sebut saja, masalah tidur, obesitas, gangguan kemampuan sosial, hingga ancaman agresivitas.

  • Muncul pula kondisi-kondisi kesehatan yang berkaitan dengan penggunaan teknologi elektronik berlebihan, di antaranya :

    • eThrombosis, yaitu terbentuknya gumpalan darah dalam pembuluh darah akibat penggunaan komputer yang terlalu lama.

    • Nintendoitis, yaitu cedera otot ibu jari akibat penggunaan konsol video game tak terkendali

    • Computer Vision Syndrome, yaitu kondisi mata lelah karena berhadapan dengan layar komputer terlalu lama

  • Dengan munculnya sederet ancaman bagi kesehatan raga dan jiwa sebagai konsekuensi penggunaan gadget yang lepas kontrol, tentu menjadi pertimbangan besar untuk Anda dalam menetapkan batas penggunaan gadget dan teknologi pendukungnya, termasuk koneksi wi-fi. Anda dapat menerapkan digital detox dalam keluarga, misalnya pada akhir pekan atau hari libur. Manfaat lain, waktu berkualitas dengan keluarga dapat tercapai, tanpa campur tangan teknologi milenial. Hei, orang-orang masa lampau saja bisa bahagia tanpa dikerumuni aneka gadget dan cengkraman media sosial. Mengapa tidak kita mencoba hidup konvensional sesekali waktu?

  • Advertisement
  • Kita tidak perlu menunggu hingga ada penelitian yang telak mengungkapkan bahaya wi-fi secara rinci dan mengupasnya mendalam. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Everything should be in moderation. Tidak ada salahnya membatasi dan mengendalikan, ketimbang menyesali diri yang telah terlanjur sakit dan terancam jiwanya akibat gaya hidup yang out of control.

  • Matikan perangkat elektronik Anda ketika tidak digunakan, khususnya menjelang tidur. Ini berlaku untuk semua gadgetAnda, mulai dari ponsel hingga modempenyedia jaringan wi-fi ataupun internet. Niscaya Anda akan merasakan sendiri bagaimana perubahan positif yang terjadi pada tubuh Anda, ketika Anda dapat beristirahat dengan tenang.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Menulis dan mengajar adalah passion terbesarnya. Sambil mengasuh 2 balita lelaki super aktif dan menyimpan segudang ide di kepalanya, Winda gemar berbagi cerita untuk mendidik, menghibur, dan menginspirasi setiap pembaca karyanya.

Mengaktifkan koneksi wi-fi 24 jam. Aman atau berbahaya?

Tidak bisa dimungkiri betapa besar ketergantungan manusia masa kini dengan 'wi-fi'. Apakah manfaat yang ditawarkannya sebanding dengan risiko yang mengancam?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr