Dari sahabat jadi sejoli ternyata banyak untungnya!

Anda dan dia lebih terbuka dalam menyampaikan sesuatu tanpa harus takut menyinggungnya, karena kalian sudah saling memahami.

100 views   |   1 shares
  • Jodoh bisa datang dari mana saja. Bahkan tanpa disadari, mungkin ternyata kawan dekat Anda selama ini adalah jodoh yang sudah lama ditunggu-tunggu. Namun saat rasa tersebut menghampiri Anda dan dia, tentu harapan untuk bisa segera mengarungi hidup bahagia dalam ikatan pernikahan menjadi kabar gembira yang sangat ditunggu-tunggu oleh orang-orang di sekitar kalian.

  • Sepenggal lirik lagu dari Jason Miraz dan Colbie Caillat berikut ini mengambarkan betapa kisah asmara yang berawal dari pertemanan sangat membahagiakan.

  • "...Lucky i'm in love with my best friend

  • Lucky to have been where I have been

  • Lucky to be coming home again

  • Lucky we're in love every way

  • Lucky to have stayed where we have stayed

  • Lucky to be coming home someday."

  • Namun apa benar hubungan yang berawal dari pertemanan akan selalu berujung dengan kebahagiaan. Apa saja kira-kira keuntungan dan kerugian terlibat dalam hubungan asmara semacam ini?

  • # Keuntungan

  • 1. Tidak perlu lagi melakukan penjajakan

  • Karena sudah saling mengenal baik, Anda dan dia tidak perlu lagi repot-repot melakukan PDKT untuk melakukan penjajakan. Hubungan Anda akan berjalan lebih alami karena masing-masing sudah saling mengenal pribadi masing-masing.

  • 2. Tidak perlu malu kalau ingin mengungkapkan sesuatu

  • Anda berdua juga dapat lebih terbuka dalam menyampaikan sesuatu. Kalian tidak khawatir akan menyinggung satu sama lain karena masing-masing sudah saling memahami.

  • 3. Hubungan jauh lebih dewasa

  • Pertemanan yang telah terjalin sejak lama membuat Anda mengenal baik kepribadian pasangan luar dalam. Imbasnya, hubungan Anda dengannya akan lebih dewasa karena masing-masing dari sudah saling mengerti satu sama lain.

  • 4. Keluarga sudah saling mengenal baik

  • Karena sudah saling mengenal sejak lama, keluarga Anda dan dia pun sudah akrab atau minimal orang tuanya sudah pernah mendengar cerita tentang Anda. Karenanya tidak perlu lagi berusaha saling mengenal dan obrolan juga akan lebih cair tanpa rasa canggung untuk menyampaikan sesuatu.

  • 5. Anda mengenal baik masa lalunya

  • Karena sudah mengenal pasangan sejak lama, bahkan ketika cinta di antara Anda belum tumbuh, maka Anda sudah tahu betul bagaimana masa lalunya. Bahkan Anda juga mengenal baik siapa saja orang-orang yang pernah mengisi hatinya.

  • 6. Anda mengenal baik karakter, hobi bahkan pekerjaannya

  • Advertisement
  • Sering bertemu, bermain atau sekedar menikmati hobi bersama membuat Anda mengenal baik karakternya. Untuk masalah ekonomi Anda juga paham apa saja yang ia kerjakan dan mungkin juga berapa penghasilan yang diperolehnya tiap bulan.

  • # Kerugian

  • 1. Merasa tidak ada tantangan

  • Karena tidak merasakan semangat menggebu untuk bisa mendapatkan cintanya membuat Anda akhirnya lama-lama merasa hubungan yang selama ini telah dijalani terasa membosankan.

  • 2. Kurang saling menghargai

  • Karena menganggap selama ini pasangan adalah sahabat, maka sikap saling menghargai jadi berkurang. Tak jarang pula, sikap saling menyepelekan juga terjadi karena mengira pasangan tidak akan tersinggung dengan sikap semacam itu.

  • 3. Memperlakukannya sesuka hati

  • Kebiasaan-kebiasaan buruk yang dulu sering dilakukan ketika status masih sebagai sahabat, terkadang bisa terbawa bahkan setelah menikah. Salah satu contohnya bercanda kelewat batas hingga mengungkit-ungkit masalah pribadi ataupun keluarga salah satu pihak.

  • 4. Akan sangat kehilangan jika sampai putus

  • Kehilangan kekasih hati mungkin lebih baik ketimbang kehilangan sahabat dekat. Seseorang bisa dengan mudah mencari pengganti kekasih, tapi sulit mencari pengganti sahabat dekat. Bisa jadi akan mucul pemikiran lebih baik tetap menjadi sahabat daripada saling mencintai tapi kemudian putus di tengah jalan dengan cara yang menyakitkan.

  • 5. Akan lebih sering bertengkar

  • Tidak selalu hubungan yang diawali dari pertemanan akan terhindar dari pertengkaran. Sebaliknya pertengkaran demi pertengkaran bisa saja terjadi, bahkan lebih sering. Karena hal-hal sepele yang dulu kerap ditolerir, kini harus betul-betul diubah mengingat situasi dan kondisinya telah berbeda jauh.

  • 6. Pasangan terlalu ikut campur masalah pribadi

  • Oleh karena tidak ada lagi privasi, maka mau tidak mau pasangan bisa dengan mudah memasuki rana pribadi dan ikut campur di dalamnya. Jika sudah demikian, maka mau tidak mau Anda akhirnya terpaksa mengizinkan dia untuk ikut terlibat dan mengatur kehidupan pribadi Anda.

  • Demikianlah untung rugi memiliki pasangan dari mantan teman sendiri. Namun, sama seperti hubungan yang lain, segala konflik dan pertikaian sebetulnya bisa diatasi jika masing-masing orang mengutamakan kerendahan hati serta kesabaran. Menjalin hubungan baik dengan teman atau bukan, sebetulnya itu bukan masalah. Sebab jika dua orang sama-sama saling mencintai maka dapat tetap saling mengasihi satu sama lain dengan tulus.

  • Advertisement
Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Saya adalah seorang karyawan di salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Saya juga saat ini sedang menempuh kuliah untuk mengejar gelar sarjana saya. Untuk mengisi waktu luang saya memanfaatkannya dengan menulis dan membaca.

Dari sahabat jadi sejoli ternyata banyak untungnya!

Anda dan dia lebih terbuka dalam menyampaikan sesuatu tanpa harus takut menyinggungnya, karena kalian sudah saling memahami.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr