7 aturan 'debat sehat' dalam pernikahan

Jangan pernah mudah terprovokasi oleh situasi yang sedang tidak kondusif, apalagi melakukan pembalasan seperti yang dilakukan pasangan kepada Anda.

1,339 views   |   4 shares
  • Perdebatan dalam pernikahan adalah sesuatu yang wajar. Meskipun saling mencintai, namun perbedaan perndapat yang memicu perdebatan akan selalu ada dalam hubungan suami dan istri. Tidak perlu disikapi negatif, adanya perdebatan justru menunjukkan bahwa masing-masing pihak berusaha saling menyesuaikan diri, saling memahami dan ini tentu sesuatu yang baik. Tanpa perdebatan, seseorang tidak akan pernah bisa memahami bagaimana jati diri pasangan sebenarnya.

  • Namun perdebatan yang terjadi berlarut-larut juga bukanlah hal yang baik. Jika ini terjadi, maka sudah saatnya masing-masing pihak menahan diri sejenak dan melakukan introspeksi diri untuk bersama-sama mencari solusinya. Diskusi adalah salah satu cara terbaik untuk mengatasi perdebatan yang tak kunjung menemukan titik temu. Melalui diskusi diharapkan segala bentuk kesalahpahaman bisa dihindari dan keputusan yang diambil merupakan keputusan bersama tanpa ada seorangpun merasa dirugikan.

  • Sekali lagi saya tekankan, perdebatan dalam pernikahan itu penting. Hanya saja supaya perdebatan tidak berubah menjadi pertengkaran, maka masing-masing pihak perlu memahami bagaimana cara berdebat secara sehat harus dilakukan. Berikut tipsnya sebagaimana dituturkan oleh Psikolog, dr. Adriana S. Ginanjar M.S:

  • 1. Pahami isu utama yang akan dibahas

  • Setiap perdebatan pasti ada penyebabnya, apakah itu hanya sekedar perbedaan pendapat atau ada rasa tidak puas dari salah satu pihak. Dengan terlebih dahulu memahami isu utama yang akan dibahas, Anda dan pasangan akan mampu lebih fokus untuk menyelesaikan masalah tersebut tanpa perlu mencampur aduknya dengan masalah-masalah yang lain.

  • 2. Dengarkan pasangan Anda

  • Dalam sebuah diskusi berusahalah untuk tidak menjadi pribadi yang kerap mendominasi pembicaraan. Untuk memahami situasi serta kondisi yang sedang terjadi, Anda tidak boleh mementingkan diri sendiri tetapi juga bersedialah mendengarkan apa yang menjadi keluh kesah pasangan selama ini. Sangat mustahil penyebab perdebatan bisa terselesaikan jika masing-masing bersikeras tidak mau mengalah dan memahami dengan baik apa yang diinginkan oleh pasangan.

  • 3. Jangan membesar-besarkan masalah

  • Dalam kondisi kesal atau marah seseorang biasanya kerap membesar-besarkan masalah hingga tidak mampu melihat sumber penyebab persoalan yang sebenarnya. Ketika seseorang dibutakan oleh sikap demikian, ia akan selalu menganggap bahwa persoalan yang sebenarnya sepele menjadi sesuatu yang besar dan sangat sulit diselesaikan. Sikap demikian tentu sangat berbahaya karena dapat membuat pernikahan berada di ujung tanduk perceraian.

  • Advertisement
  • 4. Tahu kapan harus mengakhiri perdebatan

  • Ketika perdebatan yang sedang terjadi tidak kunjung menemukan titik temu, maka masing-masing pihak harus bersedia menghentikan sejenak perdebatan tersebut dan bersedia dengan rendah hati untuk segera menyudahi "diskusi" agar bisa menenangkan diri.

  • 5. Jangan pernah menyimpan dendam

  • Saat salah satu pasangan lepas kendali dan tidak mampu mengendalikan emosinya, jadilah pribadi yang mampu meredam amarah. Jangan pernah mudah terprovokasi oleh situasi yang sedang tidak kondusif, apalagi melakukan pembalasan dengan cara yang sama seperti yang dilakukan pasangan kepada Anda. Dendam tidak pernah menyelesaikan masalah, ibarat rantai setan yang akan terus bergulir menuntut balas dan tidak pernah menemukan rasa puas.

  • 6. Bersedia meminta maaf dan mengakui kesalahan

  • Jangan pernah menjadi pribadi yang 'keras hati'. Ketika sadar melakukan kesalahan, sebaiknya Anda berani mengakui kesalahan dan segera meminta maaf. Bersedia mengakui kesalahan mampu meredam ketegangan dan mengembalikan kemesraan yang sempat hilang bersama pasangan.

  • 7. Terima setiap perbedaan dengan lapang dada

  • Perdebatan yang dilakukan secara sehat akan mampu membuka pandangan, bahwa tidak ada satupun pribadi yang sama. Semakin memahami dengan baik pribadi pasangan, maka Anda tidak akan menjadikan perbedaan sebagai sesuatu yang dapat menghancurkan pernikahan. Sadari pula bahwa kadang dalam setiap perdebatan tidak perlu harus menemukan titik temu, justru setelah melewati masa perdebatan rasa cinta Anda kepada pasangan akan semakin bertambah kuat.

Bantu kami menyebarkan

Saya adalah seorang karyawan di salah satu bank swasta terkemuka di Indonesia. Saya juga saat ini sedang menempuh kuliah untuk mengejar gelar sarjana saya. Untuk mengisi waktu luang saya memanfaatkannya dengan menulis dan membaca.

7 aturan 'debat sehat' dalam pernikahan

Jangan pernah mudah terprovokasi oleh situasi yang sedang tidak kondusif, apalagi melakukan pembalasan seperti yang dilakukan pasangan kepada Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr